pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Siapkan Asrama, Lapangan dan Pelatih Gratis untuk Atlet Berbakat

Berkorban untuk sesuatu yang dicintai. Itu yang bisa menggambarkan sosok H Azis Paze. Pengusaha alat kesehatan itu tak tanggung-tanggung berkorban waktu, uang, tenaga, hingga pemikiran untuk pengembangan prestasi olahraga bulu tangkis di Sulawesi Selatan.

Laporan: Rahma Amri

Sejak kecil, dia sudah ‘jatuh cinta’ dengan bulutangkis. Umur delapan tahun, lelaki peramah ini sudah belajar memukul shuttlecock, nama bola untuk bulutangkis.
Awalnya, orang tua H Azis menentang kegemaran sang anak untuk bermain bulutangkis. Alasannya, olahraga itu butuh biaya yang tidak sedikit. Namun, karena terlanjur menggemari, hobi itu jalan terus.
“Saya dulu sering dicubit sama mama kalau ketahuan main bulutangkis,” katanya.
Ternyata, H Azis mampu meraih prestasi dalam bulu tangkis. Lelaki kelahiran Sengkang, 12 Desember 1969 itu pernah menyabet juara nasional junior enam kali berturut-turut pada tahun 1986-1989. Setelah menelurkan prestasi, orang tuanya pun mendukung untuk menekuni olahraga itu.
Dia juga merupakan atlet andalan yang selalu mewakili Sulsel di PON. Pada masanya, sekitar tahun 1990-an, dia merupakan atlet keluaran pelatda Indonesia Timur.
Seiring bertambahnya usia, bulutangkis tidak lagi menjadi target prestasi. Olah raga itu digeluti lebih untuk menjaga stamina. Apalagi, sebagai pengusaha, waktunya juga cukup tersita untuk mengembangkan perusahaannnya.
Namun, kecintaannya terhadap bulutangkis tidak berkurang. Diapun mendirikan klub bulutangkis bernama PB Yanti Jaya Makassar pada tahun 2006.
Klub bulutangkis itu berbeda dengan klub lain yang ada di Makassar.
PB Yanti Jaya didirikan murni untuk pembinaan dan prestasi. Karena itu, klub tersebut hampir sama dengan pemusatan latihan yang ada di Jawa atau dikelola pemerintah.
Dia menyiapkan asrama dan semua fasilitas yang dibutuhkan atlet yang dibina.
Semua itu disiapkan murni menggunakan uang pribadinya.
Calon atlet yang ditempa diasramakan sehingga mereka fokus dalam mengejar prestasi.
Mulai fasilitas tempat tinggal atau asrama, lapangan bulu tangkis, makan minum, pelatih, hingga peralatan bulutangkis disiapkan secara gratis oleh suami Hj Hariyanti itu.
Dalam sebulan, puluhan juta dihabiskan untuk membiayai pembinaan atlet di PB Yanti Jaya.
“Semua itu ikhlas saya lakukan. Bukan untuk mencari nama, tapi inilah sedikit sumbangsih yang bisa saya berikan untuk perkembangan prestasi bulutangkis di daerah ini,” jelasnya. (rhm/)



×


Siapkan Asrama, Lapangan dan Pelatih Gratis untuk Atlet Berbakat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar