pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hadiah Istimewa di Hari Valentine

MENGENAKAN baju terusan warna hitam, membuat kulitnya yang putih bersih semakin memancar. Rambutnya yang lurus berwarna pirang dibiarkan terurai hingga ke punggung. Wajahnya yang oval dihiasi mata indah dengan alis tebal. Satu kata untuknya; cantik.
Jika melihat penampilannya secara sekilas seperti itu, mungkin banyak diantara kita yang tidak menyangka jika Khairani Ummah (24) adalah salah seorang dokter. Yang ada di pikiran kita, Khairani adalah seorang model yang terbiasa berlenggak-lenggok di atas catwalk.
Namun itulah faktanya. Khairani yang lahir di Makassar, 28 Agustus 1991 ini tercatat sebagai seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar.
Wajar jika Rani, sapaan akrabnya punya penampilan yang terbilang selalu mengikuti tren berpakaian para wanita saat ini. Maklum saja, selain sebagai dokter, ia juga seorang master of ceremony (MC). Sekaligus sebagai penyiar di Radio Prambors Makassar.
Dengan suaranya yang lembut khas seorang penyiar, ia menceritakan sekilas tentang perjalanan karirnya selama ini. Termasuk kehidupan rumah tangganya, serta bentuk keprihatinannya terhadap masyarakat yang ingin berobat, namun masih banyak diantaranya tak punya kemampuan secara ekonomi.
Sebagai seorang dokter, Rani sangat menyayangkan pelayanan kesehatan serta pengobatan di Indonesia yang belum secanggih di luar negeri. Apalagi pengobatan yang ada di daerah, sangat memprihatinkan. Bahkan sangat jarang tersentuh peralatan medis yang memadai.
”Saya masih dokter umum saat ini. Rencananya ke depan mau ambil spesialis. Alasan kenapa memilih jadi dokter? Karena melihat masih banyak masyarakat yang ingin berobat namun belum punya kemampuan secara ekonomi. Belum lagi dokter di daerah masih sangat minim,” ujarnya ketika ditemui di sela-sela aktivitasnya menjadi MC, Sabtu (13/2).
Selain itu, kedua orangtua Rani juga dokter. Bapaknya dr Hasyim Kasim dan ibunya dr Nadra Maricar merupakan dokter pada salah satu rumah sakit di kota ini.
Sebelum menjadi dokter, Khairani menjalani kuliah di Fakultas Kedokteran Unhas. Pada saat yang hampir bersamaan, ia terjun ke dunia hiburan menjadi seorang penyiar radio.
Anak ketiga dari empat bersaudara ini awalnya hanya menguji talentanya menjadi seorang MC. Namun seiring dengan banyaknya tawaran menjadi MC, serta honornya yang cukup lumayan, Rani akhirnya keterusan dan menggelutinya sampai saat ini.
”Saya juga heran dari mana saya dapat ilmu jadi MC. Karena latar belakang pendidikan saya dokter. Pertama kali ada tawaran jadi MC sewaktu jadi penyiar radio. Eh…keterusan sampai sekarang,” kenangnya.
Apa yang diraihnya saat ini, diakui Rani tidak terlepas dari dukungan serta suaminya.
Di hari Valentine yang jatuh pada 14 Februari 2016, Rani mendapatkan hadiah yang paling istimewa. Ya, ia kini tengah mengandung jabang bayi yang berumur tiga bulan. Pengawasan ekstra ketat dari sang suami pun berlaku.
“Orangtua dan suami mendukung semua apa yang saya kerjakan, asal tepat waktu pulangnya. Yang saya bersyukur sekali di perayaan Hari Kasih Sayang tahun ini, karena sudah hamil tiga bulan. Nanti di usia empat bulan kehamilan saya, suami sudah melarang untuk beraktivitas yang berlebihan. Karena ini yang paling ditunggu selama dua tahun,” kata Rani. (dit/rus/c)



×


Hadiah Istimewa di Hari Valentine

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar