MAKASSAR, BKM — Rahman Abu (52), terpidana kasus korupsi kedelai di Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng, tewas di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar, Minggu (8/11) pagi. Kematian Rahman baru diketahui setelah lima rekan satu kamarnya menyampaikan ke petugas Lapas.
Kepala Pembinaan Lapas Makassar, Ahmad Junaedi kepada BKM membenarkan kalau terpidana korupsi bernama Rahman Abu (52) meninggal dunia.
“Korban baru diketahui meninggal saat teman sekamarnya berjumlah lima orang memberi kabar. Rahman Abu tidak bangun seperti biasanya. Rekan satu sel lalu membangunkan Rahman. Namun tubuh Rahman sudah kaku dan tak bernyawa lagi,” katanya.
Ahmad Junaedi menambahkan, menurut rekan satu sel, Rahman Abu sebelum tidur malam masih sempat mengobrol serta bersenda gurau dengan rekan-rekannya.
“Almarhum sempat ngobrol bersama teman-temannya dari tengah malam hingga menjelang pagi. Namun pada pukul 11.30 Wita, korban tak juga bangun dari tidur. Ternyata korban sudah meninggal dunia,” katanya.
Jenazah Rahman Abu, kata Ahmad lalu dievakuasi ke ruang kesehatan. “Seorang perawat di Lapas ada yang punya hubungan keluarga dengan Rahman. Setelah diperiksa, Rahman Abu diduga meninggal dunia karena penyakit hipeternsi,” kata Ahmad Junaedi.
Rahman adalah terpidana kasus tindak pidana korupsi yang divonis penjara sejak 30 Oktober 2014 lalu. Rahman juga didenda Rp50 juta dengan uang pengganti Rp695 juta subsidair 1 tahun penjara. Jenasah Rahman Abu dibawa ambulance DD 411 QS menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum.
Saudara mertua Rahman Abu, H Karaka (65) datang ke Lapas. Menurut Karaka, sebelum meninggal dunia, Rahman biasa mengeluhkan penyakit darah tinggi yang dia derita.
“Biasa kalau almarhum menghubungi keluarga, dia mengeluh karena tekanan darahnya terganggu. Almarhum meninggalkan 2 orang putra dan 1 orang putri. Rencananya, jenazah Rahman akan dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Donri-Donri, Soppeng,” kata Karaka.
Hj Rugayya keluarga korban lainnya menambahkan, Rahman sebelum masuk ke Lapas wajahnya memar habis dipukuli.Namun ia tidak menyebutkan siapa yang memukuli Rahman.
“Pernahki kodong memar wajahnya habis dipukuli dan sewaktu itu masih saat persidangan. Namun almarhum juga tidak menyebutkan siapa yang memukulinya,”kata Hj.Rugayya.
Dari hasil visum, Rahman Abu meninggal karena diduga karena sakit. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Rahman. Rahman diduga meninggal karena sakit,” kata Dr Forensik RS Bhayangkara, Kompol Eko. (ish/cha/b)

