pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Suami Istri Parangi Tetangga, Ketiganya Luka Parah

MAKASSAR,BKM — Jangan menganggap remeh persoalan kecil karena bisa saja menjadi pemicu perkelahian berdarah. Seperti itulah yang menimpa pasangan suami istri Tallasa (42) dan Subaedah (38) dan tetangganya Usman (29), warga Jalan Malengkeri 3 Lorong 1 Nomor 10. Ketiganya terlibat perkelahian hebat menggunakan senjata tajam, Rabu (9/9) pagi.
Hanya beberapa menit setelah perkelahian dua lawan satu ini, ketiganya langsung tumbang bersimbah darah. Beruntung warga yang menyaksikan perkelahian ini langsung melarikan ketiganya ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Akibat perkelahian ini, Tallasa mengalami luka tikam di paha kiri, bahu, wajah serta telapak tangan. Sedangkan istrinya, Subaedah juga menderita luka bacok di bagian kepala. Lawannya, Usman jari kelingking kirinya putus dan kepalanya luka menganga akibat dibacok Subaedah.
Informasi yang dihimpun BKM menyebutkan, perkelahian berdarah ini bermula dari kejengkelan Tallasa kepada Usman yang kerap menagih uang arisan kepada Subaedah, istrinya.
Tallasa semakin jengkel karena Usman ternyata sudah empat bulan menunggak uang tagihan listrik yang tersambung secara pararel di rumahnya. Berbekal sebilah parang, Tallasa mendatangi Usman yang baru keluar dari WC.
”Kenapa kau campuri soal arisan istriku. Padahal kau tidak ikut arisan,” kata Tallasa saat menemui Usman. Keduanya pun terlibat pertengkaran hebat.
Tallasa yang datang membawa parang langsung membacok Usman. Namun Usman berhasil menghindar. Sejurus kemudian, Usman memukul Tallasa hingga terjatuh ke lantai.
Usman pun langsung masuk ke dalam rumahnya mengambil parang dengan badik. Dia kemudian kembali dan membacok Tallasa. Kedua pria paruh baya ini terlibat pergumulan hebat.
Subaedah yang datang dan melihat suaminya terdesak, dengan cepat bereaksi. Dia merampas parang dari lengan Usman. Selanjutnya, parang tersebut digunakan membacok kepala Usman dari belakang.
Meski dalam keadaan terluka, Usman berusaha bangkit. Dia kemudian mengambil golok milik Tallasa dan membacok kepala Subaedah.
Tak ayal, dua pria serta satu wanita bertetangga kontrakan ini tumbang bersimbah darah. Warga yang melihat kejadian ini, membawa ketiga korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Kapolsek Tamalate, Kompol Suaeb Madjid kepada BKM mengatakan, ketiga korban dan pelaku masih menjalani perawatan intensif. Mereka belum bisa diperiksa karena masih dalam kondisi terluka parah.
Namun demikian, Usman berhasil ditemui BKM di RS Bhayangkara. Kepada BKM, Usman mengaku tidak ada niat berkelahi dengan tetangganya. Saat di dalam WC, Subaedah dari luar mengomel soal uang tagihan listrik. Subaedah juga marah karena menuding dirinya kerap mencampuri soal urusan arisannya dengan para tetangga.
“Saat saya di WC dia terus marah-marah di luar,” kata Usman.
Soal uang tagihan listrik, Usman mengaku bukan tidak mau membayar. Dia menunda membayar karena Subaedah tidak pernah memperlihatkan bukti kuitansi pembayaran kepada dirinya.
“Sampai sekarang saya tidak pernah lihat itu bukti kuitansi listrik Pak. Atas dasar itu saya menunda sementara sampai ada bukti kuitansi,” katanya.
Sedangkan Subaedah yang ditemui terpisah menuding Usman sebagai biang keributan. Usman, kata Subaedah, selalu menagih uang arisan, padahal dia sama sekali tidak ikut dalam arisan itu.
“Usman selalu tagih saya uang arisan. Dia juga selalu bercerita mengenai arisan saya sementara dia belum membayar tagihan listriknya. Usman juga melontarkan kata “Sundala” hingga membuat suamiku marah,”ungkap Subaedah.
Subaedah mengisahkan, dia melihat suaminya ditikam lalu ditebas oleh Usman. Saat posisi Usman tertunduk, dia mengambil parang di tangan suaminya lalu menebas kepala Usman.
“Jatuhmi itu suamiku ditebas lalu ditikam oleh Usman. Saat saya lihat suamiku terjatuh kemudian saya mengambil parang di tangannya lalu memarangi Usman,” kata Subaedah.
Menurut Tallasa, dirinya baru pulang dari Jalan Serui. Saat tiba, dia mendengar keributan antara Subaedah dengan Usman.
“Saya mau sampaikan secara baik-baik ke Usman, tapi Usman tidak menerima dengan baik. Saat saya tanya Usman menyerang saya,” kata Tallasa yang ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara.
Chevy, salah seorang warga Malengkeri mengaku, tak ada satu pun tetangga yang melihat perkelahian itu.
“Kami tidak ada yang tahu persoalan mereka. Saat itu masih pagi dan warga masih ada yang tidur. Warga baru gempar setelah mereka berteriak minta tolong,” katanya. (ish/cha/b)



×


Suami Istri Parangi Tetangga, Ketiganya Luka Parah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar