pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Iqbal Sosialisasi Empat Konsensus MPR di Bulukumba

BULUKUMBA–Kegiatan Sosialisasi 4 Konsensus MPR RI dilaksanakan oleh Anggota DPD – MPR RI asal Sulawesi Selatan, AM Iqbal Parewangi, di Kabupaten Bulukumba, 27 Oktober 2015 siang. Sosialisasi tersebut mengangkat tema “Indonesia Berkemajuan dan 4 Konsensus MPR RI”.

Kegiatan dikemas dalam bentuk sosialisasi dan diskusi. 150 lebih peserta berasal dari berbagai unsur, termasuk sejumlah tokoh ormas dari Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, guru-guru, dan mahasiswa.

AM Iqbal Parewangi mengawali statementnya dengan menegaskan bahwa potensi dan kompetisi merupakan sunnatullah. Karena itu, setiap potensi dan juga daya kompetisi perlu dimaknai secara jujur dan tepat. Termasuk beragam potensi yang dimiliki Indonesia, berikut daya kompetisi Indonesia khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Potensi Indonesia sangat besar, hanya saja daya kompetisi kita masih miris. Tahun 2014, misalnya, penduduk Indonesia 40,5% dari populasi ASEAN, dengan PDB 33,5% dari PDB ASEAN, akan tetapi total perdagangan kita hanya 14% dari total perdagangan ASEAN,” urai Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal mengurai salah satu akar masalah dari masih mirisnya daya saing Indonesia, yaitu rendahnya tingkat pendidikan rata-rata tenaga kerja Indonesia. “67% tenaga kerja kita berpendidikan SMP ke bawah, sementara pengangguran di ASEAN 79% SMP ke bawah. Artinya, dari sisi pendidikan, yang kita sebut tenaga kerja di Indonesia itu masuk kategori pengangguran di ASEAN. Lebih miris lagi jika dibandingkan dengan Malaysia, Singapura dan Filipina, pengangguran di tiga negara tetangga kita itu 80% lulusan SMA dan Perguruan Tinggi.”

Fakta besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, di satu sisi, dan masih rendahnya daya saing Indonesia di antara negara-negara ASEAN apalagi dunia internasional, di lain sisi, menjadi tantangan serius bangsa ini ke depan. “Jika potensi populasi besar itu tidak ditingkatkan daya saingnya, Indonesia hanya akan jadi pasar empuk bagi negara lain. Begitupun dengan potensi besar di balik PDB itu, tanpa SDM kompetitif negeri kita akan terus-menerus jadi lahan eksploitasi semata,” tandas Iqbal.

Maka wajar jika bermunculan gagasan-gagasan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat, seperti gagasan dari Muhammadiyah tentang Indonesia berkemajuan.

Di bagian akhir dari pengantar sosialisasinya, sekaligus untuk mengawali sesi dialog, Iqbal melontarkan pertanyaan, “Perlu kita telisik, apa sebenarnya yang kita maksud dengan istilah Indonesia berkemajuan?” Pertanyaan itu kemudian memancing tanggapan dan diskusi hangat peserta. (pap)



×


Iqbal Sosialisasi Empat Konsensus MPR di Bulukumba

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar