pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Wadah Bagi Orang Tua dari Anak Penyandang Autis

KOMUNITAS tidak sekadar menjadi ruang bagi orang-orang yang memiliki hobi yang sama. Namun lebih dari itu. Merupakan wadah untuk memberikan motivasi serta inspirasi bagi orang-orang yang bergabung di dalamnya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

BANYAK orang yang bergabung di suatu komunitas karena ingin merasakan keseruan tentang kebersamaan di dalamnya. Ada juga karena hobi yang mereka miliki punya kesamaan. Dan yang tak kalah mulia, mereka bergabung dalam sebuah komunitas karena berniat untuk membantu sesama.
Seperti yang dilakoni Komunitas Terapi Applied Behavior Analysis (ABA) Makassar. Mereka memberikan ruang bagi seluruh orang tua yang punya anak atau keluarga penyandang autis.
Autis adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas. Kondisi ini kadang-kadang juga telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan.
Nah, komunitas ini menjadi wadah bagi para orang tua yang memiliki anak seperti itu. Sebab terkadang orang tua sulit mendapatkan pendampingan saat melakukan tindakan atas anak yang berkebutuhan khusus ini.
Koordinator Komunitas Terapi ABA Makassar, Ratman menceritakan mengapa sampai komunitas ini ada. Awal terbentuknya Komunitas Terapi ABA Makassar berangkat dari buah hati Ratman sendiri.
Nur Fadillah Shafa, putri Ratman yang menyandang autis kurang lebih tiga tahun lalu. Pada saat itu, Ratman mencari ahli terapi autis. Ternyata begitu sulit untuk menemukannya. Selain ahli terapis autis yang langka, biayanya juga tergolong mahal.
“Saya punya anak yang menyandang autis. Awalnya saya bingung mencari solusi. Memang ada yang bisa terapi waktu itu. Tapi biayanya sangat mahal. Permasalahan lainnya, ahli terapis autis tersebut juga sulit ditemui,” ungkap Ratman.
Di tengah kegundahan Ratman kala itu, tiba-tiba ada orang yang berasal dari Jakarta ingin mentransfer ilmunya tentang ABA. Sambil mempelajarinya, ia mencoba menerapkan pada buah hatinya.
“Saya belajar terapi ABA dari orang tersebut sedikit demi sedikit, dan akhirnya saya terapkan kepada anak saya. Alhamdulillah, ada perubahan dan kemajuan,” imbuhnya.
Karena hasil itu pula, akhirnya ia berinisiatif untuk mendatangkan ahli terapi yang berasal dari Jakarta itu. Namun ada syaratnya. Ratman mesti mengumpulkan enam tim anak yang menyandang autis kala itu.
“Persyaratan yang diberikan ahli terapi autis tempat di mana saya mempelajari terapi ABA tersebut hanya enam tim. Tapi pada saat itu saya bisa mengumpulkan 9 tim. Satu tim satu orang anak penyandang autis,” terangnya.
Tidak lama setelah itu pun akhirnya ahli terapi ABA tersebut datang di Makassar. Ia melakukan pelatihan setelah persyaratan terpenuhi. Bahkan terlampaui.
“Jadi waktu itu saya dekat orang tua yang ada dan punya anak dengan autis. Akhirnya saya bisa kumpulkan sampai 9 tim. Artinya ada 9 anak yang ditangani di Makassar. Dari situlah terbentuk Komunitas Terapi ABA Makassar,” kenangnya. (*/rus/b)



×


Wadah Bagi Orang Tua dari Anak Penyandang Autis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar