MAKASSAR, BKM — Sehari setelah bentrok antara oknum TNI dan Polri, suasana ibukota Polwali Mandar (Polman) mulai kondusif. Untuk mengantisipasi bentrokan susulan, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar telah meminta seluruh senjata dan amunisi dimasukkan ke dalam gudang.
“Kami perintahkan semua jenis senjata dan amunisi digudangkan. Siaga satu hanya berlaku di Polman. Untuk wilayah lain seluruh anggota TNI harap tetap tenang,” tegas Bachtiar kepada wartawan, kemarin.
Pangdam VII bersama Kapolda Sulselbar, Irjen Anton Setiadji juga terus menerus melakukan koordinasi intensif untuk menenangkan situasi Polman hingga siang kemarin.
“Semalam, anggota TNI menjaga pos polisi. Empat anggota Kodim menjaga setiap pos. Ini kita lakukan agar keharmonisan tetap solid,” katanya.
Terkait oknum-oknum TNI yang terlibat dalam bentrok ini, Pangdam menegaskan semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku. TNI, kata dia, akan menurunkan tim Pusat Intelejen Angkatan Darat untuk melakukan pengusutan. “Yang jelas akan ada pemeriksaan yang kami lakukan. Tidak ada yang kebal hukum,” tegas Bachtiar.
Sebelumnya, pos polisi di Desa Palippis , Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman Minggu (30/8) malam hangus dibakar orang tak dikenal.
Kindo saksi mata kepada BKM, Senin (31/8) mengatakan, beberapa saat setelah salat Magrib, puluhan orang mengendarai dua mobil memasuki pos polisi lalu menyiram bensin dan membakarnya. Menurut Kindo, ada juga motor yang dibakar.
Burhan, saksi mata lainnya mengatakan, pos polisi tersebut sudah kosong.
Kapolsek Tinambung, AKP Takdir Daud yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya belum mengetahui siapa pelaku pembakaran.
Sementara itu, Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi Koerniawan menyatakan, kasus penembakan tersebut sudah ditangani pihak Propam Polda Sulselbar dan pihak Pangdam VII Wirabuana. Pelaku penembakan, sudah diamankan di Polda Sulselbar. Situasi keamanan di Polman, kata dia, sudah kondusif.
”Kami mohon kepada semua pihak untuk jangan memprovokasi keadaan termasuk media. Polman sudah kondusif, kita lihat, Bpak tentara dari Kodim
1402 Polman yang berjaga di Polres. Kami bersatu padu demi Polman yang kondusif,” kata dia.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi mengaku, pelaku penembakan memang sudah diamankan.
“Tim Mabes Polri akan turun melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Ada tiga tim yang akan diturunkan yakni Paminal Divisi Propam, Intel dan Paminal,” tandasnya.
Pemakaman
Rumah almarhum Prada Yuliardi, anggota TNI yang tewas ditembak saat bentrokan antara anggota TNI dan aparat kepolisian di Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) siang kemarin penuh sesak. Jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Kampung Waekecce’E, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.
Yuliardi meninggal dunia akibat terkena peluru dari senjata seorang oknum polisi. Sejumlah keluarga Prada Yuliardi tak henti-hentinya berdatangan untuk memberikan ucapan belasungkawa. Isak tangis pun pecah.
Sanak keluarga sama sekali tidak percaya kalau anak ketiga dari lima bersaudara ini tewas secara tragis.
Ayah dan ibu kandung Pratu Yuliardi, Takdir dan Hasnawati pingsan tak sadarkan diri saat melihat jenazah anaknya terbujur kaku dalam peti jenazah.
Jenazah Yuliardi tiba di rumah duka pukul 13.00 menggunakan ambulance.
Yuliardi yang sehari-harinya sebagai sopir Komandan Kompie Senapan B 721 Makkasau ini dikenal sebagai anak yang penurut dan ulet serta bertanggung jawab.
Ato salah seorang kerabat korban mengaku jika Yuliardi adalah anak yang baik dan solidaritasnya tinggi.
”Dia itu penyabar dan setia kawan. Seingat saya dia itu tidak suka cari masalah,“jelas Ato.
Upacara pemakaman Yuliadi di pemakaman umum keluarga di Desa Waekecce` E di lakukan dengan upacara militer dipimpin langsung Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan antara oknum polisi dan TNI terjadi di Kabupaten Polman, Minggu (30/8) sore. Bentrokan ini membuat Prada Yuliardi tewas setelah terkena tembakan. Bentrokan terjadi saat aparat kepolisian yang mengamankan arena balap motor terlibat adu mulut dan perkelahian dengan anggota TNI.
(ish-amr-pur/cha/b)

