pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mantan Aktivis HMI

Di usia yang tak lagi muda, Dr Syamsiah (50) masih energik dan memiliki semangat yang tak kalah dari wanita muda.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Anci ini, lahir di Bantaeng 21 Juni 1965 silam. Dia mulai aktif berorganisasi sejak masih berstatus mahasiswi di IAIN Alauddin (sekarang Universitas Islam Negeri Alauddin)
tahun 1985. Dia menjadi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selanjutnya, pada tahun 1987 wanita ini menjabat Ketua Kohati Komisaris Fakultas Tarbiyah dan tahun 1988-1990 dipercaya menjadi Ketua Kohati Indonesia Timur.
Di tengah kesibukannya memimpin Kohati, Syamsiah juga menjadi pengurus inti di berbagai organisasi diantaranya sebagai Sekretaris Dewan Pramuka UIN Alauddin dan Ketua III Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah.
Pengalaman berorganisasi telah mengantar wanita ini menjadi piawai dan terus mengasah intelektualnya. Makanya, selepas kuliah, dia pun memilih menjadi dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi 1992 lalu.
Setelah terangkat menjadi dosen, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Master. Syamsiah tercatat di Fakultas Pendidikan, jurusan Pendidikan Islam dan Komunikasi Islam dengan menyelesaikan tesis fokus pada masalah Gender. Tahun 2014 lalu, Syamsiah baru saja menyelesaikan pendidikan doktornya.
Meski terbilang super sibuk, namun ibu tiga anak ini memiliki prestasi akademik yang membanggakan. Saat tes di Pascasarjana, dia menjadi salah satu penerima beasiswa diantara sekian banyak pendaftar. Syamsiah juga menjadi juara 3 pada penilaian metode cara mengajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Kemampuan komunikasi yang baik bukan datang begitu saja. Atas pengalaman berorganisasi serta bermasyarakat yang dia miliki membuat dirinya dikenal supel dan ramah.
Syamsiah sudah punya pengalaman menjabat sejumlah jabatan di UIN. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Penyuluhan Masyarakat Islam (PMI) atau sekarang menjadi Kesejahteraan Sosial (Kesos) tahun 2004 hingga 2008. Dia juga menjadi anggota Senat KPI pada tahun 2009. Sekarang dia menjadi calon Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan periode 2015-2020.
Dia pun pernah dipercaya menjadi fasilatator Gender Sulsel. Sebelumnya, Bunda Anci dilatih selama 4 tahun oleh USP 2 Canada mewakili Fakultas Dakwah UIN. Selanjutnya, menjadi Asesor sertifikasi guru agama UIN Alauddin Makassar.
“Melihat kondisi yang memprihatinkan dalam ranah domestik rumah tangga, perempuan cenderung direndahkan, dan dikorbankan. Karena apa yg dilakukan perempuan dalam kesehariannya mengurus rumah tangga cenderung direndahkan dan tak ternilai. Laki-laki hanya memahami itu merupakan kewajibannya padahal dalam agama itu hanya melayani suami dengan baik”, terangnya.
Menapaki puncak karier, tak lantas membuat ibu tiga orang anak ini melupakan keluarganya.
Disinggung mengenai komentar dari anak-anaknya, terhadap kesibukannya, Syamsiah mengatakan jika anak-anaknya sudah memakluminya.
“Kadang mereka mengatakan mama kenapa keluar terus? Tapi sebisa mungkin saya jelaskan kepada anak-anak bagaimana yang sebenarnya. Saya tanamkan juga kepada anak-anak kalau kita keluar untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya. (kkn)



×


Mantan Aktivis HMI

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar