WILAYAH Sulawesi Barat (Sulbar) masih cukup luas dengan areal pertanian dan perkebunan. Pemerintah pun terus menggenjot produktifitas kedua sektor tersebut. Termasuk peternakan.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Sulbar Ir H Hamzah pun tak muluk-muluk dalam melaksanakan program di instansi yang dipimpinnya. Menyadari potensi yang dimiliki daerah ini, diapun berkomitmen untuk menciptakan dan memajukan ketahanan pangan di Sulbar.
”Potensi yang ada di Sulbar sangatlah menjanjikan untuk terus dikembangkan. Lahan pertanian dan perkebunan masih sangat luas. Bidang peternakan juga kita genjot untuk menciptakan ketahanan pangan masyarakat,” kata Hamzah.
Dalam upaya mendorong peningkatan produktifitas pertanian, sarana dan prasarana pendukung terus direalisasikan. Areal persawahan juga diperluas.
”Tahun 2016 lalu kami sudah melakukan perluasan areal persawahan di seluruh kabupaten dalam wilayah Sulbar. Tujuannya agar produksi pertanian terus meningkat. Ujung-ujungnya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Hamzah.
Tahun lalu, telah direalisasikan perluasan areal persawahan sekitar 7.679 hektare. Dengan program ini diharapkan Sulbar bisa menjadi lumbung padi.
Sebagai dukungan untuk peningkatan tanaman pangan, juga telah dilakukan pembangunan irigasi teknis, setengah teknis dan irigasi sederhana. Irigasi teknis 12.395 berada di wilayah Polman. Sementara lainnya berupa irigasi setengah teknis. Berada di lima kabupaten, yakni Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polman. Sedang irigasi sederhana terletak di seluruh kabupaten.
Untuk sawah tadah hujan, diproritaskan bagi tanaman komoditas jagung. Pada musim panen 2016 berhasil dicapai produksi sebanyak 248.210 ton, dengan areal yang telah ditanami jagung seluas 51.346,2 hektare.
Sementara untuk hasil produksi padi tahun lalu mencapai 348.536 ton. Tanaman kedelai dihasilkan 6.480 ton dari luas areal yang dikelola 3.802,5 hektare.
Pada pengembangan sektor peternakan, di tahun 2015 pertumbuhan populasi sapi potong sebagai komoditas unggulan mencapai angka 86.953 ekor. Kambing 225.766 ekor, dan kerbau 7.805 ekor.
Angka itu meningkat di tahun berikutnya. Untuk ternak sapi, dihasilkan populasi sebanyak 88.692 ekor. Kambing 230.281 ekor dan kerbau 7.961
Di tahun 2017 ini, Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Sulbar tengah melaksanakan SIWAB. Singkatan dari sapi indukan wajib bunting. Program ini melibatkan para petugas insiminator dalam rangka peningkatan produktifitas dan inseminasi buatan melalui kawin suntik.
Selain itu, juga telah mulai dilaksanakan program penanaman cabai di seluruh wilayah kabupaten se-Sulbar. Semua jenis cabai ditanam. Pemprov Sulbar melalui instansi terkait menyerahkan bantuan bibit secara gratis kepada masyarakat petani.
Dinas Pertanian juga menjali kerja sama dengan pengurus PKK dan TNI dalam rangka peningkatan komoditas cabai. ”Tanaman ini mudah tumbuh. Potensi lahan di Sulbar cukup luas. Kalau bicara tingkat kesuburan, lahan yang ada sangatlah menjanjikan,” jelas Hamzah.
Diapun optimistis program yang tengah dilaksanakan ini akan mampu mendorong meningkatkan taraf ekonomi masyarakat petani. Tentunya dengan melibatkan stakeholder yang ada di Sulbar. (alaluddin)
Tingkatkan Produktivitas Ternak Melalui SIWAB
×

