SINJAI, BKM — Asri (30) warga Dusun Batu, Desa Kassibuleng, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai tewas dengan lima luka bacok di bagian kepala yang nyaris terbelah dan kedua lengannya nyaris putus, Kamis (24/9). Pria yang dikenal santun ini dibacok pemuda sekampungnya bernama Zainal (38).
Menurut informasi, aksi pembacokan ini bermula ketika Zainal memacu motornya dengan kecepatan tinggi di depan rumah Kepala Dusun Batu, Desa Kassibuleng, Abd Azis yang tidak lain kakak kandung korban. Suara bising knalpot dari motor Zainal memicu kemarahan warga termasuk Asri yang saat itu lagi berada di rumah Azis.
Zainal saat itu juga berbalik arah karena kesal ditegur.
Saat bertemu Asri, Zainal langsung marah. Ia tidak terima diteriaki seperti itu. Ia pun terlibat cekcok dengan Asri hingga berbuntut perkelahian.
Rupanya Zainal tidak dalam kondisi kosong. Saat berkendara, dia membawa sebilah golok. Tanpa banyak kata, Zainal mencabut golok lalu menebas Asri. Lima kali tebasan membuat Asri roboh bersimbah darah.
Asri sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai yang jaraknya 65 kilometer dari lokasi kejadian sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Menurut penuturan saksi, Abd Azis, awalnya Asri keluar dari rumahnya memberi makan seekor sapinya yang berada di depan rumahnya.
Usai memberi makanan sapi, Asri bergegas kembali ke rumahnya. Sebelum masuk ke dalam pekarangan rumahnya, tiba-tiba Zainal datang dari samping dan langsung mengacungkan parang ke arah Asri. Rupanya Zainal kesal karena ditegur saat memacu motornya.
Asri menghindar, tetapi aksi Zainal tidak surut. Malah ia menyerang lebih dekat. Asri kemudian menangkis parang yang mengarah ke lehernya. Lengan kanan berhasil ditebas oleh Zainal. Setelah mengenai lengan kanan korban, Zainal kembali menebas lengan kanan Asri hingga tersungkur.
“Saat adik saya tersungkur, Zainal kembali menebas bagian kepala korban hingga tidak berdaya,” kata Abd Azis, Jumat (25/9).
Azis mengaku, saat itu ia tidak bisa berbuat banyak karena peristiwa itu berlangsung cepat. Usai menebas, pelaku kemudian kabur meninggalkan kampung tersebut.
Menurut Azis, seluruh warga kampung mencari pelaku ke beberapa tempat. Namun tak ada yang mengetahuinya.
Selanjutnya warga kampung menghubungi warga di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba yang juga tetangga Dusun Ili, Desa Kassibuleng, Kecamatan Sinjai Borong.
Pada pukul 21.00 Wita, warga Desa Kahayya menemukan Zainal di rumahnya di Dusun Tabbuakang, Kecamatan Kindang. Aparat polisi langsung menyergap Zainal di salah satu rumah warga di desa tersebut.
Kematian Asri ini membuat puluhan keluarga korban marah. Mereka kemudian mengepung rumah orangtua pelaku. Keluarga korban bahkan memberondong rumah tersebut dengan batu hingga mengakibatkan kaca jendela pecah.
Aparat Polres Sinjai dipimpin Wakapolres Sinjai, Kompol Ade Noho tiba di TKP dan berhasil mengevakuasi saudara pelaku yang diketahui bernama Anca beserta istri dan anaknya.
“Pelakunya sudah kami amankan dan yakinlah wahai saudara-saudaraku agar menyerahkan masalah ini ke polisi,” bujuk Wakapolres Sinjai, Kompol Ade Noho di Masjid Nurul Bahri, Kampung ili Sinjai Borong
Dalam penggeledahan di rumah pelaku, polisi juga menyita barang bukti parang serta sepeda motor yang dikemudikan Zainal.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sinjai, AKP Andi Rahmat membenarkan kejadian itu. “Saat ini pelaku bersama barang bukti berupa sebilah parang sudah diamankan di Mapolres Sinjai. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 dengan ancaman maksimal lima belas tahun penjara,” tandasnya. (din/cha/b)

