pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Beberapa pekan terakhir mencuat wacana ibu kota negara akan dipindahkan, mengingat aktivitas di Jakarta saat ini sudah sangat padat. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pun cukup getol dan meyakini jika daerah yang ini sangat tepat menjadi ibu kota negara dengan berbagai alasan.
Namun, ketika Presiden Joko Widodo berada di Makassar selama dua hari, Syahrul yang terus mendampinginya mengaku tak berani membahas masalah itu.
“Jujur saja, saya tidak berani membahas masalah itu. Saya berani bicara di luar saja. Kemarin (saat peringatan Hari Koperasi Nasional/Harkopnas ke-70) dalam sambutan saya mau bilang, tapi takut meledak,” ungkap Syahrul usai mengantar Jokowi ke Galaktika Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (13/7).
Namun dia menekankan, banyak alasan kenapa Sulsel sangat tepat menjadi ibukota negara. Sekitar lima tahun lalu, jika membuat bentuk simbolis, kalau peta Indonesia dilipat, tengah-tengahnya itu ada di Sulawesi. Sulsel menjadi titik simpul yang mempertemukan Indonesia bagian barat dan timur.
Dari segi sarana dan prasarana, Sulsel infrasfruktur di Sulsel cukup kuat. Mulai jalan, bandar udara, pelabuhan, dan saat ini sementara dirintis kereta api trans Sulawesi.
Hanya saja, bukan hanya Makassar yang menjadi lokasi daerah yang diusulkan sebagai ibu kota negara. Tapi juga Parepare, Bantaeng dan Sidrap.
Syahrul mengaku kapan saja siap disupervisi Bappenas dan dianggapnya sangat wajar, karena banyak negara yang juga melakukan pemindahan ibu kota.
“Sulsel ini pemberian terbesar dari Allah, dengan posisi yang ada di tengah Indonesia. Sangat strategis tempatnya dan selalu senantiasa siap jadi pilar negara. Tapi saya takut ini hanya sekadar diwacanakan,” ungkap Syahrul.
Faktor lain yang menjadi alasan ibu kota sangat tepat dipindahkan ke Sulsel, karena daerah ini bebas dari tsunami dan tidak ada gunung aktif.
“Kalau ditakutkan bencana alam, bukan cuma di Kalimantan, di sini sampai 200 tahun juga tak ada ancaman itu. Oleh karena itu, yang paling tepat agar biayanya jangan lagi mulai dari nol, ya di sini,” tandasnya.
Di hari kedua kunjungannya di Sulsel, kemarin pagi Presiden Jokowi meresmikan pemanfaatan kembali Pasar Rakyat Maros Baru, Kabupaten Maros. Hadir mendampingi Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti dan Kapolda Irjen Muktiono.
Saat turun dari mobil, Presiden Jokowi langsung disambut Bupati Maros Hatta Rahman. Kemudian rombongan Presiden Jokowi berjalan ke Pasar Baru Maros. Jaraknya sekitar 30 meter.
Hal pertama yang dilakukan Presiden Jokowi saat tiba di Pasar Rakyat Maros Baru adalah menandatangani prasasti peresmian Pasar Rakyat Maros Baru pukul 07.57 Wita.
Ada yang menarik ketika Jokowi dipersilakan untuk melakukan pengguntingan pinta pertanda diresmikannya penggunaan pasar tersebut. Dia menolak menggunting pita tersebut. Presiden lalu meminta salah seorang perwakilan pedagang untuk melakukan prosesi tersebut.
Jokowi yang ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan SYL berada di lokasi acara hanya sekitar 32 menit.
Sebelum meninggalkan Pasar Rakyat Maros Baru, Jokowi membagikan baju kaus dan selendang. Paspampres melemparkan baju kaus dan selendang itu ke kerumunan warga.
Syamsuddin (45), salah satu warga beruntung mendapatkan selendang dan baju kaus. Ia mengatakan, pemberian Presiden Jokowi sangat bernilai.
“Saya tidak melihat dari barang yang diberikan. Tetapi nilai barangnya yang diberikan langsung Bapak Presiden,” kata Syamsuddin.
Tidak hanya itu, dalam perjalanan ke Galaktika Lanud Hasanuddin Maros, Presiden Jokowi kembali membagikan buku kepada murid Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 26 satu atap Pattallassang, Maros.
Para murid dan siswa sejak pagi tadi berdiri di depan sekolah menyambut rombongan Presiden Jokowi. Setelah itu, Jokowi melanjutkan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur. (rhm/rus)

PRESTASI bukan hanya sebuah label. Namun lebih daripada itu. Prestasi adalah simbol dari kerja keras, ketekunan belajar, dan sebuah doa.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SEJATINYA, sebuah prestasi bukanlah sesuatu yang dicapai dengan instan. Butuh perjuangan besar untuk bisa meraihnya. Karena tidak mudah menjadi seseorang yang berbeda dibanding orang lain dari sisi positif.
Pada sebuah sebuah pagi di kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan. Terlihat ratusan orang yang ambil bagian dalam kegiatan pertandingan olahraga dan seni, yang merupakan rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXIV tingkat Provinsi Sulsel.
Salah satu yang dilombakan adalah yel-yel antarorganisasi perangkat daerah (OPD) KB. Diantara kerumunan banyak orang, terlihat ada dua orang yang memandu lomba yel-yel tersebut. Satu pria dan satu wanita. Keduanya mengenakan selempang berwarna hitam dengan tulisan warna kuning; Juara I Duta Genre Indonesia 2016
Ternyata, mereka adalah Duta Genre (Generasi Berencana) asal Sulsel yang telah berhasil meraih juara pertama dalam ajang pemilihan pada tingkat nasional di 2016 lalu. Jawara Duta Genre nasional laki-laki tersebut bernama Muhammad Auzan Haq. Karib disapa Auzan.
Usai melaksanakan tugas yang diamanahkan kepadanya, Auzan tak sungkan berbagi pengalamannya dengan penulis. Ia bercerita banyak tentang apa itu Duta Genre, dan bagaimana ia akhirnya bisa keluar sebagai juara nasional.
Saat ini Auzan tengah menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin angkatan 2015. Ia bermukim di Jalan Mangga I nomor 317 Kabupaten Gowa. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan suami istri Asnawi Haduka dan Nurhaedah.
Dijelaskan Auzan, Genre merupakan sebuah program BKKBN yang ditujukan bagi generasi muda. Menjadi wadah untuk menciptakan dan melahirkan generasi berkualitas.
Penyebarluasan program Genre melalui dua wadah, yaitu Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR).
PIK remaja bergerak di ranah remaja. Sedangkan BKR sendiri sasarannya adalah keluarga yang memiliki remaja.
“Jadi PIK ini dari, oleh, dan untuk remaja. Sedangkan BKR sasarannya keluarga. Kita tahu keluarga adalah madrasah pertama bagi remaja, sehingga juga perlu dibina keluarganya,” kata Auzan.
Awalnya, Auzan mengikuti lomba tentang kependudukan yang dilaksanakan BKKBN Sulsel kala masih duduk di bangku SMA. Ia juga tercatat pernah mengikuti lomba pidato kependudukan se-Sulsel saat kuliah.
Kebetulan, waktu itu ia sekamar dengan Duta Genre 2014. Auzanpun berdiskusi banyak saat itu, hingga pada akhirnya ia diajak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Genre Sulsel.
Akhirnya Auzan pun bergabung dengan kegiatan-kegiatan Genre. Usai mengikuti berbagai kegiatannya, Auzan kemudian memiliki cita-cita untuk menjadi Duta Genre pula.
Ia mulai mencari-cari informasi lebih jauh mengenai Genre. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain informasi mengenai Genre yang didapat, Auzan juga memeroleh kabar tentang berbagai kegiatan PIK remaja. Saat itu pulalah ia lalu bergabung dengan PIK Remaja Unhas.
Dari situ lah ia mulai mendapat informasi tentang pendaftaran Duta Genre Indonesia 2016. Auzan mendaftar untuk perwakilan Makassar. Seleksinya cukup ketat, karena harus bersaing dengan kandidat lainnya dari seluruh wilayah di Sulsel. Sampai pada akhirnya terpilihlah Auzan sebagai Duta Genre Sulsel yang mewakili Provinsi Sulsel untuk berlaga di tingkat nasional.
Pemilihan Duta Genre nasional dilaksanakan di Bogor pada 1 November 2016. Auzan harus bersaing dengan 68 peserta lain dari seluruh Indonesia. Rangkaian tes yang cukup panjang membuat pemilihan ini menjadi sangat kompetitif.
“Banyak yang masuk kategori penilaian. Mulai dari berkas, penilaian saat kegiatan, keaktifan, sampai perkembangan media sosial masing-masing peserta. Tapi Alhamdulillah, dari semua itu saya berhasil juara satu,” tuturnya.
Kegiatan yang diikuti menjadi sangat berkesan bagi Auzan. Baginya, bertemu dengan remaja-remaja yang ada di perkampungan, pedesaan, jalanan, dan di lapas, maupun yang menyandang disabilitas selama kegiatan, adalah hal yang tak terlupakan dalam hidupnya.
“Di balik remaja yang saat ini cenderung apatis, Duta Genre memiliki kepedulian dan aspek sosial yang bagus,” ucap Auzan.
Auzan berharap semoga Duta Genre tetap mengembangkan eksistensinya. “Program Genre ini tidak hanya dikhususkan bagi mereka yang menjadi Duta Genre. Semua komunitas di Makassar pun bisa menerapkan program Genre. Karena ada begitu banyak pembelajaran di dalamnya,” tutup Auzan. (*/rus/b)

MAKASSAR, BKM — Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan berada di Kota Makassar hari ini, Rabu (12/7). Ia akan menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 tahun 2017 di Lapangan Karebosi.
Namun, sebelum masuk ke tribun upacara untuk membuka acara, presiden bersama Menteri Koperasi dan UKM, gubernur Sulsel, wali kota Makassar dan ketua umum Dekopin pusat lebih dulu mengunjungi Badan Usaha Lorong (Bulo) di lorong 96, Jalan Lompobataang, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang. Rombongan melihat secara langsung lorong Bulo (Badan Usaha Lorong) yang merupakan program Pemkot Makassar.
Hampir sebulan lamanya warga membenahi lorongnya. Dimulai dengan melakukan penanaman cabai, tomat, sawi hingga bunga kol di dalam pot. Mereka juga melakukan melakukan pengecetan jalan paving blok serta dinding lorong dengan berbagai warna. Dipastikan lorong ini telah 100 persen siap tampil dan menyambut kedatangan orang nomor satunya Indonesia.
Ketua RT 04, RW 01, Syahriah Kulle menyebut, sebanyak 72 kepala keluarga (KK) tinggal di lorong 96. Mereka sebagian besar tergolong warga menegah yang memiliki penghasilan tetap. Meski demikian, tetap saja ada beberapa warganya yang menengah ke bawah atau belum memiliki penghasilan tetap tiap bulan.
Soal rencana kunjungan presiden ke dalam lorongnya, Syahriah dan warganya menganggap itu suatu kebanggaan dan kehormatan. Sebab belum ada orang penting yang datang berkunjung ke dalam lorong 96, baik dari kalangan Pemkot Makassar maupun presidan.
“Sebenarnya ini lorong sudah lamami rapi. Kita kembali benahi karena kan dibilang mau datang Pak Presiden. Jadi harus kita perlihatkan yang baik. Yang kita benahi ini seperti jalan dengan mengecat lorong sepanjang 100 meter. Itu mulai dikerja awal bulan ini. Catnya itu didanai ketua LPM dan kelurahan. Sementara warga hanya berpartisipasi dalam bentuk tenaga atau turun mengecat dan sumbang air minum serta makanan. Sekarang pembenahan sudah selesai. Tinggal menunggu Pak Presiden,” katanya.
Dia menambahkan, cabai-cabai yang ada dalam pot semuanya merupakan bantuan Dinas Ketahanan Pangan (DPK) Makassar. Sejak Januari hingga Juni ini, warga lorong 96 telah panen sebanyak tiga kali hasil dari budidaya cabai dan sayuran lain.
“Sejak Januari sudah ada Bulo disini. Awalnya satu bungkus bantuan bibit cabai kita dikasih DKP Makassar. Satu bungkus isinya 300 lebih. Itupun tidak semuanya yang tumbuh. Bantuan kedua dan ketiga sudah banyakmi. Tapi tetap pasti 50 persen mati. Sisanya itu yang bisa di panen. Kita lebih banyak konsumsi sendiri. Hasilnya diolah menjadi saus cabai,” terangnya. (arf/rus)

MAKASSSAR, BKM — Tuan rumah PSM Makassar berhasil meraih tiga poin usai membekap tamunya, Bhayangkara FC (BFC) dengan skor 2-1 di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (9/7). Dua gol PSM dicetak Syamsul Haeruddin dan Reinaldo da Costa di menit 17 serta 87. Sementara gol semata wayang tim tamu dicetak Lee Yoo-joon di penghujung babak kedua.
Kemenangan Reinaldo dkk semakin mengokohkan tim besutan Robert Rene Albret tersebut di puncak klasemen sementara Liga 1 Gojek Traveloka 2017 dengan 26 poin dari 13 laga. PSM dibayang-bayangi musuh bebuyutannya, Persipura Jayapura dengan 23 poin dari 13 laga yang telah dimainkan. Serta Arema Cronus dengan 22 poin juga dengan 13 laga.
Sejak kick off dibunyikan wasit Mustika Hadi, kedua tim langsung mengambil inisiatif menyerang. BFC memberikan perlawanan sengit hingga laga berakhir.
Sebaliknya, PSM tampil agresif sejak menit awal. Tekanan demi tekanan menggempur pertahanan tim tamu yang dimotori Rizky Pellu dan Ghozali Siregar.
Gol tuan rumah akhirnya tercipta dari pemain veteran Syamsul Haeruddin pada menit ke-17. Tendangan voli gelandang asli Makassar itu tak mampu dibendung penjaga gawang BFC, Awan Setho. Skor 1-0 skuad Juku Eja memimpin. Hingga 45 babak pertama berakhir skor 1-0 untuk PSM tak berubah.
Memasuki babak kedua, PSM mempertahankan ritme permainan dengan melakukan serangan cepat. Tapi Reinaldo da Costa yang mendapat kawalan ketat dari Indra Kahfi dan Jajang Mulyana tak bisa berkutik.
Pada menit 63, coach Robert Rene Albert kemudian melakukan pergantian pemain. Syamsul ditarik keluar digantikan Ferdinand Sinaga. Sementara Bhayangkara memainkan Guy Junior menggantikan Ilham Udin Armaiyn.
Memasuki menit ke 87, serangan sporadis yang dibangun skuad Juku Eja berbuah manis. Pluim yang dijatukan di kotak terlarang memaksa wasit menunjuk titik putih. Reinaldo sukses menjalankan tugasnya sekaligus membawa timnya unggul 2-0.
Di penghujung babak kedua, tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan melalui pemain asingnya Lee Yoo-joon. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Robert Rene Albert memberi apresiasi terhadap keberhasilan skuatnya mengalahkan Bhayangkara FC. ”Bangga kepada semua pemain yang berhasil memenangkan pertandingan,” ujarnya. (ila)

PANGKEP, BKM — Duka mendalam masih menyelimuti tiga keluarga korban tenggelam jolloro di perairan Pulau Salebbo-Samatellu, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Rabu (5/7) lalu. Meski istri, anak serta saudaranya yang tewas dalam kecelakaan laut ini sudah dikuburkan, Kamis (6/7) di Pangkajene dan Parenreng, Kecamatan Segeri, namun mereka masih menunggu ditemukannya orang-orang yang dicintainya.
Amirullah yang ditemui di rumah duka di Jalan Flamboyan sebelum jenazah istrinya, Ramlah dan putrinya dimakamkan, dengan wajah sedih ia berusaha untuk tetap tegar. Dia berharap putra ketiganya, Muliansar yang hingga Jumat (7/7) belum juga ditemukan, bisa segera didapat oleh tim pencari.
“Saya sudah pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT. Ini sudah menjadi ketentuan-Nya,” ujar Amirullah dengan nada sedih.
Amirullah membantah jika jolloro yang ditumpanginya bersama keluarga kelebihan muatan. ”Yang saya saksikan, dari depan ada gelombang tinggi yang disertai sulili (arus air laut yang berputar). Ini yang tidak bisa dihindari juru mudi jolloro. Semestinya menghindari arus itu. Beberapa kali saya sampaikan, tapi dia tetap melawan arus,” ujarnya.
Namun, tambahnya, semua telah terjadi. Istri dan anak perempuannya meninggal dunia dalam tragedi tersebut. Sementara seorang anak laki-lakinya belum ditemukan.
Tetangga Ruskiman bernama Andi Bangsawan yang sudah menganggap keluarga korban sebagai bagian dari keluarganya, sangat berharap tim Basarnas secepatnya bisa menemukan korban yang masih dinyatakan hilang. Terutama anak Ruskiman bernama Haikal (9).
Masih selalu terbayang di wajahnya tentang sosok Haikal. Karena setiap pulang sekolah, Haikal biasa dia main di rumah Bangsawan. ”Haikal itu jago tennis meja. Mungkin ikut bakat bapaknya yang pelatih tenis meja. Mudah-mudahan bisa ditemukan. Apalagi ibunya, Hasmawati dan kakaknya, Fausiah sudah meninggal dunia dalam peristiwa ini,” kata Bangsawan dengan mata berkaca -kaca.
Kesedihan mendalam juga dirasakan Yulsanti (20). Ia datang ke dermaga Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, kemarin. Ia masih terus menunggu ditemukannya sang suami, Abd Rahman yang masih hilang pascakejadian.
“Saya bersama keluarga terus menanti dan berharap suamiku bisa ditemukan,” kata Yulsanti dengan nada sedih. Wanita berhijab yang tinggal di Kampung Parenreng, Kecamatan Segeri ini tengah mengandung anak pertamanya. Usia kandungannya sudah delapan bulan.
Hingga kemarin, tim Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan. Kepala Kantor SAR Makassar, Amiruddin mengatakan, pihaknya masih mencari korban dengan menyisir wilayah perairan di sekitar laut tempat kejadian.
”Wilayah pencarian telah diperluas ke perairan lain di wilayah Kepulauan Pangkep. Upaya pencarian akan dilakukan selama satu minggu,” ujar Amiruddin.
Disebutkan Amiruddin, ada 21 tim yang terlibat dalam pencarian. Selain Basarnas, ada juga dukungan dari SAR umum, BPBD Pangkep, SAR Antariksa, SAR 45 Unibos, Syahbandar Biringkassi, KPA Pekar, Damkar Pangkep, Polres Pangkep, Polair Pangkep.
Ada juga Tim DVI Polda Sulsel, Tagana Pangkep, Kodim 1421, SAR Pinrang, KRI Birang AL, KPA Metamorfosis, Polairud, TNI AL, Paramotor TNI AU, POSSI Pangkep dan KPA Pelita Romang. Bahkan, Tim Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulsel yang dipimpin Mayor Tek Supardi ikut juga menurunkan alat terbang rendah.
“Selain itu, Basarnas juga menggunakan alat pesawat tanpa awak (drone),” terang Amiruddin.
Amiruddin menambahkan, dirinya baru saja menerima arahan dari Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono bersama Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Wabup Syahban Sammana, sejumlah perwira Polda Sulsel, wakapolres dan beberapa pejabat lainnya.
”Kapolda meminta kami untuk kompak dan bekerja bersama seluruh tim pencari korban tenggelam dari jolloro ini. Hari ini (kemarin) kita memanfaatkan alat paramotor untuk memantau dari udara beberapa titik wilayah perairan di sekitar lokasi tenggelamnya jolloro. Saya luruskan, korban tewas dalam kecelakaan laut ini sebanyak lima orang,” jelas Amiruddin. (udi/rus/b)