pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Suami Masuk Gafatar, Istri Tinggalkan PNS

Di Enrekang, Pernah Kelola Lahan 25 Hektar

BANTAENG, BKM — Sepasang suami istri atas nama Chandra dan Marlina, diduga ikut bergabung dalam Gerakan Fajar Nisantara (Gafatar). Hal ini diungkapkan Kapolres Bantaeng, AKBP Kurniawan Affandi pada Bakor Pakem (Badan Koordinasi Kepecrcayaan Masyarakat, Selasa (19/1).
Marlina yang sehari-hari berdinas di Dinas Perhubungan dan Infokom Bantaeng, diduga terdoktrin oleh suaminya asal Padang, Sumatera Barat. Marlina meninggalkan tugas pokoknya sebagai PNS. Keberadaanyapun sulit dilacak.
Beberapa sumber mengatakan, tempat tinggal Chandra dan istrinya selalu berpindah-pindah. Disebutkan pula, indikasi yang manguatkan bahwa Chandra tergabung dalam Gafatar, karena beberapa waktu lalu dia menyebarkan selebaran yang menyerukan untuk bergabung ke dalam organisasi terlarang itu.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantaeng, Erry Pudyanto Marwantono tidak ingin menjustis seseorang atau kelompok sebagai aliran sesat.
Dia lebih menekankan bahwa jika ada aliran atau kepercayaan yang berbeda dengan yang dianut masyarakat luas, maka aliran atau kepercayaan itu menyimpang. “Saya tidak mau mengatakan sesat, tapi menyimpang,” katanya.
Kajari merilis secara singkat tentang Gafatar yang menggegerkan negeri ini. Dimana, secara hukum, Gafatar tidak tercatat sebagai organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan. Aktifitasnya yang tampak di permukaan barulah sebatas kegiatan sosial.
Sementara dari Enrekang dilaporkan, Gafatar sempat mengelola lahan seluas 25 hektar di daerah ini dengan dalih bakti sosial di Kecamatan Baraka. Dalam menjalankan aksinya, kader Gafatar merekrut anak muda untuk aksi sosial berkedok penghijauan hutan.
Menyikapi hal ini, Kapolres Enrekang AKBP Leo Joko Triwibowo langsung memerintahkan anggotanya mengambil langkah pencegahan agar paham radikalisme tidak menyebar di daerah ini.
“Kita langsung mengambil langkah kongkrit menyikapi hal ini. Kita tak boleh lengah, dan ajaran Gafatar tidak boleh ada,” tegas Kapolres pada coffe morning di Warkop Latimojong Enrekang, Selasa (19/1).
Leo membenarkan jika Gafatar pernah ada di Enrekang. Untuk itu pihaknya terus memantau kegiatan organisasitersebut. “Saya sudah sampaikan ke anggota, khususnya Kapolsek Baraka untuk memantau kegitan Gafatar, karena Ketua Gafatar yang orang Baraka sudah melarikan diri,” jelasnya.
Ia juga meminta kepada pemerintah setempat untuk mengantisipasi hal ini dalam forum komonikasi antar umat bergama. Kepada media Kapolres meminta agar menginformasikan ke masyarakat, apabila ada orang-orang yang mengajak masuk paham yang tidak jelas.
Sekkab Enrekang Chairul Latanro, menegaskan Gafatar tidak boleh beraktifitas di daerah ini. ”Saya sudah perintahkan Kasatpol PP untuk melakukan penelusuran terhadap kegiatan apapun yang dilakukan Gafatar. Karena Gafatar adalah ormas terlarang yang berkedok kegiatan sosial,” tegas Chairul.
Kepala Kesbangpol Satpol PP Kabupaten Enrekang Abdul Gani menyatakan Gafatar tidak pernah terdaftar sebagai ormas di Enrekang. “Gafatar tidak terdaftar didata kami sebagai salah satu ormas kemasyarakatan,” kunci Gani. (wam-her/rus/c)



×


Suami Masuk Gafatar, Istri Tinggalkan PNS

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar