MAKASSAR, BKM–Partai Demokrat sangat berpotensi membuat poros baru jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan dihelar 27 Juni 2018 mendatang.
Jika selama ini ada dua poros yang dikabarkan akan berkompetisi yakni poros Presiden Joko Widodo dengan sejumlah partai politik pendukungnya diantaranya PDIP, Golkar, Hanura, dan disisi lain yakni poros Prabowo Subianto dengan partai pendukungnya yakni Gerindra dan PKS, maka Demokrat yang mengontrol 11 kursi di parlemen juga dimungkinkan membuat poros baru jika ingin bersama Partai Amanat Nasional (PAN) atau partai lainnya di Pilgub mendatang.
Soal peluang Agus Arifin Nu’mang dan anggota Fraksi Demokrat DPR RI berpaket di Pilgub Sulsel masih disebut wacana dan pembicaraan warung kopi, termasuk wacana paket antara Aliyah Mustika dengan Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel H Rusdi Masse (RMS).
Hal tersebut dikemukakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe. Menurut Ulla, panggilan akrab Ni’matullah paket Agus Aliyah ataupun paket Aliyah -RMS hanya sekedar wacana atau pembicaraan diwarung kopi. “Belum ada, Demokrat baru membuka pendaftaran dan selanjutnya akan dilakukan penjaringan, jadi manabisa ada paket kalau pendaftarannya saja baru dimulai,”ujar Ulla, Rabu (26/7).
Menurutnya, Demokrat tidak ingin terburu-buru menentukan arah dan dukungan di Pilgub sebab hal tersebut merupakan wilayah kerja dari Dewan Pimpinan Pusat. “Tugas DPD hanya membuka pendaftaran dan menjaring untuk selanjutnya diserahkan ke DPP. Memang DPD akan memprosentasekan nama-nama yang terjaring,”jelas Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Rabu (26/7) siang, Agus dan Aliyah yang tercatat sebagai Ketua Departemen Perempuan dan Perlindungan Anak DPP Demokrat ini mengutus putranya untuk mengambil formulir.
kemarin Aliyah mengutus Amirul Yamin Ramadhansyah untuk mengambil formulir. “Demokrat adalah partai besar, tentu sebuah kebanggaan bisa mendapat dukungan Demokrat dan Ibu (Aliyah) akan mengikuti segala mekanisme partai,”ujar Amirul.
Ia mengungkapkan, awalnya Aliyah yang berencana akan langsung mengambil formulir. Namun ternyata Demokrat memiliki kebijakan pengambilan formulir sebaiknya diwakili dan pada saat pengembalian, calon yang bakal maju wajib datang. “Ibu menyampaikan rasa hormatnya kepada teman-teman di demokrat dan mengajak kita semua untuk bersama-sama semangat baru birukan bumi Sulsel,” kata Amirul.
Aliyah masuk sebagai pendaftar ke 7 dari semua bakal calon yang telah mengambil formulir.
Tak hanya itu, bakal calon Gubernur Ichsan Yasin Limpo juga mengutus Andi Ian Lantanro untuk mengambil formulir di Demokrat Sulsel.
Ketua Desk Pilada Demokrat Sulsel Selle KS Dalle menambahkan bila pengembalian berkas bakal calo gubernur berakhir pada 4 Agustus mendatang. (ucu/rif/c)
MAKASSAR, BKM–Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel belum dapat memastikan apakah dukungan elit partainya satu suara untuk mengeluarkan rekomendasi kepada Ichsan Yasin Limpo di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 27 Juni 2018 mendatang. Informasi yang dikumpulkan koran ini, elit DPP PAN belum satu suara dalam memutuskan usungannya di Pilgub Sulsel.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Ashabul Kahfi yang dicecar pertanyaan usai mengikuti rapat paripurna DPRD Sulsel, Selasa (25/7) tidak membantah belum adanya satu suara dari DPP untuk Pilgub Sulsel. “Memang belum ada keputusan, sebab semuanya tergantung,”ujar Kahfi sambil naik dimobil dinasnya.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, konstalasi politik dalam sepekan berubah total pasca sidang paripurna DPR RI tentang UU Pemilu yang mengatur tentang ambang batas pencalonan presiden. Kini muncul sedikitnya dua poros yakni parpol pendukung Presiden Joko Widodo dan poros pendukung Prabowo. Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang yang dimintai soal peluang kedua poros tersebut bertarung di Pilgub juga tak meneposinya. “Iya bisa jadi. Pilgub Sulsel juga berpeluang diikuti dua pasangan,”jelas Agus yang juga Bakal calon gubernur Sulsel ini.
Jika hal ini terjadi, maka Golkar, PDIP, Nasdem, PPP, Hanura, PKB dan PKPI berada di poros Jokowi, sementara Gerindra, PKS, PBB di poros yang berbeda.
Nasdem Sulsel juga baru saja menggelar rapat konsolidasi yang melahirkan rekomendasi agar Rusdi Masse maju di Pilgub sebagai calon gubernur.
Adapun dua parpol lainnya yakni Demokrat dan PAN menunggu perkembangan dan dinamika ditingkat elit. (rif)
MAKASSAR, BKM–Dua Partai Politik yang ketuanya berasal dari Korps TNI, yakni Partai Demokrat dan Partai Gerindra diprediksi akan berlabuh ke Bakal Calon Gubernur Sulsel, DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi alias Bro Rivai.
Hal tersebut dikemukakan juru bicara Bro Rivai, Achmad Shabir bahwa Bro Rivai paling kuat di dua partai tersebut. Asumsi ini berangkat dari kedekatan emosional Bro Rivai yang juga seorang perwira militer dengan keluarga besar Ketum Partai Demokrat (Cikeas) dan Ketum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Bro Rivai adalah satu-satunya balon gubernur yang tidak mendua terhadap Jend TNI Purn Susilo Bambang Yudhoyono dan Jend TNI Purn Prabowo Subianto. Tidak mendua di sini maksudnya, tidak pernah mensupport rival utama dua tokoh nasional ini di Pilpres maupun Pilkada,”ujar Achmad Shabir usai bersama tim Bro Rivai mengambil formulir pendaftaran cagub di Partai Demokrat, Senin (24/7/2017).
Menurutnya, Demokrat dan Gerindra merupakan partai yang sejalan dengan spirit kepentingan demokrasi dan kebesaran Indonesia Raya yang dimiliki oleh Bro Rivai. “Sebagai prajurit TNI, tentunya menjadi pertimbangan bagi kedua partai ini untuk memastikan kesetiaannya mengawal NKRI. Hal ini tidaklah berarti Bro Rivai lebih baik daripada yang lain, tetapi dalam konteks rekam jejak kesetiaan politik, Bro Rivai jauh dari noda-noda penyalahgunaan kekuasaan masa lalu. Demikian halnya secara emosional, kedua partai ini masih mengedepankan pentingnya komitmen dan kepastian terhadap balon yang akan diusung,” tandasnya.
Tidak hanya itu, putra sulung SBY, Mayor Inf Purn Agus Harimurti Yudhoyono juga merupakan sahabat Bro Rivai. Ia juga dekat dengan istri SBY, Kristiani Herawati dan ipar SBY, Jend TNI Purn Pramono Edhie Wibowo.
Abe membeberkan, sejauh ini Bro Rivai telah mendaftar sebagai calon gubernur di 7 partai politik, yakni Gerindra, PDIP, Hanura, PKPI, PPP, PBB, dan Demokrat. Enam diantaranya sudah positif akan mengirim nama Bro Rivai sebagai nominasi cagub ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta. (rif)
MEMPERINGATI hari ulang tahun Bhakti Adhyaksa ke 57, Bakal Calon Gubernur Sulsel, DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi (Bro Rivai) berharap aparat hukum Kejaksaan bertindak tegas terhadap pelaku korupsi tanpa tebang pilih.
Menurutnya, di era keterbukaan seperti saat ini Korps Adhyaksa menghadapi tantangan dan tugas yang semakin berat. Aparat penegak hukum dituntut untuk memenuhi harapan rakyat yakni menjadikan institusi kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang bersih dan terpercaya. “Pada usia yang menginjak 57 tahun, rakyat menaruh harapan besar kepada seluruh Korps Adhyaksa untuk melakukan penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan. Menjadi garda terdepan dalam aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi,”kata Bro Rivai, Sabtu (22/7).
Menurutnya, institusi Kejaksaan harus membersihkan diri dari oknum-oknum mafia kasus yang kerap meloloskan para pelaku korupsi dengan imbalan uang haram. “Jangan lagi ada aparat hukum yang melakukan pemerasan atau melakukan tindakan yang memperdagangkan perkara atau tuntutan serta menjadikan tersangka atau terdakwa sebagai ATM. Tidak! Itu tidak benar dan Kejaksaan harus membuktikan bahwa hal seperti itu tidak lagi terjadi di Sulsel,” tegas Pendiri Universitas Pertahanan ini.
Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia ini berharap kasus-kasus korupsi skala besar yang mandek selama ini di Provinsi Sulsel dapat dituntaskan sebelum tahun berganti. “Termasuk kasus korupsi perluasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dugaan korupsi Center Point of Indonesia, kasus korupsi pembangunan Stadion Barombong, dan jangan lupakan kasus korupsi Bansos Pemkab Bantaeng yang sampai hari semuanya mandek di tengah jalan,” tandasnya. (rif)
MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel H Rusdi Masse (RMS) akan fokus untuk menangani dan memenangkan kader pada 12 daerah yang akan menggelar Pemilihan Bupati (Pilbup) serta Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 27 Juni 2018 mendatang.
Konsentrasi RMS untuk fokus di 12 daerah setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem menarik keputusannya yang telah memberikan kewenangan penuh terhadap RMS khusus untuk proses penentuan usungan kandidat di Pilgub Sulsel. “Jadi baru baru ini saya menerima informasi dari DPP Nasdem, kewenangan penuh yang tadinya diberikan Kakak Rusdi Masse untuk Pilgub Sulsel itu ditarik kembali,” ujar Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, Sabtu (22/7) malam.
Dia mengatakan, penarikan keputusan atas kewenangan penuh kepada RMS oleh Tim Tujuh DPP Nasdem yang diketuai ibu Sri Sajekti Sudjunadi.
Menurut Syaharuddin yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel atas pertimbangan kepentingan strategis partai besutan Surya Paloh untuk ke depan, termasuk kepentingan elektoral Nasdem dan capaian visi perubahan Nasdem nantinya.
Selain itu, penarikan kewenangan khusus Pilgub ini, lanjut Syaharuddin juga untuk kepentingan politik nasional ke depan.
Sekadar diketahui, Sebelumnya ketua DPP Nasdem Martin Manurung memberikan pernyataan bahwa DPP Nasdem memberikan kewenangan penuh kepada RMS untuk menentukan sikap atas proses Pilgub Sulsel. “Khusus untuk pilgub Sulsel saja, kalau pilkada kabupaten kota tidak ada masalah tetap kewenangan diberikan penuh kepada RMS,” ujar Syaharuddin.
Dengan keputusan DPP Nasdem, tentu membuat “angin politik” Pilgub Sulsel tak bisa diterka. Bagaimana tidak, RMS dalam berbagai momentum tampak bersama dengan bakal calon gubernur Ichsan Yasin Limpo. Hal ini ditopang dengan dijadikannya RMS sebagai bakal calon wakil gubernur bersama Andi Mudzakkar alias Cakka.(rif)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

