Connect with us

Sulselbar

Diskan Gelar Sosialisasi Pengendalian Hama

-

SOSIALISASI -- Diskan Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi probiotik dan pengendalian hama bagi penyuluh perikanan di Aula Dinas Perikanan, Selasa (6/12).

MALILI, BKM — Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Luwu Timur menggelar sosialisasi probiotik dan pengendalian hama bagi penyuluh perikanan di Aula Dinas Perikanan, Selasa (6/12). Sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang cara mengendalikan hama dan penyakit ikan pada ikan yang dibudidayakannya.

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Alimuddin Nasir. Dalam sambutannya, Alimuddin mengatakan hama dan penyakit ikan sering dialami para pembudidaya ikan. Namun banyak para pembudidaya yang masih belum paham apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.
“Untuk itu, para pembudidaya perlu memahami bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit ikan pada ikan yang dibudidayakannya karena bagaimanapun upaya pencegahan lebih baik daripada mengobati,” jelas Alimuddin.

Dia berharap agar peserta dapat serius mengikuti dan bertanya ke pemateri jika ada hal-hal teknis yang kurang dipahami.
Sementara Aswar, S.Pi , selaku narasumber dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, menyampaikan empat Materi yaitu ; Manajemen Kesehatan Ikan, Penerapan cara budidaya ikan yang baik diantaranya yaitu : Monitoring, Kontrol & Survailen Kondisi Alam sangat dinamis (harian, bulanan, musiman, tahunan).
Kualitas lingkungan cenderung menurun. Tingkat keberhasilan tergantung dari jenis dan jumlah parameter (lengkap, dalam), waktu (Sering dan periodik) dan ketajaman analisis.
Penanganan Sampel AHPND Benur, Langsung dimasukkan ke dalam tabung yang berisi Larutan fisiologis (0,85 persen NaCl) yang steril, digerus hingga hancur, kemudian larutan dipindahkan ke tabung yang berisi media enrichment (TSB + 2 persen NaCl) sebanyak 1:2, Inkubasi 18-48 jam di suhu ruang, sampel bisa difiksasi dengan ethanol 70 persen dengan rasio 1:1 Probiotik.
Aswar menjelaskan penggunaan probiotik pada budidaya ikan dan udang efektif untuk menekan tumbuhnya bakteri patogen dan meningkatkan produktivitas tambak.
Sedangkan pada praktek pembuatan probiotik, dan bioflok dibawakan oleh Penyuluh Perikanan Wahyudi Supratman, didampingi Kabid Perikanan Budidaya, Muh. Syahri., beserta penyuluh lainnya.
Menurut Wahyudi tujuan utama dari teknologi bioflok adalah memanfaatkan limbah nitrogen anorganik dalam kolam budidaya menjadi nitrogen anorganik yang tidak bersifat toksik.
“Sistem bioflok menekankan pada penumbuhan bakteri pada kolam untuk menggantikan komunitas autotrofik yang didominasi oleh fitoplankton,” tandas Wahyudi Supratman. (rls)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini