MAKASSAR, BKM–Aksi beringas begal motor yang terkesan tidak kenal kapok mengundang keprihatinan dari sejumlah kalangan.
” Saya menilai Makassar hingga saat ini belum aman dari aksi begal. Bahkan hingga saat ini belum ada terlihat upaya kepolisian untuk mengantisipasi aksi begal,” Kata pakar Hukum Universitas Bosowa 45, Prof. Marwan Mas, Rabu (26/8).
Marwan mengatakan, aksi begal yang marak terjadi di Makssar merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat dan aparat penegak hukum, bagaimana kita bisa menekan aksi kekerasan di jalan raya.
Dengan cara tidak memberi ruang dan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan aksi begal dijalan raya. Selain itu juga aparat kepolisian juga harus sering melakukan operasi rutin dibeberapa titik yang dianggap rawan aksi begal.
Menurut Marwan, ukuran tidak aman itu bukan hanya, kalau semua warga merasa terancam, tetapi bisa juga diukur dari intensitas kejahatan jalanan terjadi pada hampir setiap hari.
Kepolisian, selaku penaggung jawab harus mampu kembali menggalakkan operasi Kamtibmas, guna mengantisipasi serta mengatasi aksi begal dijalanan yang semakin bertambah banyak.
” Kepolisian juga harus lebih banyak melakukan penyuluhan-penyuluhan hukum ke masyarakat, utamanya kepada anak usia remaja, ” ujar Marwan.
Selain tindakan tegas, kata Marwan aparat Kepolisian harus juga bisa memberikan upaya pendekatan secara persuasif kepada masyarakat. Agar masyarakat juga memiliki rasa tanggung jawab dalam menciptakan suasana aman dan bebas dari aksi begal.
“Kepolisian harus bisa menggalang masyarakat agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan, utamanya aksi begal motor, ” tukas Marwan.(mat/cha/c)
Polisi Harus Tegas Atasi Begal Motor
×

