TAKALAR, BKM — Pemilukada Takalar masih sekitar setahun lebih baru akan digelar. Meski begitu, nama bakal calon bupati mulai ramai dibicarakan. Bahkan sudah ada beberapa kandidat yang menduat di media.
Dari sekian banyak calon yang disebutkan, masih tetap didominasi oleh politisi serta dari kalangan pejabat. Seperti Burhanuddin Baharuddin (Bupati Takalar saat ini) adalah politisi Golkar, Muhammad Natsir Daeng Nojeng (Wabup Takalar/Ketua DPD II Golkar Takalar), Andi Makmur A. Sadda (mantan Wabup Takalar/kini kader PPP Sulsel), Syamsari Kitta (politisi PKS), H Ince A Rifai Jusuf (Ketua KKSS Kota Tarakan), dan beberapa nama lainnya.
Nasrullah Rahim mantan politisi Hanura Kota Makassar, mengatakan di Takalar tidah harus selalu yang menjadi bupati adalah politisi. Tapi juga bisa dari kelompok yang bukan politisi, seperti dari kalangan birokrat dan juga kalangan akademisi yang dianggap sudah memiliki kompetensi.
Jika mau jujur, kata pria kelahiran Moncongkomba, Polongbangkeng Selatan, Takalar bisa maju jika yang menjadi bupati dipilih dari kalangan akademisi.
”Takalar sebenarnya memiliki potensi yang cukup untuk dikelola. Jika potensi ini dapat dikelola dengan baik dan benar, maka bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Dan yang bisa mengelola potensi ini adalah orang-orang yang memiliki sumber daya yang mamadai, yakni dari kalangan akademisi. Biasanya dari kalangan akademisi yang banyak berpikir cerdas. Lihatlah seperti bupati Bantaeng dari kalangan akademisi berhasil memajukan daerah itu,” tandas Ulla, sapaan akrab Nasrullah.
Ada beberapa orang putra dan putri Takalar dari kalangan akademisi yang bisa dipertimbangkan untuk diusung. Diantaranya Dr Musyawir Taiyeb (dosen UNM), Dr Patmawati,MKep (Ketua Stikes Tanawali Takalar), serta Dr Kembong Daeng (dosen UNM).
Sementara dari birokrat diantaranya Sittiara (mantan Asisten di Pemkot Makassar), Ir Alimuddin Namba (Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel) serta masih banyak lagi orang Takalar yang berpotensi dapat diberikan kesempatan untuk maju bersaing di pemilukada bupati Takalar mendatang.
Sementara Ruslan Talli, komunitas masyarakat Takalar pencita kopi kembar Makassar, mendukung jika Takalar ke depan sebaiknya dipimpin kalangan akademisi. Apalagi sekarang ini sudah memasuki era MEA, membutuhkan pemimpin yang memiliki sumber daya yang berwawasan global, aga bisa bersaing dengan negara-negara lainnya di ASIA.
Ruslan yang juga Wakil Ketua IKA Angkatan 84 SMA Negeri 1/358 Takalar, meminta kepada masyarakat di daerah ini untuk tidak salah memilih pemimpin. ”Pilihlah pemimpin yang memiliki sifat kepemimpinan yang dicintai oleh rakyat, yakni pemimpin yang selalu menekankan kepada masalah moral, memiliki rasa tanggungjawab terhadap kemakmuran rakyatnya, pemimpin yang bisa memperbaiki kehidupan rakyatnya. Jika ada pemimpin yang tidak memiliki sifat tersebut, janganlah dipilih, karena kelak pemimpin yang seperti itu akan mendatangkan bencana bagi rakyat yang dipimpinnya itu,” tandasnya. (rls)
Akademisi Didorong Maju Jadi Cabup Takalar
×

