Usai merenggut keperawananku, sang lelaki tua memberiku uang yang lumayan besar, Rp1 juta rupiah.
“Ini untuk kamu. Saya juga sudah kasih bapak kamu tadi Rp3 juta,” kata lelaki yang akhirnya kuketahui bernama Toni meletakkan uang di atas meja rias di kamar hotel tersebut. Setelah itu, diapun meninggalkanku sendiri.
Aku tak bersuara. Air mataku mengalir deras. Tak berselang lama, ayahku masuk ke kamar.
Sambil menangis, aku bertanya kenapa ayah setega itu telah menjualku. Dengan santai dia berkata,” Aku harus bayar utang yang menumpuk. Ini kulakukan karena tidak ada jalan lain,”.
Dia pun mengantarku pulang. Sepanjang jalan, tidak ada suara yang keluar.
Tiba di rumah, ayah memberiku uang Rp1 juta sehingga total yang kudapat Rp2 juta. Seumur hidup, baru kali ini akan memegang uang sebesar itu. Kusimpan baik-baik untuk kebutuhan sekolah adikku dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Seminggu berselang setelah kejadian itu, ayahku kembali mengajakku ke penginapan yang sama, dimana kesucianku terenggut.
“Pak Toni suka sama kamu,” jelasnya.
Tanpa protes, akupun menurut masuk ke salah satu kamar di hotel tersebut. Dengan hati sedih, aku harus melayani nafsu lelaki tua itu. Seperti sebelumnya, akupun diberi uang.
Kejadian itu terus berulang dengan lelaki yang sama. Uang yang kukumpulkan dari hasil menjual diri cukup banyak. Akupun jadi sangat akrab dengan Pak Toni. Dia menyayangiku seperti anaknya sendiri. Belakangan kuketahui dirinya seorang pengusaha yang cukup sukses. Aku menjadi simpanannya. Secara perlahan, ayahku pun melepasku tapi aku harus membiayai dan menanggung hidupnya.
Statusku sebagai wanita simpanan mulai kunikmati. Hidupku membaik. Adikku juga tidak perlu menderita lagi. Yah, semua itu kulakukan demi adikku. Untuk memperbaiki hidup dan nasibku, Pak Toni pun mendukungku untuk bersekolah lagi. Malah dia berjanji ingin membiayai kuliahku. Yah, aku bertekad untuk merubah hidup. Tentu aku tak ingin terus-terusan seperti ini. Suatu saat harus lepas dari Pak Toni. Apalagi beliau punya keluarga. Aku tak ingin nantinya hubunganku dengan Pak Toni diketahui istri dan anaknya. (rhm/cha/b)

