MAKASSAR, BKM — Jamaah Calon Haji (CJH) embarkasih Hasanuddin diminta untuk mewaspadai virus unta di Tanah Suci, yang dikhawatirkan bisa menjangkiti mereka. Selain dengan menjaga kebugaran tubuh, jamaah juga sedapat mungkin menghindari kerumunan yang cukup padat.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rahmat Latif mengingatkan JCH asal Indonesia, khususnya Sulsel, selain konsentrasi beribadah, juga tetap memperhatikan kesehatan.
”Jaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Kalau bisa hindari tempat-tempat yang cukup padat,” kata Rahmat Latif, kemarin.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PPHI) Sulsel, Agus Arifin Nu’mang melakukan inspeksi ke Asrama Haji Sudiang, Kamis (4/8). Ia datang untuk mengecek kesiapan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) dalam melayani tamu Allah selama musim haji berlangsung.
Dia juga mengecek kesiapan transportasi yang akan mengantar JCH ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Dengan menggunakan bus damri yang nantinya juga akan dipakai JCH, Agus menyusuri akses menuju bandara yang akan digunakan untuk pertama kalinya saat musim haji tahun ini.
Asrama Haji menuju bandara dengan menggunakan akses jalan baru itu hanya butuh waktu tempuh sekitar lima menit. Orang nomor dua di Sulsel itu memberikan sejumlah catatan pada panitia haji.
Agus sempat menegur transportasi yang disiapkan damri.
“Ganti busnya ini. Power steeringnya tidak berfungsi. Ada bunyi-bunyi. Bisa-bisa stres jamaah yang naik ke sini,” kata Agus.
Dia juga meminta tiang listrik yang masih ada di badan jalan segera dipindahkan, agar tidak mengganggu perjalanan para jamaah. “Biro Mensprit tolong segera bersurat ke PLN untuk secepatnya dipindahkan,” instruksinya.
Selain itu, pintu gerbang keluar asrama haji diperbaiki supaya akses keluar masuk bus tidak terganggu.
Agus juga meminta kontraktor yang mengerjakan akses jalan Asrama Haji-Bandara membersihkan dan merampungkan sisa-sisa pekerjaan yang masih terbengkalai.
Dia juga menginstruksikan petugas membuat pagar sementara dan memperketat pengamanan di pintu masuk bandara, jangan sampai ada pengantar jamaah yang nekat menerobos masuk. (rhm/rus)
Headline
Halaman Utama | Berita Kota Makassar
TREN busana muslimah terus berkembang seiring perkembangan zaman. Model yang bergelut di dunia inipun terus bermunculan.
Salah satunya adalah Siti Nasyrah Said. Remaja kelahiran Makassar, 19 Juni 1991 ini tergabung dalam komunitas Makassar Talent Hijab Community (MTHC).
Cewek yang hobi masak, olahraga dan nyanyi ini tidak begitu saja bergabung di komunitas tersebut. Awalnya, Acha –sapaan akrabnya– sesekali dijadikan model komunitas MTHC. Tidak heran, fotonya kerap terpampang di sejumlah outlet ataupun butik hijab yang ada di Makassar. Karena keseringan bertemu dan beraktivitas bersama, diapun memutuskan untuk bergabung.
”Saat ini, sembari menunggu panggilan kerja, saya ikut komunitas MTHC. Siapa tau dari sini bisa dapat relasi yang lebih banyak,” kata alumni Universitas Muhammadiyah Makassar, Jurusan Manajemen Perkantoran.
Selain di komunitas MTHC, Nasyrah juga menjasi bagian dari View Fender, sebuah organisasi pencari gambar yang di dalamnya tergabung para penghobi fotografer dan model.
“Awalnya pengisi waktu saja. Namun lama kelamaan semakin tertarik, karena kekeluargaannya sangat kaut dan mereka kompak,” ungkapnya. (jun/rus)
MAKASSAR, BKM — Gembong pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bernama Ardiansyah alias Ardi (30) akhirnya dibekuk aparat Polsek Tallo, Makassar. Warga Dusun Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone itu diciduk di rumahnya, Senin (1/8) pukul 01.05 Wita.
Ardiansyah sudah cukup lama menjadi target operasi Polsek Tallo, setelah komplotannya berhasil diamankan. Polisi butuh waktu untuk mengejar dan menangkap Ardi, sebab dia tergolong lihai.
Beberapa kali petugas mendapat informasi keberadaan tersangka di sejumlah titik. Namun ketika didatangi, Ardi tidak ada. Terakhir, polisi menerima laporan dari masyarakat tentang Ardi.
Tim khusus Polsek Tallo yang dipimpin Aiptu Muhidin langsung meluncur ke lokasi yang disebutkan.
Ardi yang sedang berada di rumahnya Dusun Palattae, Kecamatan Kahu, Bone berhasil diringkus tanpa perlawanan. Diapun kemudian digiring ke Mapolsek Tallo untuk proses hukum lebih lanjut.
Dihadapan polisi, Ardiansyah mengakui keterlibatannya dalam sejumlah aksi curanmor di Makassar. Ia melakukan bersama rekannya, Syamsul alias Bogel alias Tuan Muda yang lebih dulu ditangkap dan kini mendekam di Rutan Klas I Makassar.
”Setiap barang hasil curiannya (Tuan Muda), saya yang menadahnya,” aku Ardiansyah.
Kapolsek Tallo, Kompol Henki Ismanto saat merilis kasus ini, kemarin menyebutkan, dari penangkapan Ardi, diamankan 22 unit sepeda motor. Kendaraan roda dua ini merupakan sebagian dari 78 kasus curanmor yang melibatkan tersangka bersama komplotannya.
Tuan Muda sendiri mengakhiri petualangannya sebagai ‘raja’ curanmor setelah diringkus awal Januari 2016 lalu. Rata-rata motor hasil curiannya dijual ke luar Kota Makassar, yakni Palopo.
”Jadi penangkapan tersangka Ardi berawal dari tertangkapnya Tuan Muda alias Bogel alias Syamsul pada Januari lalu. Keberadaan Bogel terungkap saat anggota melakukan pengamanan di lokasi tawuran. Tiba-tiba seorang wanita mengendarai sepeda motor, yang oleh anggota dicurigai sebagai hasil curian. Dari keetrangan wanita ini, anggota kemudian berhasil menemukan persembunyian Tuan Muda,” jelas Henki, Rabu (3/8).
Selama dalam pengejaran, posisi Tuan Muda selalu berpindah-pindah. Sebelumnya, pihaknya melakukan pengejaran ke Kecamatan Biringkanaya, serta di rumah orang tua tersangka di Jalan Barawaja. Namun tersangka tidak berada di tempat. Terakhir, tersangka diketahui berada di kampung narkoba Jalan Sapiria saat itu. Diapun berhasil ditangkap.
Dihadapan petugas, Tuan Muda mengakui perbuatannya. Dia mengatakan, rata-rata lokasi pencurian berada di wilayah Kota Makassar. Dalam sehari, ia dan komplotannya bisa memetik tujuh hingga delapan sepeda motor.
Dalam beraksi, Tuan Muda tidak sendirian. Ia menyebut seorang rekannya berinisial A, yang bertugas membonceng. Sementara Tuan Muda yang langsung turun mengambil motor korban.
”Satu unit motor biasanya kami jual Rp1,5 juta. Hasilnya saya bagi dua dengan A,” beber Tuan Muda seperti ditirukan Henki.
Tuan Muda juga mengaku, beberapa unit dari sepeda motor yang dicurinya ada yang dipersewakan ke para petani untuk mengangkut gabah.
Selain Tuan Muda, polisi juga telah mengamankan seorang komplotannya yang lain bernama Iqbal alias Adi. Ia ditangkap di Kabupaten Bone, Minggu (14/2) sekitar pukul 23.00 Wita.
“Saat diperiksa, Tuan Muda menyebut nama Ikbal dan Ardiansyah sebagai penadah hasil curiannya. Ada 11 unit motor yang berhasil kita amankan saat itu. Saat ini masih ada satu orang rekannya yang masih buron,” ungkap Henki.
Motor yang kini dijadikan sebagai barang bukti dan diamankan di Mapolsek Tallo, diantaranya Yamaha Fino warna putih hitam, Honda Scoopy warna putih, Yamaha Sporty warna putih, Yamaha Mio GT warna merah mitam, Yamaha Jupiter Z warna biru hitam,Yamaha Jupiter MX warna biru hitam, Yamaha Jupiter MX , Yamaha Mio Soul GT warna biru, Yamaha Mio Sporty warna merah, Yamaha Jupiter MX, dan Yamaha Jupiter warna biru.
Dari 22 motor curian itu, sembilan diantaranya sudah diketahui nomor rangka dan mesinnya. Sementara 13 lainnya belum dilakukan pengecekan. (ish/rus)
KETIKA seseorang menggeluti sebuah pekerjaan, tentu ada target tersendiri yang ingin diraihnya. Minimal, ketika sudah tidak bekerja lagi, ada pegangan dan aktivitas sehari-hari.
Sri Wahyuni yang saat ini tercatat sebagai Sales Marketing Manager Demelia Hotel Makassar punya mimpi, suatu saat nanti ia bisa punya usaha sendiri. Perempuan yang lahir di Makassar, 2 Juni 1989 ini ingin agar ketika usianya masuk kepala empat sudah punya sumber-sumber penghasilan tersendiri.
Untuk mencapai apa yang diimpikannya, Yuni –sapaan sehari-harinya– terus bekerja keras dan mencari peluang usaha. Salah satunya dengan merintis bisnis berjualan di media sosial (online sale).
Selain bekerja di hotel, Yuni adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Ia kini memiliki satu orang anak yang duduk di kelas satu sekolah dasar.
Sebelum berangkat bekerja, ia rutin bangun lebih awal guna mempersiapkan keperluan suami dan anaknya. Setelah semua selesai, Yuni bersiap-soap memulai aktivitasnya di luar rumah.
”Alhamdulillah, sudah hampir tujuh tahun saya beraktifitas diluar rumah. Sampai saat ini saya masih dipercaya oleh keluarga bisa melakukan aktifitas kedua-duanya,” ungkap Yuni.
Dalam aktifitas bekerja sehari-hari, Yuni terkadang melakukannya hingga malam hari. Namun ia selalu berusaha untuk tidak menerima job untuk akhir pekan. Waktu itu digunakannya untuk bersama keluarga. (jun/rus)
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

