pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ingin Persiapkan Aqiqah, Ibu, Anak dan Ponakan Tewas Tabrakan

JENEPONTO, BKM — Kecelakaan maut terjadi di Jalan Poros Kampung Togo-togo Kelurahan, Togo-togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Selasa (11/8) sekitar pukul 04.30 Wita. Ibu, anak dan ponakan yang hendak menghadiri aqiqah anak keluarganya di Makassar tewas setelah mobil pickup yang mereka tumpangi bertabrakan dengan truk kontainer.
Adapun korban yang tewas masing-masing Awaluddin bin Abd Muis (37) (sopir pickup/ponakan) warga BTN Minasa Upa Blok D2 No 5 Makassar, Hafida bin H Gazali (20) dan ibunya Hj Nursiah bin Babang (45) warga Jalan Sukarno No.10 Bulukumba. Hafidah dan Nursiah adalah penumpang pickup.
Kecelakaan yang terjadi tak jauh dari Kantor Polsek Batang itu bermula saat truk kontainer bernomor polisi B 9012 TYU dari arah Makassar menuju Kabupaten Bantaeng melaju dengan kecepatan tinggi ke sisi lajur kanan. Tiba-tiba muncul mobil pickup merek Daihatsu Gran Max warna hitam B 9741 D yang juga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.
Kecelakaan pun tak bisa terhindarkan. Mobil pickup yang dikendarai seorang sopir laki-laki dan ditumpangi dua orang wanita bertabrakan. Kontainer yang dimuat truk jatuh dan menindih ke pickup hingga ringsek.
“Sama-sama melaju kencang pak. Truk itu mengambil lajur kanan dari arah Bantang. Sementara ada juga mobil pickup dari arah berlawanan sehingga kedua mobil saling bertabrakan,” ungkap H Amiruddin Sibali, saksi di TKP.
Ketiga korban tewas di tempat lantaran ikut terjepit bak mobil yang remuk akibat dilindas truk. Ketiga korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Lanto Daeng Pasewang, Bontosunggu, Kabupaten Jeneponto untuk menjalani visum.
Direktur RSUD LDP Jeneponto, dr Iswan Sanabi mengatakan, tiga korban masing-masing bernama Awaluddin bin Abd Muis (37) (sopir pickup) warga BTN Minasa Upa, Blok D2 No 5 Makassar serta dua wanita (penumpang pickup) Hafida bin H Gazali (20) seorang mahasiswa serta ibunya, Hj Nursiah bin Babang (45) warga Jalan Sukarno No.10 Bulukumba.
Hasil visum yang dilakukan menyimpulkan, ketiga korban meninggal dunia akibat mengalami remuk di bagian kepala tangan dan kaki.
“Ketiga korban meninggal dunia. Jenazah sudah diambil pihak keluarga. Sementara dua jenazah perempuan akan dimakamkan di kampung halamannya di Bulukumba,” kata dr Iswan.
Keluarga korban, yang juga Kadis Kesehatan Jeneponto, dr Syafruddin Nurdin yang ditemui di rumah sakit mengatakan, bahwa ketiga korban masih memiliki hubungan keluarga dengan sang sopir.
“Almarhum Awaluddin masih keluarga sama Hj Nursiah, tante saya dan Hafida sepupu saya. Saya sebagai keluarga sangat berduka atas peristiwa ini,” ujar dr Syarifuddin.
Kasat Lantas Polres Jeneponto, AKP Mustafa Sani mengaku kalau pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap sopir kointainer. Sopir kontainer tersebut melarikan diri saat peristiwa kecelakaan maut.
“Kami masih melakukan pengejaraan terhadap sopir kontainer. Dugaan sementara kecelakaan disebabkan sopir truk pindah lajur ke sebelah kanan garis pembatas jalan sehingga terjadi tabrakan,” jelas Mustafa Sani.

Aqiqah Anak

Kepergian Awaluddin alias Awal, satu dari tiga korban kecelakaan maut di Togo-togo menyisakan duka mendalam bagi Nanna, istrinya. Betapa tidak, kepergian suaminya ke Bulukumba untuk menjemput tante dan adik iparnya. Rencananya, Awal mengajak Nursia dan Hafida ke Makassar untuk mempersiapkan acara Aqiqah anaknya yang dilaksanakan pekan depan.
Namun takdir berkata lain, sebelum ketiganya tiba di Makassar, maut lebih dulu menjemput ketiganya.
Mattoreang, keluarga korban mengungkapkan, Nursia Babang adalah pensiunan guru SMA Negeri 1 Bulukumba. Sedangkan Hafida bekerja sebagai tenaga dosen di Akademi Kebidanan Al-Baity Bulukumba.
Menurut Mattoreang, korban berangkat dari rumahnya di Jalan Soerkarno Bulukumba sekitar pukul 02.30 dinihari menggunakan mobil pick up Grand Max yang dikemudikan Awal. Sebelumnya, Nursia Babang meminta kepada Awal, agar nanti pagi baru berangkat ke Makassar, namun Awal tetap mengajak tantenya itu tetap berangkat dan menyatakan nanti di jalan baru mampir salat subuh.
Mattoreang menjelaskan, Awal yang berdomisii di Makassar, ke Bulukumba hanya untuk menjemput tantenya dengan adik iparnya. “Awal ke Bulukumba hanya menjemput Hj.Nursia yang dianggapnya sebagai ibu mertuanya sendiri bersama adik iparnya Hafida. Pekan depan anak pertama Awal akan di Aqiqah,’’ tutur Mattoreang. (krk-edy/cha/b)



×


Ingin Persiapkan Aqiqah, Ibu, Anak dan Ponakan Tewas Tabrakan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar