pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

13 Kontraktor Kerjakan Jalan Kereta Api

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 13 kontraktor dari dalam dan luar Sulsel mulai mengerjakan proyek badan jalan kereta api dengan starting poin di
Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Prosesi awal pengerjaan ditandai dengan kegiatan Maccera, Kamis (13/8) dihadiri langsung Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Barru Nasruddin dan tokoh masyarakat di Kabupaten Barru.
Untuk tahap pertama, kata Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko, para kontraktor pemenang tender akan mengerjakan badan jalan kereta api double track sepanjang 18 km yang diharapkan bisa selesai akhir Desember mendatang.
Adapun rel kereta api yang akan dipasang khusus didatangkan dari China. Dan rencananya sudah mulai tiba di daerah ini pada Oktober mendatang.
Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan menyaksikan pembantalan rel kereta api pada September mendatang.
Hermanto melanjutkan, tahun ini pusat menganggarkan sekitar Rp 1 triliun untuk pengerjaan rel kereta api khusus di Kabupaten Barru yang telah dibebaskan lahannya.
Terkait spesifikasi teknik, kereta api yang akan dihadirkan di Sulsel memiliki teknologi yang jauh lebih unggul dibanding yang ada di Jawa dan Sumatera.
“Kecepatannya hingga 200 km per jam. Yang ada selama ini hanya 120 km per jam.
Khusus untuk trayek Makassar-Parepare diharapkan sudah bisa selesai paling lambat 2018 mendatang.
Kepada para kontraktor yang mengerjakan proyek, Hermanto mewanti-wanti agar melaksanakan proyek sesuai prosedur dan memperhatikan aspek keselamatan.
“Jaga mutu sesuai standar. Kalau tidak sesuai spek, kami akan bongkar,” tegasnya.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan kehadiran kereta api di Sulsel merupakan prestasi luar biasa. Kehadiran moda transportasi darat itu secara perlahan akan mengubah pola pandang masyarakat dalam menggunakan alat transportasi.
“Kita nanti tidam akan berhitung berapa jarak namun berapa waktu tempuh. Makassar-Barru misalnya, bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan kereta api,” kata Agus.
Tidak menutup kemungkinan, kata Agus, mahasiswa Barru yang kuliah di Makassar tidak lagi kost atau tinggal di ibukota Sulsel itu melainkan tetap di Barru.
Kepada Dirjen Perkeretaapian, dia mewanti-wanti agar mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal dalam merekrut pegawai nantinya. Terkhusus lagi dengan masyarakat yang terkena pembebasan lahan. Tentunya dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.
Tugas Pemprov Sulsel dan pemerintah daerah saat ini adalah memfasilitasi pembebasan lahan secara baik dengan tidak menyisakan masalah agar proyek pembangunan rel kereta api berjalan lancar tanpa hambatan.
“Anggaran pembebasan lahan sudah ada. Tugas tim pembebasan untuk siapkan lahan. Tahun ini, pusat sudah siapkan anggaran pembebasan lahan sepanjang 70 km,” jelas Agus.
Trayek kereta api Makassar-Parepare ini nantinya akan dilengkapi tujuh stasiun besar dan 15 stasiun kecil.
Khusus di Kabupaten Barru, menurut Plh Bupati Barru, Nasruddin, proses pembebasan lahan di daerahnya berjalan lancar tanpa menemui kendala berarti sesuai UU No 2 Tahun 2012.
Lahan yang dibebaskan di Kabupaten Barru sebanyak 866 bidang, 435 bidang tanah sudah dibayar. Sementara sisanya masih berproses karena terganjal persoalan administrasi. (rhm/war/b)



×


13 Kontraktor Kerjakan Jalan Kereta Api

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar