pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jadi PNS Berkat Olahraga Judo

Fanny Pie, Atlet Berprestasi yang Kini Berkarir di Birokrasi (1)

UPAYA pembauran yang intens dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil. Warga etnis Tionghoa yang dulunya sangat terbatas berkarir di jalur birokrasi, kini semakin mudah ditemukan. Salah satunya di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

LAPORAN: RAHMAWATI AMRI

WANITA yang memiliki nama lengkap Fanny Pie ini terbilang berbeda dalam menentukan pilihan. Jika banyak diantara kalangan warga Tionghoa memilih untuk membuka usaha secara mandiri, ia malah menjatuhkan pilihannya mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Diantara ribuan PNS Pemprov Sulsel, mungkin Fanny satu-satunya warga keturunan Tionghoa. Namun dia tidak pernah mempersoalkan itu. Apalagi, selama mengabdi di Pemprov Sulsel, seluruh pegawai, khususnya yang berada di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menerima dirinya secara baik, terbuka, dan apa adanya, sama seperti pegawai lain.
Ikhwal Fanny menjadi abdi negara berawal dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Sulsel yang menginformasikan jika Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Pemprov Sulsel menyelenggarakan seleksi CPNS. Bagi atlet berprestasi, dibuka kesempatan untuk mendaftarkan diri.
“Banyak teman sesama atlet yang tertarik untuk daftar. Pihak KONI bilang, kalau mau masuk PNS, kumpulkan piagam penghargaan yang diperoleh serta berkas-berkas yang dibutuhkan. Saya pun ikut,” katanya dalam bincang-bincang santai di Biro Kesra Pemprov Sulsel, Kamis (4/2).
Semula dia mengira jika seleksi penerimaan CPNS yang diikuti untuk Kemenpora. Diapun mengikuti seleksi tanpa beban. Tidak berharap banyak bisa lulus.
Saat seleksi pun, dia mengikuti ujian untuk kategori umum. Tak ada perlakuan istimewa bagi atlet berprestasi yang ikut ujian.
Ternyata, saat pengumuman, nama wanita kelahiran Makassar, 4 November 1975 ini tercatat sebagai salah satu yang lulus.
“Awalnya saya tidak percaya. Saya dan 14 atlet berprestasi Sulsel lainnya juga lulus. Sayapun sangat senang,” ungkapnya.
Fanny terangkat sebagai CPNS 2009. Setelah mengikuti prajabatan tahun 2010, diapun resmi menjadi PNS. Awal bertugas, dia ditempatkan di Biro Kesejahteraan Agama dan Pemberdayaan Perempuan (KAPP). Namun, setelah ada struktur organisasi pemerintahan yang baru, diapun ditempatkan di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) hingga saat ini.
Mengabdi sebagai PNS, peraih medali emas PON 2008 di Kalimantan Timur kelas 78 kg ke atas itu, mengaku sangat enjoy. Banyak yang bermimpi menjadi seorang abdi negara sepertinya. Karena itu, merupakan kesyukuran yang luar biasa menjadi salah satu yang terpilih menjadi PNS.
Apalagi, kata Fanny, dirinya bisa bekerja dengan tenang karena hari tua seorang PNS dijamin dari pensiun.
Sebagai warga keturunan Tionghoa, dia tidak pernah merasa dibedakan dengan yang lain. Pimpinannya saat ini, tidak pernah memandang perbedaan latar belakang seseorang. Begitu juga dengan rekan sejawatnya, sehingga dia dapat bekerja dengan tenang dan senang.
Menjadi PNS bukan berarti Fanny melupakan aktifitasnya sebagai seorang atlet. Dia tetap menggeluti olahraga judo yang sudah mengantarnya berkarir sebagai seorang PNS. (*/rus/b)



×


Jadi PNS Berkat Olahraga Judo

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar