pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Setiap Hari Empat Warga Sulsel Terinveksi HIV

MAKASSAR, BKM–Fenomena gunung es HIV/AIDS cukup menakutkan. Di Sulsel, bahaya akan virus mematikan ini mulai menjadi ancaman yang sangat serius. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulsel menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Sulsel kian menghawatirkan.
Sekretaris KPA Sulsel, Saleh Rajab menjelaskan, hingga Juni 2015, jumlah penderita HIV/AIDS di Sulsel mencapai 9.871 orang. Angka itu mengalami peningkatan cukup pesat selama enam bulan terakhir.
“Selama enam bulan terakhir, pengidap HIV/AIDS meningkat cukup besar yakni 841 kasus,” jelasnya.
Secara nasional, Sulsel berada pada posisi 9, banyaknya penderita HIV/AIDS.
Jika dikalkulasi jumlah kasus baru tersebut, rata-rata pengidap HIV/AIDS bertambah empat orang sehari.
Saleh melanjutkan, penyebaran HIV/AIDS mengalami pergeseran dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 1980-an, saat penyakit ini dideteksi mulai ada di Indonesia, lebih banyak disebabkan karena hubungan seksual, tahun 1990-an mengalami pergeseran. Penyebarannya lebih banyak disebabkan oleh jarum suntik di kalangan pengguna narkoba melalui jarum suntik. Tahun 2000-an, bergeser lagi pada transmisi seksual dari lelaki seks lelaki (LSL), perempuan ke perempuan, antar PSK dan pasangan kencannya, suami ke isteri, dan isteri ke anak yang dikandungnya.
“Yang paling rawan sekarang adalah dari ibu ke anak,” jelas Saleh Rajab di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (10/9).
Semakin mengkhawatirkannya penularan HIV ini membuat pemerintah melalui stakeholder terkait, terutama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Berbagai langkah dilakukan. Salah satunya dengan menggelar Forum Akbar Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS ke-5 untuk membicarakan persoalan-persoalan terkait penyakit mematikan tersebut.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Dr Kemal N Siregar di Kantor Gubernur Sulsel menjelaskan, Forum Akbar ke-5 tersebut akan digelar 25-29 Oktober mendatang. Kali ini, Makassar menjadi tuan rumah perhelatan tersebut.
“Forum ini digelar untuk mengkaji apa saja yang sudah dilakukan selama empat tahun terakhir.
“Sekaligus membicarakan sejauh mana perkembangan epidemi HIV/AIDS,” jelasnya usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang.
Dia melanjutkan, pemerintah menargetkan, tahun 2030 mendatang, HIV/AIDS bukan lagi menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Karena itu, butuh strategi-strategi khusus untuk menanggulangi. (rhm/cha/b)



×


Setiap Hari Empat Warga Sulsel Terinveksi HIV

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar