MAKASSAR, BKM–Wacana pemekaran Kota Makassar menjadi dua wilayah yakni Makassar Barat dan Makassar Timur kembali mencuat. Sejumlah pihak termasuk anggota dewan mulai bersuara dalam wacana pemekaran tersebut.
Ketua Komisi A DPRD Sulsel Bidang Pemerintahan, Andi Yagkin Padjalangi menegaskan, Kota Makassar memang sudah layak dimekarkan menjadi dua wilayah. Alasannya, karena pertimbangan luas wilayah dan jumlah penduduk serta tingginya pendapatan asli daerah (PAD).
Bahkan, legislator Partai Golkar Sulsel ini menambahkan, seharusnya wacana pemekaran dua wilayah di Kota Makassar sudah menjadi bagian analisis dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Pemekaran yang dimaksud Kemendagri dimungkinkan berdasarkan jumlah penduduk dan luas daerah bisa ditambah dua kota. Daerah yang bisa dimekarkan yakni Makassar, Bone dan Luwu,” tegas Yaqkin, Rabu (10/2).
Wakil Ketua Komisi C DPRD Makassar, Fasruddin Rusli juga menegaskan yang sama. Kata Fashruddin, memang ada wacana anggota dewan akan menggodok pemekaran wilayah Kota Makassar menjadi dua yakni Makassar Barat dan makassar Timur. Apalagi, kata dia, luas wilayah dan jumlah penduduk serta melejitnya pembangunan di Makassar menjadi alasan kuat Kota Makassar dimekarkan.
“Kalau kita lihat laju pertumbuhan penduduk di Makassar semakin cepat. Apalagi sudah ada 15 kecamatan. Untuk itu, sudah layak untuk di mekarkan,” katanya di DPRD Makassar, kemarin.
Legislator Fraksi Partai PKS, Iqbal Djalil, juga menyetujui pemekaran Kota Makassar. Menurutnya, jumlah penduduk dan melejitnya pembangunan serta masalah kemacetan menjadi alasan Makassar layak dimekarkan menjadi dua wilayah.
Bahkan, kata dia, jika ini terwujud, maka Sungai Tallo menjadi batas kota.”Batas kota antara Makassar Barat dan Makassar Timur sangat tepat di Sungai Tallo. Sementara wilayah yang masuk di Makassar Timur yakni kecamatan Tallo Tamalanrea, Manggala dan Biringkanaya,” jelasnya.
Terpisah, Kasubag Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan Kota Makassar, Pathulla mengatakan, sejauh ini Pemkot Makassar belum memiliki perencanaan akan membagi dua wilayah Kota Makassar.
“Tidak ada rencana Pemkot Makassar untuk pemekaran Kota Makassar menjadi dua wilayah. Kalau pemekaran Kecamatan ada, dan itu akan di mulai pada 2017 mendatang. Itu cuma isu saja kalau Kota Makassar akan di bagi wilayah,” singkat Patahulla di MGH, kemarin.
Hal yang sama juga ditegaskan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Syahrier Sappaile. Dia menegaskan jika Pemkot Makassar sejauh ini belum memiliki perencanaan untuk pemekaran wilayah Kota Makassar.
“Tidak ada itu pemekaran wilayah Kota Makassar, dan itu juga saya belum tahu jika memang ada wacana seperti itu,” tandasnya.(arf-rif-ita/b)

