pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengubur Bayi di Villa Mutiara Ternyata Pasangan Mesum

MAKASSAR, BKM — Setelah tiga hari melakukan penyelidikan, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Biringkanaya akhirnya menangkap pasangan kekasih pembuang bayi wanita di Komplek Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya beberapa hari lalu. Pasangan mesum ini ditangkap di komplek Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Sabtu (31/10) malam.
Pasangan mesum yang diduga telah membuang bayi hasil hubungan gelap mereka adalah lelaki berinisial AS (20) dan wanita berinisial NA (19).
Keberadaan keduanya terendus atas informasi dari Nita, sahabat NA. Nita pun membantu polisi untuk menemukan sahabatnya.
Kakak tersangka yang sedang mengendarai motor saat itu dikejar polisi dipimpin Kepala Unit Reksrim Polsek Biringkanaya Iptu Setiadji. Atas penelusuran ini, NA dan AS pun berhasil diringkus.
Di depan polisi, NA mengaku panik usai melahirkan bayinya di kamar mandi di sebuah rumah di BTP, Selasa 27 Oktober lalu. Pukul 17.00 Wita, dia melahirkan bayi perempuan yang saat itu juga sudah meninggal dunia. NA lalu menghubungi kekasihnya, AS untuk menjemput bayinya untuk segera dikuburkan.
“Saya dua hari merasakan sakit perut Pak. Hari kedua jelang Magrib saya melahirkan di kamar mandi. Bayi saya sudah tidak bergerak saat keluar. Kuhubungi AS untuk segera mengubur bayinya setelah lebih dulu dibungkus plastik,” kata NA.
Usai Magrib, AS datang dan membawa bayi itu ke Kompleks Villa Mutiara untuk dikubur.
Sementara itu, AS di depan polisi mengaku dihubungi kekasihnya seraya mengabarkan sudah melahirkan bayi perempuan namun meninggal dunia.
“Saya ke BTP dan bawa bayi saya untuk dikubur di dekat tempat sampah Perumahan Villa Mutiara,” katanya.
NA mengaku sudah menjalin hubungan asmara dengan AS selama dua tahun. Keduanya pun sudah sering melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
“Saya sudah dua tahun pacaran sama AS dan saya melakukan hubungan badan hingga hamil,” katanya.
Selama hamil, NA kerap membohongi ibu dan ayahnya.
“Pernah ibuku lihat saya mual dan muntah. Saya diajak ke rumah sakit tapi saya katakan saya sudah periksa. Dan saya mengaku tidak hamil melainkan kena penyakit kista,” kilah NA.
Di depan ibu dan ayahnya, Nurul selalu bersikap biasa-biasa saja dan tidak pernah mengeluh sakit perut.
“Saya sangat takut kalau ibuku tahu dan marah besar. Setelah saya melahirkan, ada bercak darah yang tertinggal dan itu saya katakan kalau darah kista,” katanya.
Setelah polisi mengamankan NA, sang ibu pun marah.
“Kau itu selama ini kamu bohongika. Saya memang sudah curiga kalau kamu itu hamil. Tapi kamu selalu membantah dan bilang kena penyakit kista,” ucap SY (50), Ibu Nurul dengan nada kesal.
AS bersama orangtuanya diminta bertanggungjawab dengan meminta agar anaknya dinikahi.
AS mengatakan, selama ini dia kerap menyampaikan ke Nurul agar segera menikah. Namun Nurul tidak pernah menanggapi.
“Saya selaluji sampaikan Nurul kalau saya ingin melamarnya, namun dia tidak pernah tanggapi,” kata AS.
Kepala Unit Reksrim Polsek Biringkanaya Iptu Setiadji mengatakan, NA dijerat pada pasal 306 dengan ancaman 9 tahun penjara, sementara AS akan dijerat pada pasal 181 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi perempuan yang dibuang AS ditemukan oleh Edy (35), petugas security Villa Mutiara.
Edy bersama Ketua RT setempat membongkar gundukan tanah bekas galian Ari. Setelah dibongkar, warga menemukan bayi perempuan yang sudah meninggal dunia. (ish/cha/b)



×


Pengubur Bayi di Villa Mutiara Ternyata Pasangan Mesum

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar