MAKASSAR, BKM — Aksi mahasiswa memperingati Hari Sumpah Pemuda di sejumlah ruas jalan di Makassar dikecam pengguna jalan, Rabu (28/10), siang.
Pasalnya, aksi yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan pemuda ternyata dinodai oleh aksi tidak terpuji dengan mengganggu aktivitas pengguna jalan. Akibat aksi ini, banyak kepentingan warga terganggu.
Aksi mahasiswa dalam rangka Sumpah Pemuda terjadi di tiga titik di Makassar. Pertama, di Jalan Sultan Alauddin, mahasiswa Universitas Muhammadiyah menutup jalan. Titik kedua di Jalan AP Pettarani depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dan titik ketiga di bawah flyover Jalan Urip Sumohardjo gabungan beberapa universitas.
Di Jalan Sultan Alauddin, kemacetan panjang terjadi hingga di perbatasan Makassar-Gowa. Di depan kampus UNM juga demikian. Yang lebih parah terjadi di bawah flyover Jalan Urip Sumohardjo-Jalan AP Pettarani. Kemacetan hingga 2 km.
Akibat aksi ini, pengendara motor dan pengemudi mobil harus mencari jalan alternatif guna menghindari kemacetan.
Kendati membuat kemacetan, mahasiswa seakan tidak peduli. Sejumlah polisi pun harus turun tangan mengatur lalu lintas. Bahkan di bawah flyover, Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo harus turun mengatur lalulintas. Begitupun dengan Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Frans Mangera dan beberapa pejabat Polrestabes dan Polda.
Rosnah, seorang ibu rumah tangga yang hendak mengantar anaknya berobat ke Rumah sakit Ibnu Sina saat ditemui di Jalan AP Pettarani menyesalkan aksi demo yang dilakukan mahasiswa yang mengakibatkan jalan macet total.
“Kenapa setiap demonstrasi harus diwarnai tutup jalan. Ini sangat mengganggu pengguna jalan. Anak saya menangis karena jalan macet, padahal saya hendak membawanya berobat. Mahasiswa mestinya intelektual tidak melakukan aksi tutup jalan. Masih banyak cara lain menyalurkan aspirasi,” keluh Rosnah.
Tak hanya Rosnah, sejumlah pengguna jalan lainnya, juga menyatakan hal sama. Mantan aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaku banyak upaya dilakukan untuk menyampaikan aspirasi seperti aksi damai.”Dulu kita demo juga tetapi tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. Masih banyak cara bisa dilakukan,” kata Ramli.
Kemacetan juga dirasakan dampaknya oleh legislator DPRD Sulsel. Mereka terpaksa berdiam diri di ruang fraksi dan komisi sampai menunggu jalan tidak macet.
Sedikitnya empat eleman mahasiswa dan organisasi pemuda menggelar aksi demo di DPRD Sulsel. Mereka diterima anggota DPRD Sulsel, Armin Mustamin Toputiri.
Sedangkan di Jalan AP Pettarani dan Urip Somoharjo, sejumlah mahasiswa juga memberhentikan paksa dua mobil boks dan satu mobil tangki milik Pertamina.
Mereka berorasi, menyikapi kinerja Presiden RI, Joko Widodo selama satu tahun ini. Ada lima tuntutan para demonstran yang menjadi titik fokus dalam aksi demostrasi tersebut, yakni penghapusan pasar bebas, penegakan hukum tanpa pandang bulu, stop politisasi atas nama negara, stop merampas tanah rakyat, dan yang terakhir yang menjadi masalah terbesar bangsa saat ini, yaitu kebakaran hutan diberbagai wilayah yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.(arf-ppl1-rif/war/c)
Warga Kecam Aksi Sumpah Pemuda Mahasiswa
×

