MAKASSAR, BKM — Suasana duka menyelimuti Graha Pena, sore kemarin. Ratusan karyawan Fajar Group untuk terakhir kalinya melepas kepergian wartawan Harian Fajar, Surialang Bage (26) yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di Jalan Urip Sumohardjo, Senin (24/8) siang.
Sejak siang, karyawan Fajar Group sudah berkumpul di lobi Graha Pena. Mereka menantikan kedatangan jenazah Alang, sapaan Surialang.
Sekitar pukul 15. 08, mobil ambulance meraung-raung dan tiba di Graha Pena. Ketika pintu mobil ambulance dibuka, sontak karyawan Fajar dan rekan-rekan Alang menangis. Mereka tidak bisa menahan air matanya ketika jenazah Allah diletakkan di atas dipan yang telah disiapkan.
Hampir seluruh karyawan yang ada di lobi tak kuasa menahan air matanya. Apalagi mendengar suara tangis rekan, sahabat dan keluarga Alang. Jenazah Alang disambut sejumlah petinggi Fajar Group seperti H Syamsu Nur dan A Syafiuddin Makka.
Komisaris Harian Fajar, Zulkifli Gani Otto memimpin proses pelepasan. Ia sempat membacakan riwayat singkat Alang. Chairman PT Media Fajar Group, HM Alwi Hamu juga ikut melepas kepergian Alang. “Kami sangat kehilangan, dan kami ucapkan turut berduka cita. Semoga almarhum dibukakan pintu surga dan keluarganya diberi ketabahan,” kata Alwi Hamu.
Seusai Alwi Hamu, giliran Direktur Utama PT Media Fajar Koran, Agussalim Alwi Hamu yang menyampaikan sepatah kata. Saat berbicara, Agus tak mampu menahan kesedihannya. Suaranya berat dan bergetar. “Kami sama sekali tidak menyangka. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarganya diberi ketabahan,” kata Agus sambil tertunduk.
Beberapa saat setelah pelepasan, jenazah Alang kembali dinaikkan ke mobil ambulance untuk dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Wajo.
Ditunggu di Asrama Haji
Siang kemarin, Surialang telah ditunggu rekan-rekannya sesama peliput haji di Asrama Haji Sudiang. Menurut Abe, salah satu fotografer Harian Fajar mengaku, saat pukul 07.00, ia sempat dikirimi BBM oleh Alang. BBM-nya, menurut Abe, cukup aneh.
“Tidak seperti biasanya Alang mengirim BBM seperti itu. Ia mengirim emoticon peluk dan cium. Saya sendiri heran. Saya jawab kenapa BBM begitu, tapi tidak terbalas,” kata Abe sedih.
Begitu Abe tiba di Asrama Haji, ia belum juga ketemu Alang. Padahal, ia berdua ditugaskan Fajar meliput di Asrama Haji. “Akhirnya saya duluan mewawancara beberapa calon jamaah haji,” katanya.
Abe semakin penasaran karena hingga siang, Alang belum juga sampai ke Asrama Haji. “Akhirnya salah satu teman menelepon. Saat itu kami ingin mengajak makan siang Alang. Tapi, saat diterima, yang menerima telepon mengatakan jika yang punya HP (Alang) telah meninggal dunia akibat tabrakan,” kata Abe.
Ditabrak Truk
Surialang meninggal saat hendak melaksanakan tugasnya sebagai wartawan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban hendak melaksanakan tugas peliputan di Asrama Haji Sudiang dengan menggunakan motor Yamaha Vega DD 4732 QY. Saat melintas di Jalan Urip, motor yang dia kemudikan bersenggolan dengan mobil truk enam roda. Korban terpental dan tubuhnya masuk kekolong truk hingga terlindas.
Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas Polrestabes Makassar AKP Amiluddin yang dikonfirmasi BKM Senin (24/8) mengatakan, korban Surialang kecelakaan di arah timur sebelum jembatan Tello sekitar pukul 10.00 Wita. Keluarga korban melapor peristiwa ini pada pukul 15.00 Wita
“Korban saat hendak melintas di Jalan Urip Sumoharjo arah ke timur sebelum Jembatan Tello bersenggolan dengan mobil truk enam roda dan saat korban jatuh langsung masuk di kolong truk itu hingga digilas,”ujar Amiluddin.
Amiluddin mengungkapkan, usai kejadian sopir truk melarikan diri meninggalkan kendaraan yang dia kemudikan.
“Korban sebelum dievakuasi mengalami patah tulang leher kemudian mengeluarkan darah di bagian hidung dan juga didahi memar,” ungkap Amiluddin.
Pelaku penabrak lari, kata Amiluddin, masih dalam penyelidikan. Sementara truk yang digunakan pelaku dari hasil keterangan saksi merek Dina DD 9770 AM atau DD 9770 MA. “Kasus ini masih dalam penyelidikan,” katanya. (ish/cha/b)

