KETUA Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulsel, Sella KS Dalle berduka. Putri sulungnya, IA Wija Mustika putri berpulang ke rahmatullah, Rabu (13/7) pukul 09.00 Wita.
IA Wija Mustika mengembuskan nafasnya yang terakhir setelah dua pekan tidak sadar dan menjalani perawatan di ICU (Intesive Care Unit) Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Duka yang mendalam membuat keluarga, kerabat serta teman seperjuangan mantan juru bicara pasangan calon Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin-Abd Azis Qahhar Mudzakkar (IA) ini ramai-ramai datang melayat.
Bahkan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal juga merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya almarhumah.
Deng Ical, panggilan akrab Syamsu Rizal hadir melayat di rumah duka Jalan Antariksa Komplek Keuangan, Panakkukang, Makassar kemarin.
“Turut berduka sedalam-dalamnya atas meningalnya putri Selle KS Dalle. Semoga putri beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SAW,” ujar Deng Ical yang juga mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulsel ini.
Putri sulung Selle KS Dalle meninggal dalam usia 4 tahun. Jenazah almarhumah telah dibawa ke Kabupaten Soppeng untuk dimakamkan usai salat Ashar, kemarin.
Selle memiliki dua orang anak dari pernikahannya dengan Rahma. IA Wija merupakan anak tertua.
Selain Deng Ical, juga hadir melayat anggota DPD RI Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, anggota DPR RI Akbar Faisal, Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah dan Andi Rahmatika Dewi, Jumardi Haruna, Andi Yusran Paris, komisioner KPU Sulsel Misna M Attas dan sejumlah pejabat serta elemen masyarakat lainnya.
Sejak IA Wija menderita sesak nafas hingga tak sadarkan diri dua pekan lalu, Selle yang juga menjadi tim pemenangan pasangan calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto-Syamsu Rizal ini banyak menerima doa dari para kerabat melalui pesan singkat maupun media sosial lainnya.
“Iye, terima kasih doata semua. Doakanki kemenakanta, nah,”tulis Selle dalam grup WhatsApp dan grup BBM. (rif)
MENJALANI rutinitas sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja, Kezia Maureen harus pintar-pintar membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.
Ibu satu anak ini sekarang dipercaya menduduki posisi sebagai Title Cluster Marcom Manager Accor Hotels Makassar. Selain itu, ia juga menggeluti kerja sampingan berupa tanam bulu mata dengan teknik Korea.
”Biasanya pada hari-hari biasa fokus kerja. Sementara pada weekend untuk keluarga,” ujarnya.
Memiliki pekerjaan yang bisa dibilang cukup padat, Keiza tidak pernah mengeluh dengan segala kesibukannya. ”Pintar-pintar bagi waktu saja. Biasanya sebelum ke kantor saya masak. Pulang juga, kalau sempat masak, ya saya masak. Yang terpenting, jalan-jalan dengan keluarga setiap akhir pekan,” terangnya.
Dengan cara ini, Keiza ingin kedekatan dengan keluarga kecilnya terus tercipta. Karena dari kebersamaan itu mereka bisa saling berbagi satu sama lain. (jun/rus)
PERTAMA memulai karir, Nurul Khaeriah menjadi seorang presenter sekaligus reporter di Fajar TV pada tahun 2007. Ia memulai siaran perdana pada 23 April 2007.
Dia sempat menjadi reporter lapangan dan produser berita. Namun sejak 2010 hingga agustus 2015 fokus menjadi presenter di studio.
Dari seorang presenter, dia kemudian banting setir menjadi PNS. Dia mengaku itu tidak direncanakan dari awal.
“Saya termasuk orang yang pesimis dengan sistem perekrutan CPNS, yang seringkali dikaitkan dengan dugaan permainan uang,” ungkapnya.
Namun, saat pendaftaran CPNS umum terbuka pada September 2014, beberapa sahabatnya sempat bertanya kenapa tidak mencoba ikut tes CPNS. Setelah melihat hasil tes CPNS dari beberapa daerah dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), diapun mulai tertarik mencoba. Terlebih setelah melihat hasil tes beberapa daerah yang kelulusannya murni sesuai dengan hasil tes CAT.
Selama proses mendaftar, tes dan menunggu pengumuman hasil, dia masih tetap menjadi jurnalis dan presenter. Setelah pengangkatam pada 13 Agustus 2015 barulah wanita berhijab ini berhenti total dari media.
Tanggal 12 April 2016, dia ikut prajabatan angkatan I. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh selama prajabatan.
Dia mengatakan, pola baru prajabatan dengan sistem pembelajaran internalisasi nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi yang biasa disingkat ANEKA.
Prajabatan dilakukan dengan tiga tahap, yakni internalisasi nilai-nilai dasar selama 17 hari dan ditutup dengan evaluasi pemahaman nilai profesi dan seminar rancangan aktualisasi sebagai aparatur sipil negara. Dilanjutkan aktualisasi atau penerapan nilai-nilai dasar profesi di instansi penempatan.
Dia menilai pola baru prajabatan betul-betul melatih calon ASN untuk menjadi profesional di bidangnya masing-masing. Utamanya bagaimana melatih diri untuk mampu beraktualisasi di instansi dan di lingkungan masyarakat secara umum.
“Sebagai ASN kita dilatih untuk menjadi pembawa solusi dalam setiap permasalahan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya. (rhm/rus)
MAKASSAR, BKM — Seperti tahun-tahun sebelumnya, pascalebaran Idul Fitri 1436 H, Fajar Group menggelar halal bihalal di kediaman CEO Fajar Grup, HM Alwi Hamu di Jalan Pierre Tendean, Senin (11/7).
Halal bihalal itu berlangsung semarak dan dihadiri banyak tokoh penting. Termasuk para petinggi dan karyawan/karyawati lingkup Fajar Grup.
Ada yang menarik dari para tetamu yang hadir. Dua bakal calon Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulsel dan Abdul Rivai Ras bertemu dalam momen tersebut. Keduanya sempat terlibat pembicaraan santai dan melakukan sesi foto bersama sebelum Rivai lebih dulu meninggalkan acara.
Tokoh penting lain yang hadir diantaranya Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Charliyan, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, Sekretaris Kota Makassar Ibrahim Saleh, dan mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.
Selain itu, hadir pula Direktur Utama PT Media Fajar Koran H Agussalim Alwi Hamu, Direktur Utama Fajar Holding H Syamsu Nur, dan lainnya.
Kegiatan halal bihalal itu, kata Alwi Hamu, merupakan agenda rutin pascalebaran. Tujuannya menjalin tali silaturrahmi, serta membangun kebersamaan agar dapat tumbuh dan berkembang serta maju bersama menuju kesuksesan.
Momen itu juga digunakan Alwi Hamu untuk memompa semangat keluarga besar Fajar Grup agar bisa lebih maju dan sukses ke depan. Apalagi, di era persaingan media yang lebih ketat seperti saat ini.
“Ayo kita memupuk kebersamaan. Berkomitmen untuk kerja dan memberikan yang terbaik agar bisa tampil maksimal di era persaingan media yang demikian ketat seperti saat ini,” kata Alwi. (rhm/war)
MAKASSAR, BKM — Hari pertama masuk kerja usai libur lebaran Idul Fitri, sebanyak 113 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Makassar mangkir. Mereka tak berkantor, Senin (11/7).
Jumlah itu terakumulasi setelah Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal bersama Sekretaris Kota (Sekkot), Ibrahim Saleh dan Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar, Munandar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah ruang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik yang berada di Balai Kota maupun di kantor Gabungan Dinas-dinas, kemarin pagi.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sendiri sedang tidak berada di Makassar. Ia tengah mengikuti pertemuan di World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2016, Singapura.
Saat melakukan sidak, Ibe –sapaan akrab Sekkot– memasuki tiap ruang SKPD. Ia mendapati masih ada sebagian kantor atau ruang SKPD yang sepi, diakibatkan sebagian pegawai, baik yang berstatus PNS ataupun honorer tidak masuk berkantor.
”Tentu kita akan berikan sanksi kepada pegawai yang tidak hadir berkontor di hari pertama. Sebelum diberikan sanksi, pegawai yang tidak hadir akan dimintai klarifikasi oleh BKD untuk mengetahui kenapa mereka tidak hadir. Setelah itu akan diberikan sanksi, baik berupa tulisan hingga penundaan kenaikan pangkat,” tandasnya.
Terpisah, Kepala BKD Kota Makassar, Baso Amiruddin yang ditemui di ruangannya, menyebutkan dari 4.591 pegawai Pemkot Makassar, baik yang berstatus PNS maupun tenaga kontrak, yang hadir di hari pertama sebanyak 4.478 orang.
”Jadi ada 113 pegawai yang tidak hadir. Mereka ini akan segera kita panggil untuk meminta klarifikasi, sekaligus mempertimbangkan sanksi yang dapat diberikan sesuai alasan ketidakhadirannya,” jelas Baso.
Rencananya, pemanggilan 113 PNS tersebut akan dilakukan hari ini, Selasa (12/7). Jika ada diantara mereka yang tidak datang setelah dipanggil, akan diproses untuk penundaan kenaikan gaji dan kenaikan pangkatnya ditahan.
Hasil klarifikasi yang dilakukan oleh BKD Makassar, selanjutnya akan di laporkan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokasi (Menpan-RB) sesuai aturan yang berlaku. Karena itu penting bagi pegawai untuk memberikan klarifikasi ketidakhadiran mereka di hari pertama berkantor.
Adapun SKPD Pemkot Makassar yang tercatat paling banyak pegawainya tidak hadir, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebanyak 16 pegawai tanpa keterangan (TK), dari total jumlah pegawai 476 orang. Disusul Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) dengan 8 pegawai yang tidak hadir, dari total 93 pegawai. Sementara Dinas Pariwisata Kota Makassar sebanyak 5 orang dari total 92 pegawai.
Khusus untuk Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), tercatat seluruh pegawainya hadir. Jumlahnya sebanyak 30 orang.
Dari pantauan di Balai Kota, kemarin tidak terlihat aktivitas pegawai seperti hari biasanya, yang keluar masuk ke dalam ruangan membawa berkas.
Bahkan di ruang Dinas Pemuda dan Olahraga, pada pukul 14.30 Wita sebagian besar pegawainya hanya duduk santai di dalam ruangan. Bahkan ada diantaranya yang asyik merokok.
Jika di Pemkot Makassar ada 113 PNS yang tidak berkantor di hari pertama, tidak demikian dengan di Pemprov Sulsel. Data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, pegawai yang hadir di hari pertama kerja mencapai 98,44 persen.
Kepala Bidang Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai BKD Sulsel, Suraedah mengemukakan, berdasarkan data dari absensi pegawai, dari 1.348 pegawai di lingkup kantor Gubernur Sulsel, tercatat 1.330 yang hadir. Artinya, hanya 18 orang yang tidak hadir. Itupun belum diketahui secara jelas, yang tidak hadir tersebut apakah izin, cuti, sakit, atau memang tanpa keterangan.
“Jika yang tidak hadir itu sudah didapat kejelasannya, dan diketahui tidak hadir hari pertama kerja karena ada alasan jelas, tingkat kehadiran pegawai lingkup Pemprov Sulsel bisa di atas 99 persen,” ungkap Suraedah di ruang kerjanya, Senin (11/7).
Tingginya kehadiran pegawai di hari pertama kerja cenderung dipengaruhi semakin tingginya kesadaran mereka pada tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara. Apalagi, para pegawai sudah dimanjakan dengan cuti lebaran yang cukup panjang selama sepekan.
Dia melanjutkan, untuk pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan jelas, sudah pasti ada sanksi yang menanti.
Sesuai instruksi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, semua kepala SKPD diminta memanggil pegawainya yang tidak hadir tanpa keterangan jelas untuk mengetahui alasannya. Setelah itu, baru ditentukan sanksi apa yang akan diberikan bagi yang bersangkutan. Secara berjenjang, sanksi yang diberikan mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga pemotongan tunjangan kinerja.
Terkait pegawai yang terlambat masuk, belum bisa dipastikan jumlahnya, karena baru bisa diketahui saat perhitungan tunjangan daerah.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang memimpin apel pagi di hari pertama kerja yang dilaksanakan di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulsel. Kepada seluruh pegawai, Agus berpesan agar meningkatkan kedisiplinan serta kinerja.
Sementara itu, hari pertama bekerja dimanfaatkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SKPD.
Di lingkup instansi Pekerjaan Umum (PU), Syahrul melakukan aksi bagi-bagi uang. Sejumlah lembaran ratusan ribu diberikan ke beberapa pegawai yang ditemaninya berbincang-bincang. Ajang itu juga digunakan pegawai Dinas Bina Marga, Tata Ruang dan Pemukiman, serta Pengelolaan Sumber Daya Air untuk berselfie bersama Sang 01 Sulsel.
Usai melakukan sidak, kepada wartawan, Syahrul mengaku cukup lega karena kehadiran pegawai di hari pertama kerja cukup tinggi.
“Luar biasa. Pegawai yang hadir tercatat sekitar 99 persen,” ungkapnya.
Namun, dia mengaku akan terus memantau kehadiran pegawai di tiga hari pertama kerja. (arf-rhm/rus)
Peduli Lingkungan
Penghargaan dan Sertifikat:
Copyright © 2026 Berita Kota Makassar. All Rights Reserved.

