MAKASSAR, BKM — Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi untuk jenjang SD dan SMP telah rampung. Pengumuman sudah dilakukan melalui website PPDB.
Kendati demikian, masih ada sejumlah persoalan yang tersisa. Selain indikasi bayar berbayar untuk lolos di sekolah idaman, diperoleh juga informasi jika ada pendaftar dari Kabupaten Gowa yang lulus jalur zonasi. Dua calon peserta didik dari luar Makassar tersebut lolos di sekolah dasar.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Makassar Muhyiddin Mustakim membantah infomasi bayar membayar untuk masuk sekolah yang melibatkan pihak operator dan sekolah.
“Dugaan permainan operator tidak bisa terjadi. Mereka tidak bisa bermain karena saya sudah kancing titik sekolah. Orang tua yang menentukan titik rumahnya sendiri. Jadi bagaimana mau main operator? Selain itu, ada juga pakta integritas yang telah mereka tanda tangani,” ungkap Muhyiddin saat dihubungi BKM, Senin (4/7).
Lebih jauh dikemukakan, informasi soal orang tua yang ditawari membayar Rp2 juta agar anaknya bisa lulus, itu permainan calo.
“Saya luruskan, hati-hati dengan calo. Sudah saya telusuri. Sudah saya tanyakan ke ibu yang ingin daftarkan anaknya. Ternyata dia ditawari seorang ibu di luar sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, terkait anak dari luar Makassar yang lulus jalur zonasi di sekolah Makassar, Muhyiddin mengatakan kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Itu bisa terjadi jika yang bersangkutan tinggal di wilayah perbatasan Makassar, dan ada sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya,” kata Muhyiddin.
Lebih jauh dijelaskan, memang ada disiapkan 5 persen untuk peserta didik di daerah perbatasan. Pertimbangannya, terkadang ada di antara mereka yang bermukim lebih dekat dengan sekolah yang ada di Makassar dibanding di Gowa.
“Bisa lintas zonasi tapi kecil kuotanya. Di daerah perbatasan hanya jalanan membedakan, tapi dia warga Gowa, misalnya,” tambah Muhyiddin.
Dia menegaskan, sejauh ini sudah melakukan evaluasi terhadap proses PPDB zonasi yang baru saja selesai. “Tugasku sekarang, bagaimana memfasilitasi anak-anak yang tidak tertampung di sekolah tempatnya mendaftar agar tetap bisa bersekolah. Saya selesaikan nanti semua anak masuk sekolah,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan tidak mungkin kalau ada orang yang menawarkan kelulusan dengan harga Rp2 juta. Itu pasti ulah orang yang akan melakukan aksi penipuan.
“Terlalu murah itu. Pasti balle-balle itu. Jadi kalau ada Rp2 juta lebih murah dari daerah, berarti itu tidak mungkin. Itu berarti orang yang main-main. Ambil kesempatan saja. Jangan diladeni,” kata Danny.
Lebih jauh dia menegaskan, kalau ada yang minta dana dan berjanji bisa meluluskan, itu pasti bohong karena PPDB tidak bisa direkayasa. (rhm)

