pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Indira Mulyasari Paramastuti memastikan diri maju dalam kontestasi pemilihan wali kota Makassar 2018 mendatang. Ia mendampingi sang petahana Mohammad Ramdhan Pomanto. Deklarasi pasangan dengan akronim DIAmi ini berlangsung di Anjungan City of Makassar, Rabu (22/11).
Beberapa saat usai deklarasi, DPD Partai Nasdem Kota Makassar langsung bereaksi. Partai tempat bernaung Indira ini menggelar rapat di kantornya Jalan RS Faisal.
Pertemuan dipimpin Sekretaris Ari Ashari Ilham. Hadir seluruh legislator Nasdem Makassar. Masing-masing Mario David, Rudianto Lallo, Irwan Jafar dan Supratman. Meski tanpa dihadiri Ketua DPD Nasdem Makassar Andi Rachmatika Dewi, namun berhasil diambil beberapa keputusan.
Hasilnya tegas. Wakil ketua DPRD Kota Makassar itu dicopot dari keanggotaannya sebagai legislator sekaligus dipecat sebagai kader Nasdem. Termasuk jabatannya di sebagai bendahara partai serta ketua Garnita Malahayati.
Pemecatan tersebut dilakukan berdasarkan bukti-bukti dari pelaksanaan deklarasi. Partai beralasan, Indira maju di pilwali tanpa mendapat restu dari Nasdem. Karena sejak awal, DPD Partai Nasdem sejak awal telah mengajukan kadernya yakni Andi Rachmatika Dewi sebagai bakal calon wali kota ataupun wakil wali kota.
“Untuk penggantian pada posisi sebagai wakil rakyat, tentu setelah Ibu Indira mengajukan surat pengunduran diri di dewan sebagai syarat untuk mendaftar di KPU sebagai calon wakil wali kota di pilwali Makassar,” ujar Ari usai rapat.
Menurut Ari, rekomendasi pemecatan dan pergantian Indira akan dikirim ke DPW Nasdem Sulsel hari ini, Kamis (23/11). Sebab di hari yang sama, Nasdem Sulsel juga akan menggelar rapat pleno membahas persoalan tersebut.
Lalu siapa yang akan ditunjuk sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Indira? Ari menyebut nama Kamaruddin Olle. Pengusaha yang juga mantan ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) ini merupakan calon legislatif, dengan raihan terbanyak kedua setelah Indira di daerah pemilihan Mamarita (Mamajang, Mariso dan Tamalate).
Dihubungi terpisah, Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif menegaskan, sebagai kader yang tidak mematuhi peraturan organisasi tentu konsekwensinya menerima sanksi. Syaharuddin Alrif memberikan gambaran bila sanksi itu pasti ada.
”Mungkin langkah pertama yang dilakukan adalah memberhentikan dari jabatannya sebagai wakil ketua DPRD Makassar,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini juga menyebut sanksi lainnya yang akan diterima Indira. “Bisa jadi semua jabatannya dalam struktur kepartaian, termasuk sebagai Ketua DPD Garnita Malahayati Makassar,” pungkas Syahar, panggilan akrab Syaharuddin Alrif.
Indira yang dimintai tanggapannya usai menggelar deklarasi bersama Danny, tidak ingin berkomentar banyak. Ia hanya meminta kepada wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung ke Partai Nasdem. “Konfirmasi saja langsung ke partai,” ujarnya singkat.
Deklarasi Danny-Indira (DIAmi) dihadiri semua partai pendukung. Hal tersebut menjadi sinyal pasangan ini mendapat dukungan dari partai untuk bertarung di pesta demokrasi 2018 mendatang.
Meski demikian, Danny-Indira tetap melakukan antisipasi menggunakan jalur independen berdasarkan dukungan dari masyarakat Kota Makassar. “Seluruh partai pendukung hadir dan memberikan kabar semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana. Jejaring rakyat sudah kita punya dan sudah siap. Berarti dua hal kita sudah siapkan. Karena kita tidak mau takabur terhadap suatu dukungan. Namun tetap berharap dukungan partai,” ujar Danny.
Sejauh ini dukungan masyarakat sudah mencapai 400.000, yang dinilainya sudah setara dengan angka 750.000. Sementara masih ada dukungan lain dari masyarakat namun, belum bersedia memberikan surat dukungan resminya.
Sedang partai politik yang berpotensi mengusung DIAmi, berdasarkan surat yang diterima ada sebanyak 11 partai. Untuk nama partainya, Danny menyebut diantaranya adalah Partai Gerindra, PPP, dan yang lain akan diumumkan dalam waktu dekat ini.
“Total partai yang sudah punya kursi ada 7 dan yang tidak punya kursi ada 4. Jadi total 14 partai. Nanti kita launching setelah dikasih,” singkatnya. (ita-arf/rus)

MAKASSAR, BKM — Jalan Santai Golkar (Jago) jilid II berlangsung sukses, Minggu (19/11). Sayangnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham yang sedianya melepas para peserta, mendadak batal.
Pria asal Pinrang itu tiba-tiba dipanggil ke Jakarta pada Minggu subuh. Padahal ia sudah menginap di Makassar untuk persiapan menghadiri acara ini.
Informasi yang diperoleh BKM, Idrus Marham tiba-tiba dipanggil kembali ke Jakarta untuk urusan partainya. Ada sesuatu yang penting untuk dibahas terkait status hukum Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto.
Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel HA Kadir Halid, membenarkan jika Idrus tiba-tiba berangkat ke Jakarta karena ada urusan partai. Hal itu juga sudah disampaikan ke Nurdin Halid.
”Ada acara yang harus diikuti (Idrus Marham) di Jakarta. Sudah disampaikan Pak NH,” ujar Kadir Halid melalui telepon selular, kemarin.
Meski begitu, para peserta Jago jilid II yang dilepas di Lapangan Karebosi tampak antusias. Massa yang berasal dari berbagai daerah ini tumpah ruah dalam acara yang sekaligus menemarakkan rangkaian HUT Golkar ke-53.
Ketua Steering Committee Jago Jilid II Yahya Zaini, mengatakan banyaknya massa yang mengikuti kegiatan ini merupakan bukti kecintaan mereka terhadap Golkar. Didampingi Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid dan Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta, Yahya menilai Jago II sangat sukses.
“Laporan dari panitia pelaksana, Jago Jilid II menghadirkan sekitar 300 ribu massa. Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat. Inilah bentuk kecintaan masyarakat, dan kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Yahya.
Ada banyak tokoh yang hadir dalam acara ini. Diantaranya anggota DPR RI Dr Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua DPP Dr dr Ula Nurcahyati, Syamsuddin Manja, Andi Rio Padjalangi, mantan Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Tanribali Lamo, serta mantan Gubernur Sulsel HM Amin Syam.
Tokoh lokal yang hadir seperti Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Bupati Luwu Timur Thorig Husler, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, Wakil Bupati Bone H Ambo Dalle, mantan Bupati Toraja Tarsis Kodrat dan CEO PSM Munafri Arifuddin. Hadir juga sejumlah kelompok relawan besar yang siap memenangkan NH-Aziz pada pilgub Sulsel 2018.
Jago II ini menjadi hari istimewa bagi Nurjannah, warga Pattalassang, Kabupaten Gowa. Ia berhasil meraih hadiah satu unit rumah. Nurjannah berteriak histeris ketika nomor undiannya disebut oleh istri NH secara berulang. Tak hanya itu, Nurjanna yang diberi kesempatan untuk memberikan sepatah kata, memanfaatkan kesempatan mengkampanyekan NH-Aziz sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dipilih nanti.
“Saya warga Pattalassang mengajak untuk memilih pasangan NH-Aziz di pilgub,” teriak Nurjannah.
Adapun yang mendapat hadiah satu unit mobil yakni Sulyadi Abbas. Pria ini sehari harinya bekerja sebagai staf Humas DPRD Makassar. Sulyadi mengaku kaget, sebab datang di Jago II untuk foto- foto, namun akhirnya dapat rezeki mobil.
Wakil Ketua Panitia Jago Jilid II Rahman Pina sangat mengapresiasi tingginya antusiasme warga Sulsel dalam mengikuti jalan santai ini. “Ini lebih banyak dari sebelumnya. Lebih dari 300.000 kupon jalan santai yang tersebar. Ini enam kali lipat lebih banyak dari jago I,” bebernya. Jago I hanya menargetkan peserta 52.000.
Tak ayal, area di sepanjang rute Jago jilid II, yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Haji Bau, Pantai Losari, Jalan Arief Rate, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Slamet Riyadi, dan Jalan Ahmad Yani menjadi lautan manusia.
Para peserta Jago Jilid II tersebut mengenakan pakaian bercorak kuning, warna khas Partai Golkar. Ikut menghibur sejumlah artis ibu kota. Seperti Aty Kodong, Ical D Academy, Rany D Academy serta artis lokal Duo Cetar. (rif)