MAROS, BKM — Hari masih pagi, Selasa (2/8). Jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 Wita. Suasana di kawasan Bandara Udara Sultan Hasanuddin Makassar sudah tampak ramai. Kendaraan roda empat lalulalang dan silih berganti masuk area parkir.
Di salah satu titik, tepatnya di area parkir C terlihat sejumlah orang bergerombol. Mereka mengitari sebuah mobil Toyota Corolla Cross warna putih bernomor polisi B 1381 HFE. Di dalam kendaraan roda empat itu tergeletak sosok manusia yang sudah tak bernyawa.
Dari kartu identitasnya, lelaki tersebut diidentifikasi bernama M Jufri Batjang (61). Beralamat di Jalan Macan Nomor 32 RT 004/RW 002 Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
Tak lama kemudian petugas dari Polsek Bandara datang ke Tempat Kejadian Perkara (TK). Disusul kehadiran keluarga korban.
Salah seorang anak almarhum bernama Nurhidayat yang memberikan kesaksian kepada petugas Polsek Bandara yang menangani kasus kematian anaknya. Ia mengatakan, ayahnya sudah lama menderita penyakit hipertensi dan diabetes. Karenanya, harus mengomsumsi obat-obatan setiap hari agar penyakitnya tidak kambuh dan bisa melakukan aktivitas.
”Setiap hari memang ayah saya harus minum obat, dengan harapan penyakit yang dideritanya tidak kambuh lagi,” ujar Nurhidayat kepada polisi.
Kapolsek Bandara Iptu Arsyad, mengatakan korban bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Ia meninggalkan rumah dengan tujuan untuk mengantar rekan kerjanya yang hendak ke Jakarta dengan menggunakan mobil.
Setelah menurunkan penumpangnya, korban lalu mengarahkan
mobilnya ke areal parkir C. Ada dugaan korban yang sudah sangat lelah kemudian bermaksud istirahat sejenak sebelum kembali ke rumahnya.
Ia lalu memarkir mobilnya lalu turun berbaring di taman. Pintu mobil dibiarkan tetap terbuka.
”Ada dugaan korban sudah tidak enak perasaannya sehingga memarkir mobilnya untuk beristirahat. Namun Allah berkehendak lain,” ujar Arsyad.
Ditambahkan Arsyad, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan telentang dan mulut berbusa. Petugas Avsec dan BKO TNI AU yang berjaga di lokasi langsung menghubungi dokter KKP untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. ”Dari hasil pemeriksaan petugas medis KKP, saat ditemukan korban memang sudah meninggal dunia,” terangnya.
Gune mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, telah dilakukan pemeriksaan dengan cara visum luar oleh petugas media. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya pada bagian wajah terdapat warna hitam. Dugaan sementara hal itu disebabkan oleh pengaruh obat yang dikonsumsinya di rumah, sebelum akhirnya ditemukan menjadi mayat di area parkir bandara.
Untuk sementara, lanjut Arsyad, kasus penemuan mayat ini sudah ditangani petugas bandara. Saksi-saksi yang pertama melihat jenazah korban di lokasi kejadian telah dimintai keterangannya. Jenazah korban juga sudah diserahkan ke anggota keluarganya untuk dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. (ari/c)

