MAKASSAR, BKM — Persoalan sampah masih terus mendera Kota Makassar. Pemerintah kota berusaha untuk mencari solusi mengatasinya. Salah satunya dengan memperluas areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tamangapa, Antang.
Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto bahkan sudah mengancang-ancang bahwa pada bulan Maret mendatang revitalisasi TPA Antang akan dimulai. Ia sudah menginstruksikan untuk mempercepat tender pembebasan lahan seluas 5 hektare guna menambah luas TPA. Dengan penambahan ini, nantinya luas TPA Antang akan mencapai 21 hektar. Anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi ini sebesar Rp15 miliar.
”Kami memang sudah merencanakan akan membenahi TPA Antang. Kegiatannya akan dimulai bulan Maret, baik untuk pembebasan lahan hingga pelaksanaan fisik di lapangan,” terang Danny, kemarin.
Nantinya, tambah Wali Kota, akses keluar masuk ke TPA akan dibuat secara khusus.
Terkait rencana revitalisasi TPA Antang, Danny dijadwalkan akan menghadiri rapat terbatas (ratas) membahas Kebijakan Strategis Nasional Pengelolaan Sampah dan Percepatan Pembangunan Listrik Berbasis Sampah bersama Presiden dan Wapres, beserta menteri pada Jumat (5/2) di Istana Negara.
Disebutkan Danny, dalam ratas ini hanya diundang lima wali kota se-Indonesia. Masing-masing Makassar, Semarang, Solo, Tangerang dan Bandung.
”Hal ini menunjukkan bahwa Makassar sudah menjadi ukuran dalam pengelolaan persampahan di Indonesia,” terang Danny lagi.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendukung sepenuhnya langkah pemkot untuk merevitalisasi TPA Antang. Sebab selama ini banyak warga sekitar TPA yang mengeluhkan bau, asap serta air yang sering tergenang. Termasuk antrean panjang armada pengangkut sampah yang menimbulkan kemacetan.
Anggota Komisi A Jufri Dg Pabe mengatakan, solusi persoalan sampah di TPA Antang harus secepatnya dilaksanakan. Jika pemkot hendak melakukan revitalisasi, hal itu hendaknya segera direalisasikan.
”Sejak dulu dewan menyuarakan agar persoalan sampah di TPA Antang segera diatasi. Sebab biasanya, setiap memasuki musim penghujan, bau yang ditimbulkan sangat menyengat dan mengganggu warga sekitar. Termasuk volume sampah yang terus menggunung,” terang Jufri, kemarin.
Sementara anggota Komisi D Hamzah Hamid menyinggung soal bank sampah yang sejak awal menjadi komitmen Wali Kota Danny. Seharusnya, program tersebut bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Antang.
”Setiap tahun sampah ini selalu menjadi masalah dan tidak ada penanganan yang intensif. Sementara sampah di TPA setiap hari terus bertambah,” ujarnya.
Sebagai anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Panakkukang dan Manggala, Hamzah mengaku sudah beberapa kali mengkonfirmasikan persoalan sampah di Antang. Terutama dampak yang dirasakan oleh warga.
”Mau tidak mau sampah yang masuk ke TPA dibuang ke bagian utara, dan itu dikeluhkan karena sudah mengambil lahan warga. Apalagi baunya semakin busuk ketika masuk musim penghujan,” terang Hamzah. (arf-dit/rus/b)
Maret, TPA Antang Mulai Direvitalisasi
×

