RANTEPAO, BKM — Data pencapaian kinerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Toraja Utara belum maksimal dan tidak akurat. Pelaporannya juga tidak akuntabel dan tak transparan.
Temuan itu disampaikan Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Toraja Utara Daniel Tandi pada rapat kordinasi bersama dengan sejumlah SKPD di Aula Kantor Bupati, Senin (10/8).
Dijelaskan Daniel Tandi, kendala yang dihadapi tim penyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati setiap taunnya adalah tidak sinkronnya laporan dengan data yang disiapkan masing-masing SKPD.
”Bahkan pernah terjadi tahun sebelumnya, LKP tahunan bupati jdatanya hanya berdasarkan laporan triwulan ketiga. Padahal seharunya sampai triwulan keempat,” ungkap Daniel.
Diakui Daniel Tandi, pengalaman yang terjadi selama ini, LKPj yang sudah diserahkan ke dewan selanjutnya dibahas pansus. Saat pembahasan berlangsung, dibutuhkan penjelasan dari eksekutif.
”Saat pembahasan itu kita tidak mampu menampilkan data riil dan akurat. Disinilah disinilah peran subag perencanaan setiap SKPD untuk merinci capaian maksimal program,” tandasnya.
Hal ini, menurut Kepala Bappeda, sangat penting. Sebab menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Karena itu, pejabat atau staf di subag program haruslah orang terlatih dan terampil. (gus/rus/c)
Data Capaian Kinerja SKPD tidak Akurat
×

