LUWU, BKM — Awan duka menggelayut di langit Kabupaten Luwu. Daerah ini dilanda bencana tanah longsor dan banjir bandang. Hujan deras yang berlangsung dalam dua hari terakhir adalah musababnya.
Di Desa Bone Lemo, Bajo Barat, sebuah jembatan yang menjadi akses utama warga setempat putus akibat tak mampu menahan derasnya laju air. Selain itu, beberapa rumah warga rusak parah usai diterjang tanah longsor.
Di Dusun Salumbu, Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, satu unit mobil pick up Suzuki Carry terperosok masuk jurang kala tanah longsor kembali terjadi.
Pemerintah Kecamatan Bajo Barat melalui Sekretaris Camat Massinring, mengatakan longsor terjadi sejak Senin sore (24/4).
“Kemarin sore hujan deras. Sekitar pukul 19.00 longsor sudah terjadi. Mobil pickup memuat sayur memaksa melintas dan akhirnya kandas,” ujarnya.
Mobil pickup tersebut dikemudikan oleh Hasno (40) dari Kecamatan Latimojong dan hendak pulang menuju ke Kota Belopa, usai berjualan sayur keliling.
“Setelah kandas, sopir turun ke rumah warga minta bantuan. Sebanyak sembilan orang membantu,” tambahnya.
Pada saat warga membantu Hasno mendorong mobil, longsor susulan terjadi. Akibatnya dua warga, yakni Samtik (56) dan anaknya Amiluddin (22) tertimpa material longsor berupa air bercampur lumpur. Keduanya terjebak lumpur hingga dada.
“Untung dua warga yang kena material longsor cepat dievakuasi warga lainnya. Seandainya terlambat ditarik naik mungkin sudah tidak bisa diselamatkan karena datang longsor susulan,” tutur Massinring.
Longsor susulan ketiga ini mendorong mobil Suzuki pickup yang kandas terperosok ke jurang sampai di dasar sungai. Kerugian yang dialami korban Hasno mencapai Rp50 juta. Sementara dua Samtik dan Amiluddin mengalami luka ringan di kaki dada.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja, mobil pick up milik Hasno masih terjebak dalam sungai dan sedang diupayakan untuk dievakuasi. (wan/rus/b)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
MAKASSAR, BKM — Kedekatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan sang petahana Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kian nampak. Inikah sinyal pasti kalau PKS bakal mengusung Danny, sapaan akrab wali kota pada pilwali yang dihelat 28 Juni 2018 mendatang?
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Tahir bahkan memprediksi, PKS akan menjadi partai pertama yang mengusung Danny di pilwali nantinya. Alasannya, hasil Pemilu Raya (Pemira) PKS Makassar menempatkan wali kota berlatar belakang konsultan itu sebagai peraih suara teratas dari eksternal.
”Tak hanya itu, kedatangan Danny untuk bersilaturahmi ke kantor DPD PKS Makassar, Senin (24/4) sebagai pintu masuk untuk bersama di pilwali nanti,” kata Suwadi, kemarin.
Ia menilai, jika dilihat komunikasi politik Danny dengan PKS, maka pertemuan silaturahmi tersebut dinilai hal yang sangat bagus, “Besar kemungkinan PKS akan ke Danny,” tambahnya.
Suwadi beralasan, kedatangan Danny juga untuk menjaga komunikasi politiknya ke PKS. Selain itu, faktor pendukung adalah kinerja Danny yang cukup bagus. Sementara PKS tidak punya kader yang kuat melawan Danny. “Jadi PKS, menurut analisa saya, cenderung ke Pak Danny, sambil berharap kadernya dilirik 02 oleh sang petahana,” imbuhnya.
Dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, menilai komunikasi politik Danny dengan bersilaturahmi ke PKS menjadi isyarat kuat untuk mengusungnya di pilwali nanti. “Tampaknya Danny menyadari posisinya sebagai incumbent, tanpa partai menjadi sulit bergerak,” jelas Firdaus, Senin (24/4).
Meski demikian, Danny yang sudah mendapat isyarat dari PPP dan Demokrat juga tetap harus melakukan pendekatan. “Harus prioritas dekati partai untuk membangun koalisi. Meski bisa melirik maju di jalur independen sebagai alternatif,” ujar Firdaus.
Hal berbeda dikemukakan dosen politik Unhas Dr Azwar Hasan. Menurut dia, PKS belum tentu mengusung Danny di pilwali.
“Belum tentu. Tapi bisa jadi jika bagi Danny tidak memiliki pilihan lain. Terlebih jika survei calon dari PKS sangat menjanjikan. Karena kursi dan pendukung simpatisan PKS cukup sangat potensial dan militan dalam mensukseskan calonnya. Itu dibuktikan di pilkada Takalar,” ucap Azwar Hasan.
DPD PKS Makassar melakukan pertemuan silaturahmi dengan Danny Pomanto di kantor DPD PKS Makassar, kemarin. Silaturahmi tersebut merupakan respon atas hasil Pemira PKS yang digelar pekan lalu.
“Pak Danny menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas harapan kader PKS Makassar kepada dirinya untuk kembali memimpin Makassar. Pak Danny juga berharap bisa menjalin kerja sama dengan PKS pada pilwali tahun depan,” ujar Sekretaris DPD PKS Makassar Mudzakkir Ali Djamil.
Berdasarkan hasil Pemira PKS, Danny menempati urutan tertinggi calon wali kota kategori eksternal PKS. Sedangkan untuk kategori internal PKS, polling tertinggi diraih oleh Mudzakkir Ali Djamil.
Ditanyai soal hasil polling dan kedekatannya secara pribadi dengan wali kota menjabat, legislator Makassar yang biasa disapa Muda itu berujar diplomatis. Dirinya akan tetap mengikuti mekanisme partai. “Kader sudah ikut berkontribusi. Saya sangat menghargai itu. Tapi saya akan tetap ikut mekanisme partai. Kalau secara pribadi, saya sering ketemu Pak Danny, tapi bukan membahas pilwali,” terangnya.
Menurut Muda, Danny adalah sosok yang visioner dan pantas untuk kembali memimpin Kota Makassar. “Beliau orang yang punya visi. Hal itu ditunjukkan dengan kerja-kerja nyata. Program-program Pak Danny juga banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jadi saya pikir, sangat wajar jika masyarakat kembali mengharapkan beliau. Itu salah satu indikator keterpilihannya,” tandasnya. (rif)
MAKASSAR, BKM — Gerakan Sulsel Mengaji dan Salawat (G-SMS) resmi diluncurkan. Lauchingnya dilaksanakan di Masjid Raya Makassar, Senin (24/4).
Peluncuran dilakukan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan H Agus Arifin Nu’mang, didampingi Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sulawesi Selatan H Abdul Wahid Tahir, Ketua MUI Sulawesi Selatan H Sanusi Baco LC dan Ketua Forum Komunikasi Cinta Alquran Andi Majdah Agus AN.
Dalam kesempatan itu, Agus AN mengatakan bahwa G-SMS sangat dibutuhkan masyarakat muslim untuk menarik perhatian dan peduli terhadap Alquran guna membacanya. ”Dengan adanya kepedulian masyarakat untuk membaca Alquran, maka juga ada motivasi untuk menghafalnya, lalu kemudian diamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mantan ketua DPRD Sulawesi Selatan itu mengingatkan bahwa penduduk Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Namun disadari bahwa masih banyak umat Islam yang belum menjalankan nilai-nilai Islam secara hakiki. Dengan adanya G-SMS ini, menurut Agus AN, maka umat Islam akan termotivasi membaca Alquran untuk kemudian mengamalkannya.
Agus Arifin Nu’mang berharap dengan adanya G-SMS ini, masyarakat akan membumikan Alquran di Sulawesi Selatan hingga ke pelosok-pelosok desa. Dia minta kepada Departemen Agama di kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan agar turut mendorong suksesnya G-SMS tersebut.
Sementara penggagas G-SMS, Andi Majdah Agus AN mengatakan bahwa gerakan ini merupakan suatu upaya untuk mendekatkan umat Islam dengan pedoman hidupnya yaitu Alquran. Sehingga kelak umat Islam tidak salah arah dalam menentukan jalan hidupnya, karena mereka dekat dengan Alquran.
Andi Majdah Agus AN yang juga adalah Rektor Universitas Islam Makassar, mengaku menggagas G-SMS karena terobsesi dari program Gerakan Nusantara Mengaji. ”Program ini juga muncul secara spontanitas sebagai panggilan hati nurani,” ujarnya. (rls)
WILAYAH Sulawesi Barat (Sulbar) masih cukup luas dengan areal pertanian dan perkebunan. Pemerintah pun terus menggenjot produktifitas kedua sektor tersebut. Termasuk peternakan.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Sulbar Ir H Hamzah pun tak muluk-muluk dalam melaksanakan program di instansi yang dipimpinnya. Menyadari potensi yang dimiliki daerah ini, diapun berkomitmen untuk menciptakan dan memajukan ketahanan pangan di Sulbar.
”Potensi yang ada di Sulbar sangatlah menjanjikan untuk terus dikembangkan. Lahan pertanian dan perkebunan masih sangat luas. Bidang peternakan juga kita genjot untuk menciptakan ketahanan pangan masyarakat,” kata Hamzah.
Dalam upaya mendorong peningkatan produktifitas pertanian, sarana dan prasarana pendukung terus direalisasikan. Areal persawahan juga diperluas.
”Tahun 2016 lalu kami sudah melakukan perluasan areal persawahan di seluruh kabupaten dalam wilayah Sulbar. Tujuannya agar produksi pertanian terus meningkat. Ujung-ujungnya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Hamzah.
Tahun lalu, telah direalisasikan perluasan areal persawahan sekitar 7.679 hektare. Dengan program ini diharapkan Sulbar bisa menjadi lumbung padi.
Sebagai dukungan untuk peningkatan tanaman pangan, juga telah dilakukan pembangunan irigasi teknis, setengah teknis dan irigasi sederhana. Irigasi teknis 12.395 berada di wilayah Polman. Sementara lainnya berupa irigasi setengah teknis. Berada di lima kabupaten, yakni Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polman. Sedang irigasi sederhana terletak di seluruh kabupaten.
Untuk sawah tadah hujan, diproritaskan bagi tanaman komoditas jagung. Pada musim panen 2016 berhasil dicapai produksi sebanyak 248.210 ton, dengan areal yang telah ditanami jagung seluas 51.346,2 hektare.
Sementara untuk hasil produksi padi tahun lalu mencapai 348.536 ton. Tanaman kedelai dihasilkan 6.480 ton dari luas areal yang dikelola 3.802,5 hektare.
Pada pengembangan sektor peternakan, di tahun 2015 pertumbuhan populasi sapi potong sebagai komoditas unggulan mencapai angka 86.953 ekor. Kambing 225.766 ekor, dan kerbau 7.805 ekor.
Angka itu meningkat di tahun berikutnya. Untuk ternak sapi, dihasilkan populasi sebanyak 88.692 ekor. Kambing 230.281 ekor dan kerbau 7.961
Di tahun 2017 ini, Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Sulbar tengah melaksanakan SIWAB. Singkatan dari sapi indukan wajib bunting. Program ini melibatkan para petugas insiminator dalam rangka peningkatan produktifitas dan inseminasi buatan melalui kawin suntik.
Selain itu, juga telah mulai dilaksanakan program penanaman cabai di seluruh wilayah kabupaten se-Sulbar. Semua jenis cabai ditanam. Pemprov Sulbar melalui instansi terkait menyerahkan bantuan bibit secara gratis kepada masyarakat petani.
Dinas Pertanian juga menjali kerja sama dengan pengurus PKK dan TNI dalam rangka peningkatan komoditas cabai. ”Tanaman ini mudah tumbuh. Potensi lahan di Sulbar cukup luas. Kalau bicara tingkat kesuburan, lahan yang ada sangatlah menjanjikan,” jelas Hamzah.
Diapun optimistis program yang tengah dilaksanakan ini akan mampu mendorong meningkatkan taraf ekonomi masyarakat petani. Tentunya dengan melibatkan stakeholder yang ada di Sulbar. (alaluddin)
MAKASSAR, BKM — Tak semua wanita di Kota Makassar bisa memperingati Hari Kartini dengan suasana hati yang tenteram dan damai. Sebaliknya, nestapa tengah menyelimutinya.
Seperti yang dialami Febrianty. Hingga Jumat (21/4), ibu rumah tangga ini terpaksa menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ibnu Sina. Pada Kamis malam (20/4) pukul 22.00 Wita, warga Jalan Dirgantara Lorong 8 Nomor 8, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang ini nekat menenggak racun. Beruntung, nyawanya masih bisa tertolong.
Adalah Brigpol Siratang yang mendapat penyampaian dari ketua RT setempat. Bhayangkara Pembinan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Paropo itupun bergegas ke lokasi.
Kesigapannya berbuah hasil. Aksi nekat Febriyanti yang hendak menghabisi nyawanya, bisa digagalkan. Meski begitu, kondisi korban sudah lemas karena cairan beracun sudah masuk ke dalam tubuhnya walau dalam porsi yang kecil.
Sindy (18) adalah orang yang pertama mengetahui korban menenggak racun. Adik ipar Febriyanti ini mendengar suara sang kakak meminta tolong.
”Tidak ada yang melihatnya meminum racun. Saya baru tahu setelah dia berteriak minta tolong. Saat itu kakak saya berada di dapur. Saya juga mendengar ada gelas yang terjatuh. Saya langsung ke dapur. Di situ saya lihat mulut kakak saya sudah berbusa, diduga karena keracunan,” terang Sindy, kemarin.
Melihat kondisi Febriyanti, Sindy pun berteriak histeris. Selanjutnya meminta bantuan ke tetangga untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.
Tak berselang lama, aparat Polsek Panakkukang yang dipimpin Kepala SPK Aiptu Rustam bersama Bhabinkamtibmas tiba di rumah korban. Selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara.
Hasilnya, petugas menemukan barang bukti sebungkus racun tikus yang diduga dikonsumsi korban. Polisi kemudian menghubungi suami korban, dan selanjutnya meminta keterangannya.
Pengakuan sang suami, ia tak tahu menahu kenapa istrinya sampai berbuat nekat meminum racun tikus. Namun, dia mengaku kerap pulang ke rumah karena fitnes. Hal inilah yang diduga sebagai pemicu.
Kapolsek Panakkukang Kompol Dodik, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. ”Kita sudah mengambil keterangan suami korban. Diduga korban nekat melakukan percobaan bunuh diri karena suaminya kerap terlambat pulang dengan alasan fitnes,” ujar Dodik, kemarin.
Polisi belum meminta keterangan dari korban, karena masih menjalani perawatan di RS. ”Korban belum sadar. Kalau kondisinya sudah membaik, kita akan minta keterangannya untuk mengetahui motif pasti dia minum racun,” tandas Dodik. (ish/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

