pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Coretan Keinginan di Dinding

LAIN ladang lain belalang. Lain orang lain pula kebiasaannya. Jika sebagian cewek menuangkan harapan dan keinginannya melalui buku harian, tidak demikian dengan Nurwinda Anggraeny. Ia menuliskan apa yang diinginkannya melalui coretan di dinding kamar.
”Biasanya kalau teman saya datang dan masuk ke dalam kamar saya, mereka pasti bertanya apa yang kamu tulis di dinding itu. Karena semua keinginan saya tulis di dindang kamar,” kata Winda, sapaan akrabnya ketika ditemui di Gedung Graha Pena, Kamis (11/2).
Salah satu yang ada dalam coretan di dinding itu adalah menjadi presenter. Keinginan itupun telah diraih cewek multi talenta berdarah Bugis-Jawa ini. Profesi itu dilakoninya sambil kuliah serta aktif di berbagai organisasi kampus.
Winda lahir di Kota Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Timur, 20 Agustus 1996. Ia kini tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Hasanuddin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Ilmu Komunikasi semester IV. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Winda telah menyabet runner up 1 Putri Indonesia tahun 2015.
Parasnya yang cantik serta bodi tinggi, akhirnya membawa Winda pada profesi presenter yang memang menjadi hobinya. Bahkan ia mengaku suka dengan dunia presenter sejak masih duduk di bangku SMA.
”Memang dari dulu suka presenter. Ini juga salah satu alasan kenapa saya memilih kuliah di jurusan ilmu komunikasi,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara, buah cinta pasangan suami istri Sugianto dan Zaenab.
Sebagai modal untuk terjun di dunia presenter, Winda bergabung dengan media kampus Kosmik. Di sini ia mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman tentang dunia jurnalistik. Selain itu, ia juga bergabung dalam UKM paduan suara.
Di awal menggeluti dua kegiatan sekaligus, yakni kuliah dan presenter, Winda mengaku tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Sebab begitu padat jadwal pekerjaan yang harus ia lakukan, sementara pada saat bersamaan dia juga harus mengikuti perkuliahan di kampus.
Jadilah Winda harus membiasakan diri bolak balik kampus, studio, menjadi MC, ikut fashion show serta kegiatan organisasi.
”Sebenarnya kewalahan, sih. Tapi dibawa enjoy saja, karena itu sudah menjadi pilihan yang harus saya jalani,” tuturnya.
Ia juga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, karena jarak antara kampus, tempat kerja ataupun lokasi fashion show. Semua itu dijalani Winda dengan santai, karena mendapat begitu banyak dukungan. Terutama dari orang tua.
Selama menggeluti karirnya, ada satu pesan dari orang tua yang selalu diingat Winda. ”Orang tua selalu mengingatkan saya untuk tetap fokus kuliah. Mereka memang selalu menekankan pendidikan. Selebihnya, apapun itu selama tidak mengganggu kuliah, mereka pasti mendukung,” tandasnya.
Ditanya soal kuliner kesukaan, Winda ternyata pecinta yang peda-pedas, apapun makanannya. Tentang olahraga, jangan terlalu bertanya kepadanya. Sebab Winda ternyata tidak suka olahraga. Waktu luang biasanya dia habiskan bersama keluarga, ataupun berdiam diri di rumah. Itupun kalau tidak ada even untuk fashion show.
Winda punya keinginan, setelah lulus kuliah dan menjadi sarjana nantinya, ia ingin menjadi public relation (PR) di salah satu perusahaan.
Bagaimana dengan pacar? “Enam bulan terakhir sudah putus. Sekarang saya fokus kuliah dan karir. Inginnya selesai kuliah bisa jadi PR,” ujarnya. (dit/rus/c)



×


Coretan Keinginan di Dinding

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar