pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bahas Kasus Bupati Takalar, Jaksa Dianiaya Tamunya

MAKASSAR, BKM — Tragis peristiwa yang dialami Taswin Imransyah (43). Ia menjadi korban penganiayaan oleh seseorang yang datang menemuinya di kompleks perumahan The Mutiara Blok B3 nomor 10, Kecamatan Panakkukang.
Taswin yang merupakan seorang jaksa di Kejaksaan Agung RI mengalami kejadian tersebut, Senin (20/11) pukul 14.00 Wita. Diapun melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolsek Rappocini sesaat setelah penganiayaan berlangsung.
Kepada polisi yang menerima aduannya, Taswin menjelaskan, pelaku bersama rekannya datang bertamu ke rumahnya. Ia lalu mempersilakannya untuk duduk di ruang tamu.
Korban dan pelaku kemudian terlibat perbincangan yang alot. Mereka membahas perkara yang menjerat Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin. Entah apa sebabnya, tak lama berselang pelaku langsung menganiaya korban menggunakan benda tumpul.
Akibatnya, Taswin mengalami bengkak pada bagian kepala sebelah kiri dekat telinga. Ada pula luka terbuka pada bagian pelipis. Usai menganiaya korban, pelaku langaung kabur.
Petugas kepolisian yang menerima laporan korban, langsung bergerak melakukan pengejaran. Hasilnya, pelaku berhasil diamankan di rumahnya.
Belakangan diketahui jika pelaku berinisial AM itu merupakan menantu Burhanuddin Baharuddin yang kini ditahan penyidik Kejati Sulsel.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap yang dihubungi, Selasa (21/11), membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan itu. Pelaku AM, kata Ananda, merupakan kerabat bupati Takalar. Sementara korban adalah seorang jaksa.
”Betul, korban datang melapor ke Polsek Panakkukang karena dianiaya. Terlapor telah kami jemput di rumanya untuk dimintai keterangannya. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” jelas Kapolsek.
Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh. Dia beralasan, korban dalam kasus dugaan penganiayaan itu bukanlah jaksa yang bertugas di Kejati Sulsel.
Salahuddin menegaskan pula bahwa peristiwa menganiayaan itu tidak ada hubungannya dengan perkara yang kini ditangani oleh penyidik Kejati Sulsel. Sebab, nama jaksa yang jadi korban penganiayaan tersebut tidak terdaftar dalam tim penyidik salah satu perkara yang kini tengah ditangani.
“Saya sudah cek, nama jaksa itu tidak ada dalam tim penyidik Kejati Sulsel yang menangani kasus tersebut,” pungkasnya. (ish-mat/rus)



×


Bahas Kasus Bupati Takalar, Jaksa Dianiaya Tamunya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar