MAKASSAR, BKM — PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) menyasar bisnisnya di sektor pangan dan agribisnis. Salah satunya adalah komoditi kakao dan produk olahannya. Presentasi studi mengenai kakao ini dilakukan pada acara Rabobank Customer Forum yang bertemakan ‘Pasar Kakao dan Produk Olahannya di Indonesia’ di Makassar.
Presentasi yang berlangsung pada Selasa (26/1) kemarin, melibatkan para nasabah Rabobank Indonesia serta para pelaku bisnis dalam rantai pasok kakao di Makassar dan Sulawesi. Hans Loth, Director Strategy and Business Change Rabobank Indonesia kepada wartawan di Hotel Grand Clarion Makassar, kemarin, Rabobank Indonesia bertekad menjadi bank pangan dan agribisnis terdepan di Indonesia.
Tekad ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Rabobank Grup, perusahaan induknya di Belanda. Terbukti, pada Mei 2015 telah disuntikkan modal sebesar 35 juta dollar AS (USD). Selanjutnya, pada Desember 2015 kembali disuntikkan modal sebesar USD26 juta. Rabobank secara global, menurut Loth, adalah bank yang memimpin dalam pembiayaan sektor pangan dan agribisnis. Ini tidak terlepas dari keahlian dan pengalaman yang telah terhimpun selama 118 tahun dalam bidang ini.
”Dalam Rabobank Customer Forum kali ini, kami ingin berbagi pengetahuan mengenai pasar kakao serta produk olahannya yang dapat membantu nasabah dan para pemangku kepentingan dalam komoditas ini untuk mengambil keputusan-keputusan yang berkaitan dalam bisnis maupun kebijakan,” ujar Loth didampingi Indarajani Harsono, Head Area 5 Rabobank Indonesia, Food & Agribusiness Research and Advisory (FAR) Analyst Rabobank Indonesia, Haris Fajar Rahmanto, dan Rianto Notosantoso, Head of Trade & Supply Chain Finance.
Sementara Rianto Notosantoso mengatakan, Indonesia adalah negara penghasil kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Di Indonesia sendiri, Sulawesi dan khususnya Makassar adalah penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan kontribusi 66 persen dari produk nasional.
”Dengan melihat potensi produk kakao dan produk olahannya yang ada di Makassar, pada tahun 2016 ini kami menargetkan pertumbuhan Rp100 miliar untuk food dan agribisnis. Begitu pula untuk komersial, kami menargetkan pertumbuhan sebesar Rp100 miliar,” kata Rianto. (mir)
Rabobank Target Pertumbuhan Komersial Rp100 M
×

