pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SYL: Berantas Begal, Polisi Harus Rajin Patroli

MAKASSAR, BKM–Aksi begal motor yang semakin marak dan beringas mendapat tanggapan dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Menurut Syahrul, pihak kepolisian harus lebih mengintensifkan patroli di jalan-jalan untuk mengantisipasi aksi begal.
Syahrul mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolda dan Kapolrestabes untuk mengecek sejauh mana aksi begal motor mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas.
Koordinasi yang akan dilakukan, kata Syahrul, juga untuk mengetahui apakah ada orang atau oknum tertentu di belakang aksi begal motor itu.
“Saya kira langkah penanggulangan masih dalam porsi Kapolda dan Kapolrestabes. Saya akan coba cek. Saya akan melakukan koordinasi,” kata Syahrul di sela-sela ground breaking Wisma Negara di Centre Point of Indonesia (CPI), Rabu (19/8).
Bukan hanya gubernur yang mulai tidak nyaman soal aksi para begal ini. Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtir pun sejak dulu kesal dengan ulah para begal motor. Makanya, ia siap menurunkan anggotanya jika polisi meminta bantuan.
“Kalau polisi minta dibantu ya nanti kita bantu,” Kata Pangdam VII Wirabuana, Mayjen Bachtiar usai serah terima jabatan di gedung BPW Kodam VII Wirabuana, Rabu (19/8).
Bachtiar menambahkan, jika perlu pihaknya akan melakukan patroli bersama dengan pihak kepolisian.
“Kita akan bantu patroli”, tambah Bachtiar
Malah, kata dia, TNI telah bekerjasama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan Makassar.
“Koramil dan polsek kan sudah memantau,” ujarnya.

Penganiaya Polisi Ditangkap saat Pesta Sabu


Penganiaya Polisi Ditangkap saat Pesta Sabu
GIRING-Penyidik Polda Sulsel saat menggiring Munir, tersangka kasus penganiaya polisi ke dalam sel Mapolda Sulsel. Munir ditangkap polisi di Batua Raya, Selasa (18/8) malam saat asyik pesta sabu bersama tiga rekannya.

Sementara itu, Tim Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar meringkus pelaku penganiaya Bripda Aprianto, anggota Ditreskrimum Polda Sulselbar, Selasa (18/7) malam.
Menariknya, tersangka Munir (43) diringkus saat asyik berpesta sabu-sabu bersama rekannya di Jalan Batua Raya 7 Makassar. Munir diamankan bersama tiga rekannya yakni Andi Calli (24), Anwar (34) dan Mansyur (48).
Kasubdit IV Polda, Kompol Gany A.H.Sik saat jumpa pers di Mapolda Sulsel Rabu (19/8) siang mengungkapkan, tersangka Munir adalah pelaku penodongan anggota Reksrimum Polda Sulsel Bripda Dian Aprianto. Di depan polisi, kata Gany, tersangka nekat menodong karena mabuk.
“Tersangkanya mengaku mabuk sehingga melakukan penganiayaan,” kata Gany
Pasca kejadian itu, lanjut Gany, petugas melakukan pengembangan. Begitu tersangka berada di rumahnya, polisi melakukan penggerebekan. Tersangka yang lagi asyik pesta sabu bersama rekannya langsung diringkus.
“Tersangka Munir saat digerebek sedang asyik pesta sabu dengan rekannya,” kata Gany.
Dari tangan tersangka dan rekannya, polisi menyita barang bukti 1. 31 sachet sabu-sabu masing-masing 0,28 gram, 1 unit timbangan elektrik, 1 pirex (alat hisap), uang tunai Rp.1.030.000,4 Unit Hp, 1 korek gas, 2 dompet, 1 buah sendok takaran dan 1 pucuk senjata airsoftgun.
“Kami masih melakukan pengembangan kepada ke empat tersangka ini. Tersangka Munir dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dan pasal penyalagunaan psikotrapika (narkoba),”kata Gany. (ish-rhm-man/cha/b)




×


SYL: Berantas Begal, Polisi Harus Rajin Patroli

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar