MAKASSAR, BKM — Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menanggapi santai terkait anaknya Fauzan Agus Arifin Nu’mang yang terlibat pengeroyokan petugas security Bandara Sultan Hasanuddin. Ia mengatakan, kejadian biasa bagi anak laki-laki seusia putranya.
“Itu kejadian spontan. Mungkin teman-temannya ingin menunjukkan sikap solidaritasnya. Biasaji laki-laki berkelahi,” ujar Agus saat ditemui BKM usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Sulsel, Kamis (14/8).
Mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengaku jika ia sering mengingatkan putranya yang masih terbilang belia, termasuk rekan-rekannya yang selalu jalan bersama agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Agus juga sangat menyayangkan kalau dalam kasus ini ada security yang menjadi korban.
“Saya sering ingatkan teman-temannya agar hati-hati bila bersama. Saya juga kurang setuju kalau aparat menjadi korban,” ujar Agus.
Berakhir Damai
Kasus pengeroyokan dua petugas security Bandara Sultan Hasanuddin yang melibatkan putra Wakil Gubernur (Wagub), Fauzan Agus Arifin Nu’mang, Rabu (12/8) malam berakhir damai.
Fauzan bersama empat rekannya, Andi Mattotorang, Andi Batara, Muh Rahmat Putra dan Andi Muhammad dibebaskan setelah menempuh upaya damai dengan kedua petugas security yang menjadi korban. Perdamian tersebut difasilitasi penyidik Polsek Bandara.
Kapolsek Bandara, Iptu Alamsyah yang dikonfirmasi, Kamis (13/8) membenarkan upaya damai kedua belah pihak. Menurutnya, insiden pengeroyokan disebabkan hanya soal salahpaham antara security dengan rombongan putra Wagub.
“Ini hanya kesalahpahaman antara security dengan Fauzan bersama temannya hingga berakhir dengan penganiayaan. Keduanya sudah sepakat untuk berdamai,” tegas Alamsyah.
Alamsyah menjelaskan, aksi pengeroyokan dua petugas security terjadi, Rabu (12/8) malam sekitar pukul 19.18 Wita di areal Dropzone bandara. Saat itu, mobil yang ditumpangi anak Fauzan DD 887 OZ bersama rekannya memarkir di areal dropzone.
Saat itu, dua petugas security yakni, Ali Akbar dan Randi menegur pemilik kendaraan agar tidak memarkir terlalu lama. Namun teguran tersebut, dipahami lain oleh rekan Fauzan. Mereka yang tidak diterima langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua security.
Kapolsek mengaku kalau pihaknya saat itu juga langsung menindaklanjuti kasus tersebut, dengan mengamankan korban dan para pelaku ke Mapolsek Bandara untuk menjalani proses pemeriksaan.
Setelah kedua pihak memberikan keterangan, mereka pun sepakat untuk menempuh jalan damai, mengingat kedua pihak mengakui kasus ini hanya persoalan kesalahpahaman. Adapun upaya damai keduanya telah dibuktikan dengan surat penyataan yang ditanda tangani antara pelapor dengan terlapor.
“Karena korban sudah mencabut laporannya dan menyatakan damai hingga kami anggap kasus ini sudah selesai,” tutup Kapolsek. (ari-ril/cha/b)

