pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BUKAN hanya berbenah untuk meningkatkan fasilitas bagi penumpang kapal laut. PT Pelindo IV juga terus memperbaiki infrastruktur bagi bongkar muat barang.

Laporan: Rahmawati Amri

DALAM sebuah kesempatan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi, mengemukakan jika Makassar berpotensi menjadi pelabuhan utama. Alasannya, aktifitas bongkar muat begitu ramai.
Selama ini, pelayanan bongkar muat barang di Pelabuhan Soekarno-Hatta kerap dikeluhkan. Masa tunggu hingga barang diproses untuk pemuatan atau pembongkaran bisa memakan waktu berhari-hari karena sejumlah kendala.
Ternyata, persoalan bongkar muat di pelabuhan tersebut sudah mendapat perhatian langsung Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia menginstruksikan, durasi proses bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time) maksimal 2,5 hari. Menindaklanjuti intruksi itu, PT Pelindo IV segera berbenah.
Menurut Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung, selama ini, pihak terkait telah berupaya melakukan penurunan semua dwelling time. Antara lain dengan membentuk desk dengan melibatkan semua pihak terkait. Mulai dari pelaku usaha, pemerintah daerah dan kepolisian.
“Dengan demikian, seluruh hambatan yang ada bisa dapat segera diatasi. Dwelling time terus diupayakan dalam kisaran stabil antara 2,5 atau di bawah 2,5 hari. Ini telah memenuhi keinginan Bapak Presiden Joko Widodo, seperti telah disampaikan beberapa waktu lalu yang pada peresmian Jakarta New Port,” jelas Doso Agung.
Kepala Otoritas Pelabuhan, Dirut Pelindo IV serta pihak-pihak terkait terlibat dalam upaya penurunan dwelling time. Diantaranya Pelabuhan Makassar, Kapolres Pelabuhan, Bea Cukai, Balai Karantina dan Syahbandar yang ada di wilayah Pelindo IV.
Doso berharap semua pihak terus menjaga agar dwelling time dapat dipertahankan di angka maksimal 2,5 hari. Informasi terakhir diperoleh angka pencapaian dwelling time Pelindo IV telah menyentuh 2,48 hari.
Kapolda Sulsel, instansi terkait seperti otoritas pelabuhan, bea cukai, perdagangan dan perindustrian, karantina, dan instansi lainnya serta PT Pelindo IV selaku operator pelabuhan telah bekerja sama dengan sangat baik untuk menurunkan capaian dwelling time.
Selain itu, tinggal menunggu waktu, akan hadirnya Makassar New Port (MNP) yang akan menggenjot peningkatan pelayanan pelabuhan di segala bidang.
New Port Makassar yang masih dalam tahap pembangunan itu nantinya langsung terintegrasi dengan pelabuhan lama dan bandara dengan menggunakan jalan tol. PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) terus menggenjot proses pengerjaan proyek pembangunan MNP tahap I.
Sekretaris Perusahaan PT Pelindo IV, Baharuddin M menyatakan, untuk tahap I, proyek yang menelan total investasi sebesar Rp1,8 triliun itu ditargetkan sudah bisa beroperasi pada triwulan III/2018 nanti.
Per Oktober 2016 lalu, BUMN Kepelabuhanan ini sudah melakukan proses pekerjaan proyek MNP untuk paket B dan C, dengan pagu anggaran masing-masing sebesar Rp1,06 triliun dan Rp228 miliar.
Proyek MNP paket B diantaranya meliputi reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan container kurang lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan minimal draft -16,0 mLWS.
Sedangkan untuk Paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter.
Proyek ini sengaja dibangun secara paket agar dapat dilakukan serentak, sehingga penyelesaiannya lebih cepat dan dilakukan secara terus menerus. Proyek MNP tahap I ditargetkan selesai pada triwulan II/2018.
Pelindo IV telah merampungkan paket I A yang terdiri dari pekerjaan pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan peti kemas.
Secara keseluruhan, tahap I direncanakan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta TEUs. Sedangkan tahap II akan memiliki kapasitas hingga 2 juta TEUs. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Citra kepolisian lagi-lagi tercoreng. Seorang oknum anggotanya diamankan karena bersama kawanannya membobol counter handphone (HP).
Ginanjar Priyo Atmodji alias Anjar (34) nama anggota polri itu. Ia diamankan, Jumat dinihari (7/7) pukul 01.40 Wita. Setelah menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar, ia dibawa Resmob Polres Soppeng yang dipimpin Aiptu Asdar.
Sebelumnya, Anjar bersama kelompoknya terlibat kasus pencurian di wilayah hukum Polres Soppeng. Tepatnya di Cabbengnge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.
Warga Jalan Rajawali I Lorong 13, Kelurahan Panambungang, Kecamatan Mariso itu terlibat dalam aksi pencurian pada hari Senin (22/5) lalu di Cabbengnge. Pelaku berhasil membawa harta korban bernama Yanis Putra Sanjaya. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp130 juta.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan penangkapan oknum polisi tersebut, ketika dikonfirmasi kemarin. Anjar yang berpangkat aiptu diamankan tim Polres Soppeng setelah menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar.
“Oknum anggota itu menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar. Dalam catatan Polres Soppeng, dia terduga terlibat dalam aksi pencurian bersama kawanannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia kemudian menyerahkan diri pada hari Kamis (6/7) pukul 16.00 Wita. Ditemani oleh keluarganya bersama Kanit Provost Polsek Mamajang,” terang Dicky.
Sesaat setelah penyerahan diri Anjar, pihak Polrestabes Makassar kemudian berkoordinasi dengan Polres Soppeng. Anjar yang terakhir bertugas di Satuan Sabhara Polsek Mamajang lalu dijemput untuk kemudian dibawa ke Mapolres Soppeng guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Soppeng, AKBP Indra Lufrianto yang dikonfirmasi, membenarkan adanya oknum polisi asal Makassar yang diamankan pihaknya. Kata dia, oknum tersebut masih dalam pemeriksaan.
”Penyidik masih melakukan pemeriksaan terkait kasus pencurian. Berdasarkan laporan korban, oknum itu membawa kabur puluhan handphone saat membobol counter,” terang Indra.
Berbagai merek HP meraka gasak. Masing-masing HP Samsung 26 unit, HP Stewberry 22 unit, Nokia 30 unit, VIVO lima unit, Mito empat unit, Andromax enam unit dan laptop.
Kapolres menjelaskan, keterlibatan Anjar dalam kasus ini berawal setelah pihaknya terlebih dahulu mengamankan seorang rekannya bernama Iwan.
”Dari keterangan Iwan inilah diketahui jika oknum polisi tersebut terlibat,” jelas Indra. (ish/rus)

MAKASSAR, BKM — Tiga artis yang bermain dalam Film Filosofi Kopi 2 hadir di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (7/7). Mereka adalah Rio Dewanto, Chicko Jerickho dan Luna Maya. Kedatangan ketiganya sekaligus menghadiri gala premier di Cinema XXI Trans Studio Mall.
Film garapan Visinema Pictures bekerja sama ini 13 Entertainment mengambil lokasi syuting salah satunya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Baik Rio, Chicko maupun Luna mengaku baru pertama kalinya menginjakkan kaki di destinasi wisata Provinsi Sulsel itu.
”Terus terang, kita baru pertama kali berkunjung ke Tana Toraja. Suasananya begitu mengesankan. Saya suka,” kata Luna.
Filosofi Kopi 2 akan tayang perdana di bioskop tanah air pada 13 Juni mendatang. Film ini mengisahkan lanjutan perjalanan dua sahabat, yakni Ben (Chicko Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) untuk menghidupkan kembali kedai Filosofi Kopi, KOPI, membangun dan menjadikannya kedai dengan racikan kopi terbaik.
Film ini disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Skenario ditulis Jenny Jusuf, Irfan Ramly, Angga Dwimas Sasongko. Produser Anggia Kharisma, Chicco Jerikho, Rio Dewanto. Pemain Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Luna Maya, Nadine Alexandra, Ernest Prakasa, Tio Pakusadewo, Joko Anwar, Whani Darmawan. (jun/rus)

PANGKEP, BKM — SMKN 1 Bungoro menggelar Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Power Point di ruangan guru, Rabu (5/7). Tujuannya, agar guru dapat membuat media pembelajaran dari software power point dan menggunakannya saat mengajar, sehingga siswa lebih antusias untuk belajar.
Selain itu, dengan metode ini guru memiliki banyak variasi di dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa. Guru akan meninggalkan sistem pembelajaran konvensional yang kadang membosankan bagi siswa. Dengan cara ini siswa dapat memahami materi dengan baik.
Kepala SMKN 1 Bungoro, Drs H Muh Akbar Parollei,MM  mengatakan, dengan adanya workshop ini guru dapat mengikuti perkembangan teknologi dan tak ada lagi guru yang gaptek (gagap teknologi).
“Dengan adanya workshop ini, semua guru dapat menggunakan teknologi untuk menyalurkan ilmunya kepada siswa, sehingga lebih memahami ilmu yang diberikan oleh guru,” ujarnya. (nur)

PANGKEP, BKM — Hingga Kamis (6/7), empat korban tenggelamnya kapal ambulans di Perairan Pulau Samatellu, Desa Mattirowalie, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Pangkep belum juga ditemukan. Tim BNPB, BPBD, Satuan Polisi Air masih terus melakukan pencarian. Keempat korban yang hilang itu yakni Hamka, Haikal, Abd Rahman dan Ansar.
Sementara 11 orang penumpang telah ditemukan dalam keadaan selamat. Masing-masing Edi, Santi, Raodah, Aliyah, Fattan (juru mudi kapal), Irma, Amirullah, Andi, Andi Rahim, Mustakim dan Syamsuriyadi.
Nasib tragis dialami dua keluarga dalam kejadian ini. Yakni Amirullah yang berdomisili di Jalan Flamboyan, dan Sukirman yang bertempat tinggal di Kompleks Perumahan Haji Rako. Sanak famili mereka menjadi korban pada peristiwa tenggelamnya perahu jolloro yang dijadikan ambulans desa, Rabu (5/7) pukul 15.00 Wita.
Enam penumpang meninggal dunia. Dua orang keluarga Amirullah yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa yakni Hj Ramlah (istri) dan Mulianti (anak). Sementara satu anaknya yang lain, Muliansar (16) belum ditemukan.
Hal serupa menimpa keluarga Ruskiman yang ikut dalam rombongan ini. Istrinya Hasmawati (40) dan anaknya Fausiah (16) ikut tenggelam dan meninggal. Sedang anak bungsunya, Haikal (9) belum ditemukan. Seorang adik Ruskiman juga tewas dalam insiden kecelakaan laut ini.
Seluruh korban merupakan satu rombongan pulang dari Pulau Samatellu tujuan dermaga Maccini Baji, Pangkep. Mereka baru saja usai menghadiri hajatan pernikahan Syam, Kepala Desa Mattirowalie di Pulau Samatellu.
Suasana duka menyelimuti keluarga Amirullah kala BKM bertandang ke kediamannya, kemarin. Ia tampak terpukul dan teramat sedih ditinggal istri dan anaknya.
”Kami kehilangan tiga orang. Istri dan dua anakku,” tuturnya sambil berusaha tegas.
Dijelaskan Amirullah, putrinya Mulianti dalam waktu dekat akan menyelesaikan studi profesinya sebagai apoteker di Unhas. Namun Tuhan berkehendak lain. Calon apoteker itu menemui ajal dalam sebuah peristiwa kecelakaan laut. Sementara Muliansar yang belum ditemukan, baru naik kelas XI SMA Negeri 1 Pangkajene.
Amirullah yang silih berganti menemui pelayat, kemudian menceritakan peristiwa yang dipastikan merenggut dua nyawa keluarganya. Dia ke Pulau Samatellu bersama keluarga berjumlah enam orang.
”Mulyadi, anak saya itu paling terpukul. Karena dia yang berusaha terus menolong ibu dan kedua adiknya. Namun ketiganya tak terselamatkan. Mulyadi itu sempat menyodorkan papan kepada ibu dan kedua adiknya. Namun nasib berkata lain, istri dan satu anakku ditemukan tewas. Sementara Muliansar belum ditemukan,” tuturnya sedih.
Pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pangkep ini mengaku tidak punya firasat apapun, jika dirinya mesti kehilangan tiga orang keluarga yang begitu sangat dicintainya. “Kejadian ini sungguh di luar dugaan. Semuanya sudah menjadi ketentuan Allah SWT,” ujarnya pasrah.
Amirullah juga menjelaskan, sebelum berangkat ke pulau, dirinya sempat mendengar percakapan telepon antara anaknya Mulianti dengan teman kuliahnya. ”Anak saya bilang ke temannya, dia mau pergi jauh. Setelah itu, saya tidak dengar lagi suaranya dan apa kelanjutan yang dibicarakan,” kenangnya.
Usai dari rumah Amirullah, BKM mendatangi kediaman Ruskiman di Kompleks Perumahan Haji Rako. Rumah ini terlihat kosong. Karena jenazah istri dan anak Ruskiman langsung dibawa ke kampungnya di Parenreng, Kecamatan Segeri.
Seorang tetangga Amirullah, Andi Bangsawan menuturkan, jarak tempuh ke Parenreng sekitar 30 kilometer. ”Hampir semua tetangga di sini ke Parenreng untuk melayat,” ujarnya.
Bangsawan kemudian menceritakan kebaikan hati dari keluarga Ruskiman. ”Kami ini baru lima bulan bertetangga, tetapi sangat merasakan keluarga Pak Ruskiman sudah lebih dari keluarga sendiri. Anak bayiku saja kalau didengar menangis, ibu Hasmawati, istri Pak Ruskiman dan anaknya langsung datang. Biasa juga meminta supaya di bawa ke rumahnya,” terang Andi Bangsawan.
Menurutnya, Hasmawati memiliki jiwa yang suka menolong. Karakter yang sama juga ada pada suami serta anak-anaknya. ”Ibu (Hasmawati) panutan di kompleks perumahan ini. Mulai dari majelis taklim hingga arisan ibu-ibu kompleks selalu dilaksanakan di rumahnya. Pokoknya warga di sini kehilangan atas kepergian almarhumah dan anaknya,” tandasnya.
Menyusul tragedi ini, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid turun langsung memantau proses pencarian korban. Ia mendatangi posko yang didirikan di dermaga Maccini Baji.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Herman yang berusaha dihubungi tidak berhasil. Menurut salah seorang stafnya, Kurnia yang baru saja kembali dari posko pencarian korban di dermaga Maccini Baji memberi penjelasan.
”Pak Herman memang agak sulit dihubungi melalui handphone, karena lebih banyak di atas kapal di tengah laut. Karena selalu ikut dengan tim pencari korban,” ujarnya. (udi/rus/b)

TAK mau kalah dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar juga berbenah dan bersolek diri. Selain melakukan perluasan areal pelabuhan dengan membangun Makassar New Port (MNP), berbagai fasilitas di pelabuhan terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu terus dilengkapi.

Laporan: Rahmawati Amri

DI era kekinian yang kian maju dan modern, manajemen Pelabuhan Makassar sangat sadar jika pelayanan dalam bentuk fasilitas harus terus ditingkatkan agar bisa semakin kompetitif.
Jika kita berjalan-jalan ke area khusus untuk penumpang kapal laut, kondisi yang berbeda dengan beberapa tahun lalu akan ditemukan. Jika dulunya tampak kumuh dan jorok, kini telah jauh tertata baik. Persoalan keamanan juga menjadi perhatian pihak pengelola.
Khusus untuk calon penumpang kapal, otoritas pelabuhan tidak hanya menyiapkan fasilitas inti seperti musallah dan ruang tunggu yang nyaman di terminal penumpang. Tapi juga kamar kecil alias toilet dijaga kebersihannya.
Sejumlah fasilitas tambahan yang bisa membuat para penumpang betah berjam-jam menunggu kedatangan kapal, juga disiapkan untuk memanjakan mereka.
Menurut General Manajer PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru, pihaknya juga menyiapkan ruang menyusui, kipas angin khusus, AC di ruang tunggu terminal penumpang di lantai satu dan dua. Termasuk ruang kesehatan.
Selain itu, tersedia pula tempat chas telepon genggam. Bahkan kran yang airnya bisa langsung diminum. Kursi roda untuk penyandang disabilitas juga tersedia.
Selain kenyamanan, keamanan pelabuhan juga semakin diperketat. Sering terdengar terjadi aksi copet di pelabuhan, khususnya pada saat berlangsung kepadatan naik dan turun penumpang. Namun sekarang, peristiwa kriminal tersebut berhasil dikurangi.
Telah dijalin kerja sama dengan aparat keamanan, baik dari security internal Pelindo IV, Polres Pelabuhan, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) serta Lantamal dan K9 Polda Sulsel. Juga sudah dimiliki memiliki alat keamanan, seperti metal detector.
Pihak Pelindo tidak lagi membiarkan penumpang bertumpuk di ruang tunggu. Secara tegas diatur, hanya penumpang yang ingin berangkat saja yang dipersilahkan masuk ke ruang tunggu yang sudah difasilitasi.
Selain itu, keamanan di Pelabuhan Makassar juga didukung kamera CCTV yang siap memonitoring semua pergerakan penumpang, dari mulai pintu masuk pelabuhan hingga naik ke kapal.
“Terminal penumpang yang tersedia sudah standar internasional, yang telah dilengkapi antara lain dengan garbarata atau jembatan penghubung dari ruang tunggu terminal penumpang ke pintu masuk kapal,” ujar Aris.
Juga telah tersedia travelator, connecting bridge, serta fasilitas lain untuk kenyamanan penumpang di terminal yang siap menampung hingga 4.000 orang.
Selain melakukan penataan arus penumpang embarkasi (keberangkatan) dan debarkasi (kedatangan), Pelindo IV juga menata pedagang kaki lima (PK5) di area Pelabuhan Makassar, pemasangan CCTV sebanyak sembilan titik di sisi dermaga, 18 titik di terminal penumpang lantai satu dan dua, serta 16 titik di area PK5. Tidak ada ada lagi pedagang asongan yang berkeliaran di area dermaga dan terminal penumpang, sehingga kenyamanan dan keamanan penumpang kini lebih terjamin. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Underpass Simpang Sayang akhirnya ditutup. Kendaraan yang sebelumnya bisa melewati terowongan tersebut kembali dialihkan ke ruasa jalan yang berada di kiri dan kanan atas underpass.
Tunel bawah tanah itu sempat dibuka dan digunakan para pengguna jalan selama kurang lebih 17 hari. Tepatnya pada tanggal 19 Juni lalu, atau H-7 sebelum lebaran.
Sedianya, jalan tersebut kembali ditutup pada H+7 lebaran lalu. Namun, melihat kondisi arus balik yang masih banyak, jalan itu baru ditutup setelah H+10.
Akibatnya, arus lalulintas yang sebelumnya lancar saat underpass dibuka, saat ini kembali mengalami kepadatan. Malah, dari arah Maros menuju Makassar terjadi kemacetan yang cukup panjang.
Salah seorang pengguna jalan, Muhammad Rusli mengeluhkan kemacetan yang terjadi. Lelaki yang bekerja sebagai sopir truk di salah satu perusahaan konstruksi itu, mengaku cukup kewalahan menghadapi kemacetan yang terjadi di sekitaran simpang lima tersebut.
“Terpaksa mamiki sabar hadapi macet karena ditutup lagi underpass. Mudah-mudahan pekerjaannya bisa cepat selesai dan underpass bisa digunakan seterusnya,” kata Rusli, kemarin.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Malik yang dikonfirmasi, membenarkan penutupan tersebut. Menurutnya, underpass ditutup karena ada pekerjaan pemasangan balok girder tepat di depan SMK Darussalam, Mandai.
Pemasangan tersebut tidak bisa dilakukan jika underpass beroperasi alias dibuka. Selain menghambat pekerjaan, juga bisa berbahaya bagi para pengguna jalan.
“Iya, underpass kami tutup lagi tadi (kemarin) sekitar pukul 11.00 Wita. Ditutup karena mau pasang balok girder di depan Darussalam,” ungkap Malik kepada BKM, Rabu (5/7).
Selain itu, lanjutnya, pekerjaan finishing berupa penyelesaian dinding underpass juga akan dirampungkan. Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penutupan kembali underpass itu dilakukan.
Jika kondisinya memungkinkan dan tidak terlalu berisiko dibuka saat pekerjaan masih berjalan, underpass bisa dibuka kembali. Demikian pula sebaliknya.
“Kami belum bisa memastikan sampai kapan underpass ditutup dan dibuka kembali. Yang jelas, kami harus terus menggenjot pekerjaan yang tersisa karena target perampungan pekerjaan semakin berkurang,” terangnya.
Ditargetkan keseluruhan pekerjaan bisa diselesaikan 11 Juli 2017 mendatang. Undarpass Simpang Sayang ini memiliki panjang mencapai 1,05 km, dengan panjang terowongan 110 meter dan lebar beton 20,6 meter. (rhm/rus)