MAKASSAR, BKM–Provinsi Sulawesi Selatan mendapat jatah cukup besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 mendatang. Anggarannya mengalami kenaikan yang cukup fantastis dibanding tahun 2015.
Dari dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diserahkan Presiden RI Joko Widodo kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Istana Negara, Senin (14/12) lalu, pusat menyuntikkan anggaran untuk Sulsel sebesar Rp49,485 triliun. Tahun 2015, Sulsel kebagian jatah sebesar Rp39,9 triliun. Ada kenaikan cukup signifikan sekitar Rp10 triliun.
Besaran dana APBN yang diperoleh Sulsel tahun depan berbeda jauh dengan penjelasan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan usai penyerahan DIPA di Istana Negara, yang mengatakan ada kenaikan berkisar Rp1 triliun hingga Rp2 triliun dibanding tahun 2015.
Dari total DIPA tahun depan, terbesar yakni Dana Alokasi Umum senilai Rp17,3 triliun atau naik dari tahun 2015 dengan nilai Rp15,8 triliun. Sedangkan dana sektoral untuk lembaga dan kementerian sebesar Rp16,96 triliun.
Kemudian, untuk Dana Alokasi Khusus sebesar Rp10,27 triliun, kenaikannya cukup drastis dibanding 2015 yang hanya Rp1,7 triliun lebih.
Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp1,425 triliun, Dana Dekonsentrasi Rp478 miliar, Dana Tugas Pembantuan Rp1,73 triliun, Dana Bagi Hasil Pajak Rp787 miliar, dan
Dana Bagi Hasil SDA Rp476 miliar.
“Dari semua bagian itu, paling tinggi yakni DAU sebesar Rp17,3 triliun. Kemudian yang kenaikannya cukup drastis adalah DAK, dari Rp1,7 trilun tahun 2015 naik menjadi Rp10,27 triliun. DAK ini tersebar untuk seluruh kabupaten kota,” ungkap Latif, di Ruang Kerjanya, Selasa (15/12/15).
Dia melanjutkan, kenaikan anggaran tersebut dominan untuk menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur, pertanian dan kesehatan.
“Kenaikan yang cukup drastis ini disebabkan adanya sejumlah proyek besar yang sementara proses pekerjaan,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya berharap semua pengguna anggaran bisa melakukan penyerapan secara maksimal.
Beberapa proyek yang sementara dikerjakan saat ini seperti kereta api, perluasan bandara, pembangunan irigasi dan bendungan, serta sejumlah pembangunan jalan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulsel, Alfiker Siringoringo, menguraikan, DIPA Sulsel tahun depan yang peningkatannya cukup tinggi harus dimaksimalkan serapannya menyelesaikan sejumlah proyek.
“Nilainya cukup besar untuk Sulsel. Tetapi itu semua harus dimaksimalkan serapannya,” jelas Alfiker.
Dia mengatakan pihaknya siap melayani pencairan anggaran mulai 4 Januari 2016.
“Ini sesuai perintah presiden,” katanya. (rhm/cha/b)
Sulsel Kebagian Jatah Rp49,485 T dari APBN 2016
×

