SUARANYA lantang dan enak didengar. Penegasan kalimat demi kalimat ketika menjadi master of ceremony (MC) begitu menarik, hingga membuat sebuah acara terasa lebih hidup.
Siapa sangka jika keahlian Widyawati Rusman menjadi MC atau populer disebut protokol di lingkup instansi pemerintahan, diperoleh secara otodidak. Wanita kelahiran Makassar, 28 Oktober 1972 ini berkarir sebagai seorang PNS.
Ibu tiga anak ini terangkat sebagai PNS saat masih duduk di bangku kuliah tahun 1993. Dia menjadi PNS di Departemen Penerangan kala itu.
Sejak muda dia memang sudah mandiri. Uang kuliahnya dibayar sendiri.
“Memang capek, tapi Alhamdulillah gajiku bisa digunakan bayar uang kuliah walaupun gaji PNS waktu itu sangat sedikit,” kata wanita yang akrab disapa Wati ini.
Ihwal dirinya menjadi protokol alias MC, diawali secara tidak sengaja. Dia menuturkan waktu itu, tahun 2004, dirinya didadak menjadi protokol sebuah acara. Wati mengaku tidak siap dan takut salah di hadapan para pembesar daerah.
Namun waktu itu staf protokol masih sedikit. Dia diminta langsung untuk menjadi salah satu staf oleh Kabag Protokol yang saat itu dijabat Iqbal Suhaeb. Sebagai staf, dirinya harus siap ditempatkan dimana saja. Sehingga diapun mengikuti instruksi pimpinan.
“Untuk kepentingan pimpinan organisasi, loyalitas number one,” ungkapnya.
Mulailah dia belajar sedikit demi sedikit secara otodidak menjadi seorang MC yang baik. Wanita yang saat ini menjabat Kasubag Bina Aparatur Desa Pemerintahan Umum Provinsi Sulsel itupun menjadi salah satu protokol andalan Pemprov Sulsel.
Tahun 2009, dirinya dapat promosi menjadi Kasubag Bina Aparatus Desa di Biro Pemerintahan Umum. Namun, hingga saat ini masih sering dilibatkan sebagai MC jika ada acara-acara khusus, semisal ada kunjungan presiden dan event besar lainnya.
Karena keahliannya itu juga, wanita ini sering diminta memberi materi teknik membawakan acara dan kepribadian. (rhm/rus/c)
MC Otodidak
×

