MENJADI wakil daerah dalam sebuah even adalah kebanggaan tak tak ternilai harganya. Apalagi bila sampai pada tingkat nasional. Bahkan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
TIDAK banyak yang bisa mewakili negara pada pertandingan berskala dunia. Khususnya yang masih berusia belia. Dari yang sedikit itu, satu diantaranya adalah Muh Gibran.
Sosoknya tergolong muda. Masih duduk di bangku SMP Negeri 18 Makassar. Namun prestasinyanya tak semuda umurnya. Ia telah menorehkan prestasi yang mendunia. Nama Indonesia dibuatnya kian harum di bidang olahraga karate.
BKM dipertemukan dengan Gibran oleh Kepala SMPN 18 Makassar dan guru olahraga di sekolah tersebut. Dengan bangga, mereka memperkenalkan salah satu siswa berpreatasinya yang berhasil meraih emas dalam ajang internasional.
Gibran adalah putra pasangan Mursalim dan Sharly. Ketika diwawancarai, ia mengaku sudah lama akrab dengan dunia beladiri. Bahkan sering mewakili pelajar Makassar bertanding pada tingkat nasional.
Dan yang paling membanggakan, Gibran beberapa kali mewakili Indonesia di ajang Internasional. Hal paling berkesan baginya adalah saat menang di Swiss. Saat itu ia berhasil menyabet emas untuk Indonesia. Sebuah pencapaian luar biasa, yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh Gibran sebelumnya.
Peristiwa yang begitu berkesan tersebut berlangsung pada 2016 lalu. Kala itu Gibran beserta beberapa pelajar lainnya dari Indonesia diberangkatkan ke Swiss untuk mengikuti kejuaraan Basel Open Master.
Dengan kemampuan beladiri yang ia miliki sejak kelas 3 SD, Gibran berhasil menjadi yang terbaik mengalahkan semua saingannya. Hal itu tentu tak lepas dari kemampuannya berlatih beladiri sejak dini. Sejak kecil, kemampuannya memang telah diasah. Bahkan bela diri bisa dikatakan menjadi makanan sehari-harinya.
Selain kejuaraan di Swiss, sebelumnya Gibran juga pernah meraih juara. Antara lain juara INKANAS 2017, juara 1 O2SN Karate Nasional 2016 dan Juara 1 Milo Open 2015 di Vietnam. Tentu saja semua penghargaan yang diraihnya merupakan hal yang juga membanggakan baginya.
“Kuncinya harus banyak latihan, berdoa, dan terus berusaha,” kata Gibran.
Apresiasi dari pemerintah pun ditunjukkan atas prestasinya. Setelah lulus SMP nanti, Gibran dibebaskan memilih sekolah tingkat SMA manapun yang ia mau di Indonesia. Selain itu, Gibran juga akan diberikan beasiswa sampai ia menyelesaikan sekolahnya.
Gibran kemudian membagi tipsnya supaya bisa berprestasi seperti dirinya. “Sebagai pelajar, jangan terlalu banyak main. Coba manfaatkan waktu untuk hal yang lebih baik. Melakukan hal yang kita suka, tapi harus yang positif,” pesannya. (*/rus/b)

