pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Aksi begal yang kian meresahkan masyarakat, mendapat atensi khusus dari Kapolrestabes Kombes Pol Endi Sutendi. Dia menginstruksikan seluruh jajarannya, khususnya polsek untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku begal.
Hasilnya, dalam sebuah operasi berhasil diringkus 19 orang kawanan begal. Mereka diciduk dari lokasi berbeda pada Minggu (12/2).
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi seorang perempuan yang menjadi korban. Namanya Yulia Bustam. Dia mahasiswi Fakultas Kedokteran. Yulia jadi sasaran begal ketika melintas di Jalan Sungai Saddang, Minggu (12/2) pukul 05.00 Wita.
Korban mengalami luka gores akibat senjata tajam yang dilakukan pelaku. Dalam kejadian itu, pelaku membawa empat unit handphone milik Yulia.
”Saat itu juga saya langsung perintahkan jajaran tim Resmob Polrestabes dan polsek-polsek se Makassar untuk mengejar pelaku,” kata Endi saat merilis kasus ini di mapolrestabes, Minggu (12/2).
Berdasarkan instruksi tersebut, tim langsung bergerak. Hasilnya, seorang pelaku berhasil diamankan. Rahmat ditangkap ketika berada di Jalan Toddopuli. Diapun diinterogasi.
Rahmat mengakui perbuatannya membegal korban di Jalan Sungai Saddang. Namun ia tak sendiri melakukan aksi begal. Melainkan bersama beberapa anggota komplotannya.
”Betul, Pak. Saya yang melakukannya. Saya ambil barang milik korban dan melukainya. Tapi saya tidak sendiri. Saya bersama teman-teman. Mereka biasa kumpul di Kafe Pondok Meranti Jalan Pandang Raya (Kecamatan Panakkukang),” beber Rahmat.
Polisi pun langsung melakukan pengembangan ke lokasi yang disebutkan. Tempat itupun diblokade polisi. Penggeledahan dilakukan terhadap mereka yang ada di dalam kafe.
Ternyata, muda mudi yang ada di tempat tersebut tengah berpesta narkoba. Ditemukan pula kondom dan tissu magic.
”Ada 19 orang yang ditangkap bersama dua orang penadah barang hasil curian. 11 orang diamankan di Kafe Pondok Meranti. Selanjutnya dilakukan pengembangan. Tim gabungan kemudian meringkus lima orang. Minggu (12/2) siang pukul 13.00 Wita, tim kembali berhasil meringkus dua anggota komplotan ini. Mereka merupakan penadah barang hasil begal komplotan pelaku yang masih anak baru gede ini. Rata-rata usianya 16 tahun dan bermukim di wilayah Kecamatan Rappocini.
Mereka yang ditangkap, yakni RM (16) warga Tidung Mariolo.
PM (16) tinggal di Borong Raya. PT (16) beralamat di Jalan Teuku Umar 14.
FN (16) warga Jalan Manuruki VI. AD (16) di Tamalate. Br (16) dan AR (16) warga Jalan Daeng Tata Raya. MS (16) di Teuku Umar. SN (16) dan BR (16) bermukim di Jalan Dg Tata I. ST (15) tinggal di Manggarupi dan FU, warga Jalan Tidung I.
Meski usianya masih di bawah umur, kata Endi, namun perbuatan mereka tidak lagi tindakan anak seusianya. Apalagi aksi mereka sangat membuat resah warga Kota Makassar.
”Dari 19 orang yang diamankan, ada dua orang perempuan. Yakni Ayu dan Vira. Kasusnya masih dalam pengembangan. Diduga mereka masih memiliki komplotan dan penadah,” terang Endi lagi.
Selain mengamankan 19 orang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni enam motor, belasan HP berbagai merek, dua buah ketapel, dua batang anak panah, satu pisau cutter, dua pisau, satu saset kondom, satu tissu magic, rokok dan satu alas isap (bong).
Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku begal ini berkumpul di Kafe Pondok Meranti usai melakukan aksinya. Biasanya, transaksi dengan penadah juga berlangsung di tempat ini.
Kawanan ini pernah membegal korban di Jalan Hertasning dan Kompleks IKIP serta Racing Center. (ish/rus)

MAKASSAR, BKM — Saat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Takalar nomo urut 1, Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) kampanye di Galesong, Takalar, lembaga survei Celebes Research Center (CRS) merilis hasil surveinya pemilihan bupati (pilbup) Takalar, Jumat (10/2) siang. Berdasarkan hasil survei, dipastikan pasangan Bur-Nojeng menang telak.

Survei yang dilakukan 4 hingga 7 Februari lalu tersebut menempatkan pasangan Bur-Nojeng di urutan pertama. Tingkat elektabilitas pasangan petahana ini mencapai 61,3 persen.
Sedangkan pasangan nomor urut 2, Syamsari Kitta-H De’de Ahmad Dg Se’re (SK-HD) tingkat elektabilitasnya hanya 29,8 persen.
Kendati elektabilitas Bur-Nojeng jauh di atas SK-HD, pasangan yang diusung PKS dan Nasdem serta didukung PKB ini tetap masih memiliki peluang menang. Selain mengambil suara yang belum menentukan pilihan, SK-HD juga bisa menarik simpati pendukung Bur-Nojeng.
Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer kepada wartawan di kantornya di Jalan Adiyaksa Makassar saat merilis hasil survei, kemarin mengatakan, peluang SK-HD tetap ada, tapi sangat kecil.
“Itupun jika semua faktor seperti pemilih yang belum menentukan pilihan, serta faktor lainnya tiba-tiba tumpah ke paslon SK-HD,” jelas Herman.
Herman menjelaskan, CRC melakukan survei dengan metode sampel multistage random. Artinya sampel diambil secara acak. Survei dilakukan di 9 kecamatan di Takalar dengan jumlah responden sebanyak 450 orang.
“Toleransi kesalahannya sekitar kurang lebih 4,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen,” katanya.
“Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, tatap muka langsung dengan menggunakan kuisoner,” tambah Herman.
Sementara itu, pengamat politik yang juga hadir saat rilis hasil survei, Dr Bachtiar Maddatuang meyakinkan jika hasil survei ini menggunakan metode ilmiah seperti yang dilakukan di perguruan tinggi. Sehingga, kata Bahtiar, akurasinya dapat dipertanggungjawabkan ke pubik.
“Kalau melihat hasil survei dengan jarak yang cukup jauh, sepertinya tak ada lagi peluang penantang untuk mengalahkan petahana,” ujar Bachtiar.
Lantas bagaimana tanggapan kubu Bur-Nojeng atas hasil survei ini? Ketua Tim Manajemen Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga mengapresiasi hasil survei CRC.
Menurut anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini, hasil tersebut sebagai bukti bahwa kerja-kerja tim dan relawan yang semakin baik. “Hasil survei Bur-Nojeng dari CRC memiliki tren kenaikan bila merujuk pada hasil survei Desember lalu,” kata Fachruddin. Pada survei Desember 2016 lalu, pasangan petahana meraih tingkat elektabilitas 56 persen.
Sementara itu, kampanye akbar pasangan Bur-Nojeng sebelum memasuki masa tenang digelar di Galesong, kemarin. Puluhan ribu massa tumpah ruang Lapangan Larigau.
Hadir sejumlah tokoh politik nasional, diantaranya Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, Wakil Ketua DPP PDIP, Hamka Haq, anggota DPR RI Samsu Niang, Ridwan Wittiri, Ketua Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid dan ketua-ketua partai pengusung lainnya.
Selain politisi nasional, kampanye ini juga menghadirkan sejumlah artis seperti Zaskia Gotik, Aty Kodong dan Donny Kusuma.
Koordinator tim pemenang Bur-Nojeng wilayah Mangngarabombang, A Rifki Affandi mengatakan puluhan ribu massa pendukung Bur-Nojeng yang menyatu dalam kampanye akbar di Galesong sudah termasuk massa dari Mangngarabombang yang diperkirakan mencapai 35 ribu. (arf)

MAJU dan berkembangnya suatu daerah ditentukan oleh tingkat kualitas pendidikan. Menciptakan inovasi menjadi pondasi utama sekaligus penentu masa depan.

Laporan: Arif Alqadri

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) Unggulan Monginsidi 1 terletak di Jalan Monginsidi, Makassar. Menginjakkan kaki di sekolah ini, suasana sejuk langsung terasa.
Pepohonan tumbuh rindang dan terpelihara dengan baik. Pot bunga terpajang di mana-mana. Fasilitas yang ada, mulai dari ruang kelas hingga kamar kecil terjaga kebersihannya.
Suasana tersebut tercipta dari kepemimpinan kepala sekolah Dra Hj Ajawati. Ia tahu betul apa yang harus dilakukannya.
Sebelum menjabat sebagai kepsek di SDN Unggulan 1 Monginsidi, Hj Ajawati sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala SD Inpres Meccini. Amanah itu diembannya antara rentang waktu 1999 hingga Maret 2016.
Hj Ajawati lahir di Jeneponto, 23 September 1961. Sejak memimpin SDN Unggulan Monginsidi, April 2016 lalu, ia fokus melaksanakan program yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Makassar. Pengalamannya menjadi kepsek dalam tempo yang cukup lama, menjadi bekal Ajawati untuk mengantarkan sekolah ini dan murid-muridnya meraih prestasi.
Alhasil, berbagai prestasi telah diukir pelajar SDN Unggulan Monginsidi 1. Sebut saja juara II pada turnamen karate Cup IX 2017 di Bali untuk kelas pra pemula putra. Kemudian juara terbaik II marching band tingkat kabupaten/kota pelajar dan umum.
Juga meraih piala bergilir penggalang SD TOSC 2017. Juara favorit II Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Hari Kesehatan Nasional ke-52 Dinas Kesehatan Makassar pada 2016 lalu.
Pencapaian lainnya, Ajawati berhasil mengantarkan SDN Unggulan Monginsidi 1 sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Makassar. Kini, target yang ingin dicapai adalah menjadi sekolah Adiwiyata tingkat provinsi hingga nasional.
Menata lingkungan sekolah menjadi asri, bersih dan apik menjadi ahrapan dapat meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Hal tersebtu tidak dapat terwujud tanpa ada dukungan warga sekolah, yakni guru dan murid serta para orang tua.
Untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah, dirinya terlebih dulu harus mengubah pola pikir seluruh warga di dalam sekolah. Terutama tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar menjadi lebih baik.
“Saya akan terus bergerak menjadikan sekolah ini agar lebih berprestasi. Untuk impian itu, harus tetap mengacu pada 18 program yang telah dicanangkan pemerintah kota. Juga mengharapkan partisipasi warga di sekolah, khususnya guru,” tutur Hj Ajawati.
Dari 18 program yang telah dicanangkan pemerintah kota untuk dijalankan setiap sekolah di Kota Makassar, dirinya telah membentuk bank sampah. Ia menerapkan sistem, murid di setiap wajib memiliki rekening bank sampah dengan mengumpulkan sampah-sampah plastik untuk ditukar. Kehadiran program tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan.
“Saat ini kita sudah memiliki saldo sebesar Rp10 juta dari hasil sampah yang telah ditimbang. Kita punya 12 kelas. Semua kelas memiliki rekening bank sampah. Sampah biasanya ditimbang dua kali seminggu. Setiap hari Jumat dan Sabtu. Sekali menimbang kita biasa mendapat Rp300 ribu sampai Rp500 ribu,” terang istri Andi Muhammad Nasrul ini.
Biasanya, murid membawa sampah plastik dari rumahnya. Kemudian dikumpulkan di masing-masing kelas. Selanjutnya ditimbang. Pihak sekolah memang sudah menyiapkan timbangan untuk sampah yang terkumpul.
Dua minggu sekali pihak sekolah menelepon pihak LSM untuk menjemput sampah-sampah yang terkumpul. Kemudian disetor ke bank sampah pusat. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Empat unit mobil dan dua sepeda motor hangus dilalap api. Semuanya hanya tersisa rangka, setelah api membakar Toko Sumber Mas di Jalan Sulawesi nomor 234, Kamis (9/2) pukul 03.30 Wita.
Empat kendaraan roda empat itu yakni mercy, Honda CRV, mobil Carry jenis box dan Honda OLC. Sementara dua motor yang terbakar masing-masing merek Honda Supra.
Buyung, seorang saksi di lokasi kejadian menuturkan apa yang dilihatnya. Karyawan warung makan sop saudara ini mengaku mendengar bunyi ledakan di dalam toko kira-kira pukul 03.30 Wita.
Diapun langsung keluar dari warung tempatnya bekerja. Terlihat asap mulai mengepul. Buyung lalu menyampaikannya ke Eddy Tendean, Ketua RW 02 Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo. Ia menyebutkan bahwa toko yang sehari-harinya melayani jasa variasi mobil itu terbakar.
Eddy Tendean lalu menelepon ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Tak lama berselang, enam unit armada pemadam tiba di lokasi.
Namun, upaya pemadaman tidak langsung bisa menjinakkan api yang tengah berkobar. Sebab barang-barang yang ada di dalam toko terbilang mudah terbakar. Mulai dari ban, oli dan aneka macam variasi mobil. Termasuk empat unit mobil dan dua motor yang di tangkinya terdapat bahan bakar.
Asap tebal dari dalam toko terus saja membumbung ke udara. Mulai dari lantai satu hingga lantai tiga. Api perlahan-lahan padam pada pukul 12.00 Wita.
Pemilik Toko Sumber Mas, Kong Ambri Jandoli alias Attung datang ke lokasi. Ia tinggal di wilayah Topaz, Panakkukang. Informasi jika tokonya terbakar diperoleh dari ketua RW 02.
Ia hanya bisa menyaksikan tempat usahanya dilalap si jago merah. Kuat dugaan, kebakaran dipicu arus pendek listrik.
”Semua barang yang ada di dalam toko ludes terbakar. Ada juga empat mobil milik orang di dalam toko ikut terbakar,” ujar Attung. Kerugian yang ia alami diperkirakan mencapai Rp30 miliar.
Anggota Polres Pelabuhan dan Polsek Wajo yang tiba di lokasi kebakaran, langsung melakukan pengamanan. Warga dilarang memasuki kawasan yang terbakar.
Akibat peristiwa ini, Jalan Selawesi tak bisa dilalui. Polisi menutup akses jalan ini dan mengarahkan pengendara motor dan mobil lewat di Jalan Sangir ke Jl Nusantara dan sekitarnya.
Kapolsek Wajo, Kompol Chairuddin Wachid yang tiba di lokasi kebakaran, memerintahkan anggotanya untuk memasang garis polisi setelah api padam.
”Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik. Tapi untuk pastinya, kita masih menunggu tim labfor Polda melakkukan pemeriksaan,” ujar Chairuddin. (jul/rus)

MAKASSAR, BKM — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi punya cita-cita besar. Ia ingin mewujudkan Makassar seperti Bali. Makassar yang aman bagi siapapun. Bagi warganya, terlebih bagi para tamu, wisatawan dan pendatang.
“Ini pekerjaan berat, tetapi kami sebagai polisi akan berusaha melakukannya. Di Bali ada pecalang yang berperan aktif membantu melakukan pengamanan. Kita di Makassar, juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi saat menerima Direktur Utama Berita Kota Makassar, Mustawa Nur bersama Direktur Fachruddin Palapa dan tim Polisi Sarribatangta di ruangannya, Kamis (9/2) pagi.
Endi mengatakan, tingkat kenyamanan warga dan pengunjung di Bali sangat tinggi. Dimanapun dan kapanpun berjalan-jalan di Pulau Dewata, pasti aman. “Kita tidak was-was akan dibegal, dijambret atau dirampok,” katanya.
Tapi di Makassar, lanjut Endi, kemanapun kita selalu was-was. Apalagi saat tengah malam. “Kita makan pisang epe di Pantai Losari kita tidak tenang. Takut motor kita dicuri. Begitupun saat jalan malam, kita takut nanti dibegal,” katanya.
Endi mengakui, ada beberapa tindak pidana yang banyak dikeluhkan masyarakat. Diantaranya aksi begal, narkoba, pencurian kendaraan bermotor dan balapan liar.
“Untuk menyelesaikan kasus-kasus ini, polisi sangat membutuhkan peran aktif masyarakat. Peran aktifnya berupa tindakan pencegahan,” katanya.
Makanya, Endi sangat mendukung program Polisi Saribattangta yang digagas Harian Berita Kota Makassar. Menurut Endi, program Polisi Saribattangta sangat berperan untuk mencegah tindakan kriminal.
“Nanti kami akan kumpulkan seluruh kapolsek dan bhabinkamtibmas membahas program ini. Setelah itu kami undang pihak Berita Kota untuk berbicara di depan kapolsek dan para bhabinkamtibmas,” jelas Endi.
Jika semua komponen pendukung program ini sudah konek, lanjut Endi, program ini bisa dilaunching Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono.
Sebelumnya, Direktur Utama Berita Kota Makassar, Mustawa Nur menjelaskan, tahun lalu Berita Kota bersama Polres Parepare menggelar Polisi Temanta. Konsepnya sama persis dengan Polisi Saribatangta.
“Polres Parepare mengakui saat itu kasus curanmor sangat tinggi. Makanya Polisi Temanta fokus di curnamor. Hasilnya setelah tiga bulan kami laksanakan, angka curanmor di Parepare menurun drastis,” jelas Mustawa.
Mustawa pun berharap, apa yang telah dilakukan di Parepare, bisa juga dilakukan di Makassar melalui Polisi Saribattangta. “Kita semua akan bergerak bersama, polisi, masyarakat, pemerintah dan media harus sevisi. Saya optimis angka kejahatan bisa diturunkan,” katanya.
Kegiatan Polisi Saribattangta ini, kata Mustawa, akan melibatkan polsek dan para bhabinkamtibas. Dimana, seluruh bhabinkamtibas akan menciptakan kawasan percontohan sesuai dengan kasus yang menonjol. “Misalnya kasus begal, maka akan dibentuk kawasan bebas kejahatan begal,” katanya.
Di kawasan inilah, lanjut Mustawa, bhabinkamtibmas akan turun bersama masyarakat untuk mencegah aksi begal. Jika kawasan tersebut diduga beberapa pemudanya sering terlibat aksi begal, maka bhabinkamtibas bersama tokoh masyarakat akan rutin melakukan penyuluhan dan memberikan penyadaran hukum.
“Insya Allah kalau ini dilakukan secara rutin dan melibatkan semua pihak, maka bisa menurunkan angka kejahatan dan tindakan kriminal lainnya,” katanya.
Selain itu, Mustawa juga menjelaskan bahwa di program ini, Berita Kota Makassar akan melatih para bhabinkamtibas membuat berita. “Dalam pertemuan dengan kapolda di Graha Pena beberapa hari lalu, Pak Kapolda berharap agar Fajar Group melatih para bhabinkamtibas tentang ilmu jurnalistik,” ucap Mustawa. (maf)