pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Megaproyek PLTB 70 MW Dioperasikan Pertengahan 2017

Persembahan Rusdi Masse di Hari Jadi Sidrap ke-672

KEPEMIMPINAN Bupati dan Wakil Bupati Sidrap H Rusdi Masse-H Dollah Mando selama dua periode, telah membawa perubahan besar di Bumi Nene’ Mallomo. Hasil pembangunan selama tujuh tahun lebih telah dinikmati masyarakat di daerah ini. Ide-ide ‘gilanya’ telah membawa Sidrap dikenal secara nasional.

Laporan: Purmadi

DI periode kedua kepemimpinannya saat ini, sebuah megaproyek dibangun di Sidrap. Proyek dengan total biaya sebesar Rp1,5 triliun berupa pembangunan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), menjadi kado persembahan Rusdi Masse di ulang tahun Sidrap ke-672, yang diperingati hari ini, Kamis (18/2).
PLTB berkapasitas 70 megawatt (MW) ini rencananya bisa dioperasikan pertengahan tahun 2017. Proyek ini dikembangkan International Independent Power Produser (IPP) UPC Renewables Indonesia, bekerja sama PT Binatek Energy Terbarukan.
PLTB yang berskala besar ini merupakan yang pertama di Indonesia. Pembangunannya sudah dimulai tahun 2015 dengan tahap pembebasan lahan, dan dilanjutkan pengadaan seluruh alat-alat.
Proyek ini akan menyediakan hingga 150 pekerjaan konstruksi, dan banyak posisi karyawan tetap untuk mengoperasian dan mengamankan fasilitas-fasilitas PLTB.
Hal tersebut disampaikan perwakilan UPC Renewabies, Risaldi Hendra saat mengunjungi lokasi pembangunan di Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu dan bersilaturahmi dengan Pemkab Sidrap baru-baru ini.
Risaldi menjelaskan peralatan PLTB akan tiba di Kota Parepare Juni-Juli 2016. Menurut Hendra, peralatan berupa mesin dan kincir PLTB Sidrap setinggi 57 meter akan melewati Kota Parepare, membuat beberapa bangunan yang dilalui harus dibongkar.
Sesusai hasil survei, kata dia, peralatan PLTB ini sandar di Pelabuhan Marabombang Suppa, Kabupaten Pinrang dan mesinnya akan dibongkar di Pelabuhan Ajatappareng Parepare.
Pengiriman kincir dan mesin ke Sidrap, kata dia, harus melewati perbatasan Pinrang, yakni Jalan Lahalede, Panca Marga, dan Patung Pramuka, dan jembatan penyeberangan di samping rumah jabatan Wali Kota Parepare.
“Kami tidak bisa menghindari bangunan tersebut. Bangunan yang dibongkar atau dirusak akan diganti. Kami terus melakukan survei mencari jalan alternatif yang tidak terlalu banyak merusak bangunan hingga peralatan tersebut sampai di Lainungan, Sidrap,” katanya.
Sementara Pemerintah Kota Parepare sudah menyetujui rencananya itu. Beberapa bangunan yang akan dilewati alat PLB tersebut akan dibongkar.
Rencananya, jika PLTB itu rampung dibangun, maka sebanyak 30 turbin kincir angin akan terbangun pada sejumlah titik di wilayah seluas 1 hektar lebih itu.
Terpisah Presiden Direktur PT Binatek Energi Terbarukan Erwin Jahja, menjelaskan pembangunan pembangkit listrik tenaga angin ditangani oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dan PT Binatek Energi.
Perusahaan itu telah menandatangani kontrak kerja yang berkaitan dengan penjualan listrik PLTB kepada PLN. “Pada tahun 2017 listrik dari PLTB Sidrap sudah bisa dinikmati oleh masyarakat,” ucap dia.
Menurut Erwin, biaya pembangunan PLTB yang menggunakan lahan sekitar 1 hektar itu senilai US$ 180 juta (sekitar Rp2,6 triliun). Biaya tersebut tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Seluruhnya diperoleh dari hasil kerja sama dengan perusahaan Amerika. “Kapasitas PLTB 70 MW dan bisa menyuplai tambahan listrik untuk Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
Sementara Bupati Sidrap H Rusdi Masse yang ditemui di Pangkajene, Rabu (17/2) mengatakan, apa yang dilaksanakan selama ini adalah semata-mata ingin melihat Sidrap bisa dikenal tak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.
“Ini salah satu perjuangan yang tidak ternilai harganya. Saya ingin perekonomian masyarakat Sidrap terus meningkat dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu hadirnya PLTB ini, menjadi nilai tambah PAD kita dan menjadi salah satu bagian dari upaya kita dalam menggenjot sektor pariwisata, karena PLTB ini satu-satunya di Indonesia,” lontar Rusdi Masse.
Tak hanya PLTB yang akan dibangun tahun 2016 ini. Dua proyek pembangunan yang turut menyita perhatian publik di Indonesia, yakni pembangunan lapangan Sepakbola Stadion Ganggawa dengan anggaran Rp11 miliar, dan Sirkuit Puncak Mario Rappang dengan anggaran Rp12 miliar.
Untuk proyek Stadion Ganggawa, pemerintah daerah mengalokasikan dana di APBD TA 2016 sebesar Rp11 miliar lebih. Stadion ini memiliki kapasitas 50 ribu penonton dan akan difungsikan pada tahun 2017 mendatang.
Lapangan ini akan dimasukkan dalam kalender PSSI untuk perhelatan sepakbola di Indonesia. Termasuk Stadion Andi Mattalatta di Makassar.
“Hanya ada dua lapangan sepakbola di Sulsel yang akan masuk dalam kalender liga Indonesia, yakni Stadion Ganggawa dan Mattalatta. Anggarannya sudah masuk APBD 2016 sebesar Rp11 miliar lebih, dan saat ini sudah memasuki tahap tender,” ungkap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Budaya Pariwisata (Disporabudpar) Andi Anis Dahlan di kantornya, Rabu (17/2).
“Insya Allah, semua jadwal pertandingan laga ISL ataupun PSSI nantinya akan dilakukan pada malam hari. Semua syarat dan rancangan stadion untuk perhelatan malam hari sudah siap,” pungkasnya. (*/rus/b)



×


Megaproyek PLTB 70 MW Dioperasikan Pertengahan 2017

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar