pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Polisi Tembak Bos Kawanan “Belut”

MAKASSAR, BKM — Aparat kepolisian Sektor Rappocini menembak Daing alias Luki (38), gembong maling, Rabu (18/11) malam. Lelaki yang dikenal licin seperti belut dan lihai bersembunyi ini terkapar bersimbah darah terkena timah panas petugas di bagian betis.
Polisi terpaksa menembak Daing, karena yang bersangkutan berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan tempat dia pernah melakukan aksi pencurian.
Daing masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam serangkaian kasus pencurian. Daing juga dikenal sebagai kawanan pencuri yang sulit untuk dilacak.
Sebelumnya, polisi telah lebih dulu menangkap rekan-rekan Daing masing-masing Asrul, Basir alias Naba dan Muhammad Dono Pratama alias Nono. Dari ketiga tersangka, polisi akhirnya mengendus keberadaan Daing.
Di depan polisi, Daing mengaku berkali-kali melakukan aksi pencurian bersama rekan-rekannya. “Iya pak sama semuaka itu teman-temanku yang lebih dulu ditangkap ,” ungkap Daing.
Setelah diinterogasi, Daing pun dibawa polisi untuk menunjukkan lokasi saat ia melakukan aksi pencurian.
Namun di tengah perjalanan, tersangka berusaha memanfaatkan kelengahan petugas untuk melarikan diri.
Petugas melesatkan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun sama sekali tidak digubris. Akhirnya, polisi menembak betis kanan tersangka. Sekali tembakan membuat Daing tersungkur berlumuran darah.
Daing dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan medis. Selanjutnya, dibawa ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar,Kompol Andi Husnaeni mengatakan, Daing melakukan aksi pencurian secara berkelompok. Tersangka ditetapkan sebagai DPO oleh Polsek Rappocini dengan nomor DPO/97/X/2015 dan SP. Kap/564/X/2015.
“Tiga rekan Daing telah lebih dulu diamankan dan sedang menjalani masa hukuman. Jejak Daing berhasil diketahui dari informasi warga. Begitu pelaku balik ke rumahnya, polisi dengan cepat bergerak meringkusnya,” kata dia.
Husnaeni menimpali, tersangka sudah mengakui perbuatannya. “Pelaku ini cukup lihai saat beraksi. Tersangka terpaksa ditembak karena melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Kasus ini masih kita dalami untuk mengetahui apakah masih ada tersangka lain atau tidak,” katanya. (ish/cha/b)



×


Polisi Tembak Bos Kawanan “Belut”

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar