ENGKANG, BKM — Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Wajo mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Sebab penyakit ini sudah menelan korban jiwa.
Seorang anak berusia lima tahun bernama Khusnul Qhatimah meninggal akibat terserang DBD. Korban yang beralamat di Jalan Jawa lorong IV itu meninggal di Klinik Prima Husada, Selasa (4/8).
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo menyebutkan, sampai tanggal 11 Agustus, penderita DBD baru satu, yakni Khusnul Qhatimah. Hal ini berbeda pada bulan Juli yang mencapai 21 kasus, dan semuanya terjadi di Kecamatan Tempe. Sementara untuk periode Mei-Juni, jumlahnya mencapai 53 kasus. Rinciannya, lima pada bulan Mei dan 48 pada Juni.
Menyikapi kasus meninggalkan korban DBD ini, Kepala Dinas Kesehatan Wajo dr Baso Rahmanuddin berjanji akan segera melakukan fogging ke titik-titik rawan DBD.
Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Lamaddukelleng itu mengaku, pihaknya juga sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tindakan ini dinilai lebih efektif dibandingkan fogging.
“Besok (hari ini) kami akan turun ke rumah-rumah warga yang dinilai rawan DBD untuk melakukan fogging. Kalau PSN
sudah berjalan,” tegasnya.
Sementara pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo Muh Syukur mengatakan, penyakit DBD sangat erat kaitannya dengan kebersihan masyarakat. Karena itu pihaknya terus mensosialisasikan program 3M.
”Program 3M ini yang paling ampuh untuk membunuh jentik dan telur nyamuk. Kalau foging hanya membunuh nyamuk dewasa,” kata Syukur, kemarin. (ilo/rus/b)
DBD Telan Korban Jiwa
×

