Air memang kebutuhan utama manusia. Tanpa air, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Makanya, jangan heran, demi setetes air, apapun akan dilakukan manusia.
Laporan: Rahman-Ardhita-Rahma Amri
Beberapa hari terakhir, warga Cambayya, Kecamatan Ujungtanah dibikin pusing. Pasalnya, air bersih dari PDAM mulai tidak mengalir. Apalagi saat siang. Air baru mulai mengalir saat malam. Itupun volumenya tidak terlalu besar. “Sudah agak sulitmi kita dapat air, malampi baru bagus mengalir. Makanya kita harus begadang tunggu air mengalir,” kata Fahrul warga Cambayya.
Soal keluhan warga ini juga diakui anggota DPRD Kota Makassar. Wakil Ketua Komisi B, Hasanuddin Leo mengaku telah menerima beberapa keluhan warga soal air bersih yang mulai sulit didapat.
“Sekarang memang sudah banyak warga yang mengeluh. Mereka mengaku harus begadang untuk dapat air bersih. Bahkan, ada yang jalan kaki beberapa kilometer untuk angkat air,” kata Hasanuddin, kemarin.
Makanya, Hasanuddin meminta Pemkot Makassar segera mengantisipasi keluhan ini. Apalagi, kata dia, musim kemarau masih panjang.
Selain itu, Hasanuddin juga menyampaikan beberapa warga mengaku melihat beberapa pipa PDAM mulai rusak hingga bocor yang menyebabkan debit air berkurang.
Bukan hanya Hasanuddin Leo yang mengaku telah menerima keluhan masyarakat soal kesulitan air bersih. Basdir, anggota Komisi B lainnya pun mengatakan demikian.
“Sudah banyak keluhan yang saya dengar soal mulai sulitnya mendapatkan air bersih. Sebaiknya Pemkot segera melakukan langkah antisipasi. Tangki sudah harus disiapkan di wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan,” kata Basdir.
Lalu apa tanggapan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto atas ancaman kekeringan ini? Ditemui usai membuka kegiatan Bimtek dan Standar Kerja Kompetensi Nasional (SKKN) di Grand Pasific Hotel Jalan Latimojong, Rabu ( 28/7), Danny Pomanto mengatakan akan menyediakan tangki-tangki air bersih di beberapa lokasi yang mengalami kekurangan air bersih.
“Nanti kami akan siapkan tangki-tangki dan mobil penyuplai air bersih,” kata Danny.
Waspada Dampak El Nino
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengatakan dampak badai elnino yang membawa hawa panas sudah mulai masuk ke Indonesia.
Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pelayanan Jasa BMKG IV, Sujarwo, mengatakan dampak badai El Nino ini akan terasa hingga akhir tahun 2015 ini.
Untuk puncak kemarau, diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September 2015.
Data dari BMKG Wilayah IV Sulsel, dampak badai El Nino akan sangat terasa khususnya di wilayah selatan dan barat Sulsel.
Daerah yang diprediksi akan mengalami kekeringan cukup panjang dan cukup parah adalah Kabupaten Selayar, Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare. Serta wilayah penghasil padi seperti Sidrap dan Wajo.
Untuk wilayah barat, menurut prakiraan BMKG, tetap akan mengalami kekeringan namun masih berada pada batas normal.
“Hal itu dikarenakan daerah pegunungan dan sekitarnya mampu menjadi penyelamat pasokan air,” kata Sujarwo.
Sementara suhu udara karena dampak El Nino berada pada kisaran 35 hingga 36 derajat celcius. Suhu normal di Sulsel berada di kisaran 32-34 derajar celcius.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh perguruan tinggi mengambil peran, melakukan penelitian untuk mengantisipasi dampak badai El Nino.
Pemprov juga berencana menggagas program melubangi tanah sebagai penampung air, yang populer disebut biopori.
“Kita akan membuat sekitar satu juta biopori untuk menampung air,” jelasnya. (/maf/b)

