MAKASSAR, BKM–Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendeteksi ada tiga daerah di Sulsel masuk zona merah yang rawan konflik pada pelaksanaan Pemilukada serentak 9 Desember nanti.
Senator asal Sulsel, M Iqbal Parewangi mengatakan, informasi terkait tiga daerah di Sulsel yang rawan konflik diperoleh dari Kapolri Badrodin Haiti. “Ada tiga daerah. Namun tidak perlu saya sebut nama daerahnya,” kata Iqbal yang melakukan kunjungan kerja ke Sulsel bersama anggota DPD Komisi I lainnya, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin (23/11).
Namun, informasi diperoleh BKM, daerah dimaksud yakni Soppeng, Luwu Utara, dan Toraja Utara.
Iqbal melanjutkan, pihaknya telah membentuk tim untuk terlibat langsung dalam pengawasan.
Lebih jauh Iqbal menilai, pelaksanaan Pemilukada kali ini sangat boros karena menghabiskan anggaran hingga Rp7 triliun. Nilai itu untuk membiayai pelaksanaan Pemilukada di 269 kabupaten/kota secara serentak.
Terkait ditemukannya persoalan anggaran di tiga kabupaten yakni Toraja Utara , Kepulauan Selayar dan Pangkep, Iqbal mengatakan pemerintah provinsi telah berjanji akan menyelesaikan persoalan itu sepenuhnya. “Pekan ini pemprov pastikan sudah tidak masalah lagi,” jelasnya.
Selain melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel, para senator itu juga meninjau kesiapan pelaksanaan Pemilukada Maros dan Gowa dan mengunjungi Bawaslu serta KPU.
Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar daerah yang masuk dalam penilaian DPD RI ini disebutkan , sehingga tidak salah persepsi dalam pengamanan. Selain itu, agar daerah juga bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
SYL menyatakan , pelaksanaan Pemilukada di Sulsel harus menjadi contoh untuk daerah lain. Baik terkait pengamanannya, maupun demokratisasinya.
Sementara itu, Pangdam VII Wirabuana, Agus Surya Bakti menambahkan pihaknya siap menurunkan tim pengamanan untuk menyukseskan Pemilukada. “Bersama kepolisian, kami siap amankan pelaksanaan pilkada,” jelasnya.
Sementara itu, aparat kepolisian Polda Sulsel bar telah menyiapkan 16 ribu personil yang dilengkapi dengan sarana seperti kendaraan dan persenjataan guna dalam melakukan pengamanan.
Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan,personil tersbeut disiagakan dalam melakukan pengamanan.
Meski demikian lanjutnya, Polda berharap agar dalam Pemilukada yang menjadi peranan penting tidak lain dari warga masyarakat yang mampu menjaga stabilitas keamanan.
Terpisah Kasat Brimobda Sulsel, AKBP Totok Lisdiarto menambahkan aparat kepolisian, khususnya Brimobda Sulsel siap melakukan pengamanan.
Mantan Wakapolrestabes Makassar ini mengaku bila zona yang dinilai rawan, tentunya dijaga ketat nanti.
Menurut Totok, tiga daerah yang dinilai rawan yakni Gowa, Maros dan Kabupaten Soppeng. “Ketiga daerah itu mempunyai kerawanan cukup tinggi. Untuk itu kepolisian telah memantau secara berskala. Bahkan pada hari pemilihan, akan diberi perhatian khusus,” jelas Totok. (rhm-ish/rif/c)
Senator Deteksi Tiga Daerah Rawan Konflik
Polda Siapkan 16 Ribu Personil
×

