MAKASSAR, BKM — Program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar masih perlu lebih disosialisasikan dengan baik. Dengan begitu, program tersebut tidak hanya diketahui masyarakat tertentu. Namun seluruh warga kota bisa mengetahuinya.
”Karena dari survei, masih ada program unggulan belum dikehui lebih luas,” kata Herman Heizer, Direktur Celebes Research Center (CRC) pada Refleksi Akhir Tahun 2017 Pemkot Makassar di Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Selasa (19/12).
Menurut Herman, refleksi akhir tahun ini sebagai program untuk melakukan evaluasi atas capaian kinerja selama setahun pemerintah kota. CRC terlibat dalam melakukan survei persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah kota secara umum.
Dijelaskan, dari survei yang dilakukan kepada masyarakat di Makassar, memberikan hasil penilaian atau trend positif dari berbagai aspek. Terutama pelayanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan. Kinerja SKPD juga masuk dalam penilaian trend positif dari masyarakat.
“Secara khusus kami juga melakukan evaluasi respon masyarakat terhadap tiga misi yang sebelumnya pernah disampaikan wali kota dan wakilnya saat menjadi calon. Misinya, seperti merekonstruksi nasib rakyat menuju masyarakat sejahtera. Kedua, tata ruang menuju kota dunia. Dan ketiga, terkait tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Adapun trend positif terhadap kinerja wali kota berada di angka 88 persen masyarakat puas. Sedangkan trend positif kinerja wakil wali kota di angka 81 persen masyarakat merasa puas.
Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto mengatakan kegiatan refleksi akhir tahun untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja pemerintah kota untuk kemudian dievaluasi.
Perjalanan pemerintah kota di 2017 berhasil membuat perubahan angka harapan hidup masyarakat, dari 71,38 persen di 2014 meningkat menjadi 71,47 persen di 2017.
“Posisi ekonomi hari ini di Makassar merupakan yang terbaik berhasil dicapai,” terangnya. (arf/rus)
Program Pemkot Masih Perlu Disosialisasikan
×

