pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Awas, Ayam Potong Berformalin

MAKASSAR, BKM –Jelang perayaan Idul Adha, kebutuhan akan ayam potong meningkat. Warga diimbau untuk berhati-hati memilih ayam potong, sebab ayam berformalin bisa saja beredar dipasaran seperti yang ditemukan di Tangerang Selatan.

Mengantisipasi beredarnya ayam berformalin tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Kantor Ketahanan Pangan (KKP) telah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan ayam potong yang dijual dipasaran.
“Sudah ada tim yang turun melakukan pemantauan dipasaran,” Kata Kepala KKP Kota Makassar, Sri Sulsilawati, Selasa (15/9).
Dari hasil pemantauan di dua pasar yakni Pannampu dan Pa’baeng-baeng, ujar Sri, belum ditemukan ayam potong berformalin. Bahkan, pedagang ayam tidak berani menjual daging ayam yang tidak layak dikonsumsi.
“Pak Kasie Keamanan Pangan, Sudarmono turun langsung melakukan pemantauan. Dari pantauan di dua pasar, tidak ditemukan ayam berformalin. Meski begitu, kita tetap melakukan pemeriksaan dan pemantauan ke tempat penjualan ayam potong di luar pasar. Termasuk meminta warga untuk tetap berhati-hati,” jelas Sri.
Bahkan, tambah Sri, pemantauan dadakan yang sempat dilakukan sebelum Idul Fitri lalu, berpengaruh besar terhadap kehati-hatian pedagang untuk tidak menjual daging dan makanan yang tidak layak konsumsi.
“Pihaknya kembali meramu pola sidak dengan cara melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Kebanyakan yang kita lakukan adalah pendekatan persuasif,” jelasnya.
Terkait dengan memilih ayam potong yang sehat, Sri memberikan beberapa perbedaan antara ayam asli dengan ayam berformalin. Ayam dengan formalin disebutnya memiliki tekstur yang lebih keras ketimbang ayam asli.
Kedua, ayam berformalin malah cenderung tidak dihinggapi lalat. Sedangkan ayam asli lebih banyak dihinggapi lalat. Ketiga, dari segi bau, ayam berformalin cenderung tidak berbau. Ayam asli malah cenderung lebih berbau amis.
“Warga harus jeli. Biasanya, ayam asli tekturnya juga lebih empuk. Perhatikan warna kulit ayam. Ayam dengan formalin cenderung berwarna putih,” ujar Sri.
Sementara itu, ratusan ayam potong yang dipesan di sejumlah daerah di Sulsel mulai masuk di pasar tradisional.
Salah seorang pedagang ayam potong, Bram (31), mengaku, menjelang Idul Adha ia menyediakan ratusan ekor ayam potong yang masih hidup. Ayam tersebut sengaja didatangkan dari Kabupaten Gowa dan Takalar.
“Saya sudah memesan lebih banyak ayam potong. Saya perkirakan peningkatan pesanan ayam potong menjelang Idul Adha akan tinggi,” ucapnya yang mengaku sudah 10 tahun berjualan ayam potong.
Bram juga yakin, pedagang ayam potong yang berjualan di Pasar Terong tidak ada yang menggunakan zat kimia berbahaya.
“Kita selalu diawasi oleh BPOM, jadi pergerakan pedagang yang mau menggunakan formalin itu susah. Dan saya yakin pedagang disini tidak ada yang menggunakan formalin,” tandasnya.
Hal senada diungkapkan, pedagang ayam potong lainnya, Rosdiana (41). Menurutnya, penjualan ayam potong di dalam Pasar Toddopuli selalu dalam pengawasan Pemerintah.
“Tenang maki dek, di Pasar Toddopuli ini sudah dipercaya oleh masyarakat dan dalam pengawasan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kita juga tidak mau mencoreng nama baik kita selaku pedagang,” ujarnya.
Sementara itu, Irwana (45) salah seorang warga Jalan Sunu hanya meminta pemerintah untuk lebih ketat mengawasi peredaran ayam potong berformalin.
“Kita was-was juga mau beli ayam potong. Meski begitu, saya minta pemerintah lebih tegas melakukan pemantauan dan pemeriksaan ayam potong,”harapnya.(man-arf/b)



×


Awas, Ayam Potong Berformalin

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar